
Imam langsung ke rumah adiknya bersama dengan hari dan juga Eka. Ia sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan Daffa. Ia mengemudikan mobilnya sendiri, sedangkan Eka satu mobil dengan Heri.
Harry memperhatikan mata calon istrinya, matanya tampak begitu sangat sembab.
Udah jangan nangis Heri.
Eka memandang yang kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Iya Mas," jawabnya.
" Mas imam cerita apa aja?" tanyany Heri.
" Mas Imam bilang bakalan jadi wali nikah kita, kemudian masalah Bapak dan Ibu mas Imam yang akan mengurusnyan," ucap Eka yang tersenyum memandangnya.
Heri tersenyum memandang wanita tersebut. " Alhamdulillah, Udah gak sabar untuk jadikan kamu pasang halal mas," ucapnya.
Eka tersenyum malu-malu saat mendengar ucapan pria itu. " Mas Imam tadi bilang bahwa rumah yang sekarang Eka tempati, dia bakalan minta ke Arum buat jual untuk Eka," ucapnya.
" Oh ya?" tanya Heri.
" Padahal Mas Baru mau rencana ngajakin kamu cari rumah, gak mungkin tinggal di rumah itu terus kalau udah nikah sama Mas," ucapnya kepada calon istrinya tersebut.
" Lihat nanti mas kalau Arum gak mau jual ya kita cari rumah. Eka berharap, Arum mau jual rumah itu sama Mas Imam. Rumah itu begitu banyak kenangan Eka di sana. Di rumah itu Eka memulai lembaran baru dalam hidup Eka. Mas Imam mau ngasih rumah itu untuk kado nikah kita," ucapnya yang tersenyum.
Heri tersenyum memandang tersenyum memandangnya. " Bisa gak acara nikahan kita Minggu depan," ucapnya.
" kok gitu, Mana mungkin bisa," ucap Eka.
" Sudah nggak sabar pengen nikah," ucap Heri sambil tersenyum tipis.
";Mas nanti kalau udah nikah, Mas gak usah kerja sama Pak Habibi lagi ya," Pinta calon istrinya.
" Kenapa?" tanya Heri.
" Butik Eka sekarang udah semakin maju, Eka juga sibuk merancang busana, mengecek semua pengeluaran, pembukuan keuangan. Kemudian mengecek barang-barang. Eka ngurusnya sendiri. Malam aja eka baru tidur jam 3 subuh, setelah selesai ngecek semua laporan keuangan per hari. Eka gak terlalu mahir masalah statistik dan juga tentang hitung-hitungan jadi, Eka sering pusing kalau udah mandangin komputer gitu lama lihat angka-angka yang ada di dalam kotak kotak itu," ucapnya.
__ADS_1
Harry memandang istrinya.
" Mas sarjana ekonomi pasti ahli masalah hitung-hitungan kan. Kalau ada Mas yang bantu Eka masalah pembukuan, Eka bisa fokus untuk mendesain baju. Eka juga berencana untuk mencari designer dua orang buat mendesain baju syar'i sedangkan Eka mau fokus mendesain busana pengantin," Ucapnya.
Hari menganggukkan kepalanya. " Boleh," jawabnya.
***
Imam mengikuti mobil hari dari belakang mereka memasuki kawasan perumahan elit perumahan itu cukup sangat terkenal dengan harga rumah yang sangat tinggi. Ia mengerutkan keningnya seakan tidak percaya saat melihat adiknya diberi tempat tinggal di tempat kawasan semewah itu.
penjagaan untuk masuk di perumahan itu juga sangat ketat.
Ia masuk ke dalam mengikuti mobil Heri. mobil hari berhenti di depan rumah bertingkat yang memiliki pagar tinggi.
Seorang security membukakan pagar rumah tersebut. Imam masih tidak percaya saat melihat rumah yang ditempati oleh adiknya. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya nanti Ia mengucapkan kata terima kasih kepada orang tersebut.
Ia kemudian turun dari dalam mobil, Eka dan Heri sedang berdiri di depan mobil mereka menunggu Imam.
" Ayo mas masuk," ucap Eka yang menggandeng tangan Abang kandungnya tersebut.
" Daffa mana Mas pengen ketemu ucapnya kemudian.
" Ada mas di dalam, biasa nya di langsung turun bila lihat mobil mas Heri," ucap Eka.
saat mereka baru akan masuk ke dalam rumah seorang anak kecil sudah berlari mengejar ibunya.
" Bunda sudah pulang ya," ucapnya yang kemudian memeluk kaki wanita tersebut.
Eka jongkok kemudian memandang putranya. Ia menganggukkan kepalanya. Ia kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri putranya seperti biasa yang dilakukannya.
"Ini Oom nya Daffa," ucapnya kepada anaknya. Daffa yang memandang ke Imam.
" Om Bagaimana?" tanya Daffa.
__ADS_1
" Ini Oom nya Daffa Abang Bunda,"ucapnya.
" Kandung kah?' tanya Daffa yang memperlihatkan Imam dari atas hingga kebawah.
" Iya dong," ucap Eka.
Imam jongkok di depan anak tiersebut Ia memandang wajah anak itu. Ia kemudian menangis dan memeluk anak kecil tersebut.
" maafin Om ya, om gak