
Androw meninggalkan kos Arumi. Dia duduk di kursi belakang. Danil tampak memperhatikan dari kaca spion di depannya.
“Aku sangat tertarik pada gadis itu.” Suara itu begitu jelas keluar dari mulutnya. “Apa kau muslim Danil?”
“Iya tuan, saya muslim.”
“Saat tadi jam 6 lewat, apa kau tidak sholat? Sholat apa itu namanya?”
“Sholat maghrib tuan? Saya sholat di mushola, tak jauh dari kos Arumi ada muslolah. Saya sholat di sana.”
“Lalu hampir jam 8 tadi sholat apa itu namanya?”
“Sholat Isya tuan.”
“Apa kau sudah sholat?”
“Belum tuan. Untuk sholat isya waktunya lebih panjang tidak sesingkat sholat Maghrib. Jadi saya bisa sholat di rumah tuan.”
“Ooo begitu ternyata. Tapi aku sangat suka sekali mendengar itu suara merdu seperti nyanyian itu.”
“Itu namanya suara azan tuan. Panggilan untuk melaksanakan sholat, dan menunjukkan bahwa waktu sholat sudah masuk.” Jelas Danil.
“Ooo. Begitu. Bagaimana kabar istri mu?” tanya Androw lagi.
“Baik tuan.” Jawab Danil.
“Sebelum kau menikah dengan istri mu, apa kalian menjalin hubungan seperti kekasih?”
“Tidak tuan. Istri saya tidak mau menjalin hubungan layaknya seorang kekasih. Kami ta'aruf sebelum menikah tuan.”
“Ta'aruf. Apa itu ta'aruf?” tanya Androw penasaran.
“Ta’aruf bisa diartikan dengan mengenalkan diri, mengenal baik, maupun berkenalan dengan orang lain. Intinya adalah ta’aruf merupakan interaksi yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan disertai maksud atau tujuan tertentu seperti pernikahan. Kami akan melakukan hubungan layaknya seorang kekasih setelah menikah. Dalam artian kami pacaran setelah menikah tuan.” Jelas Danil.
“Apa bila kau tidak berkencan dan pacaran dengan nya. Artinya kau tidak tau seperti apa wanita yang akan kau jadikan istri. Karena kau tidak terlalu mengenalnya bisa saja dia bukan wanita yang baik,” balas Androw bersemangat.
__ADS_1
“Dalam agama saya, kami akan mengucapkan ijab qabul sebelum dinyatakan syah menjadi suami istri. Dalam ijab qabul itu, akan ada kalimat yang mengatakan, saya terima nikahnya. Dengan kata saya terima, itu artinya, saya akan menerima istri saya. Saya terima cerewetnya,
saya terima pemalasnya, di saat dia malas masak, malas mandi, malas bersih-bersih rumah. Saya terima cemburuannya. Saya terima kalau dia merepet sepanjang hari walaupun itu hanya masalah sepele, saya terima segala kekurangan dan kelebihannya. Dan sebagai seorang imam bagi istri saya, maka saya harus membimbing nya kearah yang lebih baik. Di saat kita menjalani hubungan dengan wanita dalam ikatan pacaran atau kekasih, biasanya kita akan selalu menutup sifat asli yang di miliki dan akan menunjukkan sikap semanis dan sesempurna mungkin. Pada saat sudah menikah, keburukan-keburukan itu akan terlihat satu persatu sehingga membuat terkadang kita tidak menerimanya, sehingga sering terjadi perceraian walaupun mereka telah telah menjalani hubungan kekasih bertahun-tahun.” Jelas Danil panjang lebar.
Androw mendengarkan penjelasan Danil sambil mengangguk-anggukkan kepalanya seolah dia mengerti penjelasan yang di sampaikan oleh Danil.
“Apa istri mu sudah mengandung?”
“Sudah tuan sekarang istri saya hamil 3 bulan.” Istri Danil wanita yang memakai busana syar'i. Jihan juga seorang guru. Danil menikah dengan Jihan sekitar 6 bulan yang lalu.
“Ternyata kau sangat hebat.” Androw terdiam. Begitu indah kehidupan bersama keluarga. Tapi mengapa dia seakan tidak tertarik untuk berumah tangga. Apa dia sudah begitu cinta dengan kehidupannya yang gelap penuh dengan kemaksiatan dan pada saat sekarang, ia merasakan kesepian.
Danil melajukan mobil hingga sampai ke hotel Androw. Dia turun dari mobil dan masuk ke lobby hotel. Masuk ke dalam lif dan menuju langsung ke lantai paling atas. Di lantai paling atas hanya ada kamarnya yang berukuran sangat luas. Androw merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Bayangan gadis tersebut seakan tidak mau pergi dari benak kepalanya.
*****†
Arumi melihat mobil Androw semakin menjauh dan menghilangkan di persimpangan jalan.
Arumi masuk ke dalam kamarnya. Saat ini dalam kamar ini masih tersisa aroma parfum Androw. Parfum yang aromanya tidak menyengat hidung namun sangat menyegarkan dan memiliki aroma yang sangat sulit hilang. Arum melihat makanan yang begitu banyak masih bersusun di lantai kamarnya. Arum keluar dari kamarnya dan mengetuk kamar di sampingnya.
“Ada apa Rum?”
“Apa kamu sudah makan?” tanya Arumi.
“Tadi sudah, ada apa?” jawab Eka.
“Main ke kamar aku yuk, sambil kita makan di kamar aku.”
“Boleh.”
Arum mengetuk kamar Sari, Ela dan Rida. Kamar mereka memang bersebelahan.
Mereka berkumpul di kamar Arum. Sambil makan makanan yang tersaji.
“Rum, kamu pandai sekali dekatin orang kaya. Apa rahasianya.” Kata Eka.
__ADS_1
Arum mengerutkan keningnya. Seperti nya mereka salah menilai Arum.
“Maksudnya?” tanya Arum.
“Iya aku sering lihat yang datang ke kos kamu cowok-cowok ganteng yang kaya.” Balas Ela.
“Mungkin kalian salah paham.” Jawab Arum.
“Siapa cowok ganteng yang bahwa mobil honda merah itu,” tanya Eka. Ia sering memperhatikan saat Ardi datang.
“Itu Ardi. Dia sahabat aku. Dan kami berasal dari desa yang sama. Dia seorang mahasiswa kedokteran.”
Mata eka tampak senang dan berbinar. “Dia hanya teman kamu Rum?”
“Iya dia sahabat aku sejak kecil.”
“Aku kirain dia pacar kamu. Arum, tolong uruskan aku dengannya. Bilang ke dia aku kirim salam.”
“Ardi tu gak pernah pacaran. Kami memegang prinsip. Pacaran setelah menikah.”
“Tapi sepertinya dia perhatian sekali sama kamu.” Tanya Eka lagi.
“Iya, dia memang seperti itu.” Balas Arum
“Kalau cowok ganteng yang berpenampilan maskulin seperti seorang bos itu siapa, yang pakai mobil hitam.” Tanya Rida
“Itu pak Habibi.” Bos Arum
“Dan yang bule barusan?”
“Itu rekan bisnis di perusahaan Arum.”
Begitu banyak Arum di teror oleh berbagai pertanyaan dari teman-teman sekosnya. Namun ternyata mereka asik juga orangnya. Arum mulai merasa nyaman saat bercanda dan bercerita dengan 4 orang tetangga kamarnya. Mereka juga ternyata sangat baik walaupun terkadang terdengar blak-blakan dan terkadang candaannya terdengar fulgar kalau sudah berhubungan dengan cowok.
Tanpa terasa sudah jam 11 malam. Mereka kembali ke di kamar masing-masing dan sebelumnya mereka membantu Arum memberikan sisa-sisa makanan mereka yang cukup berserakan.
__ADS_1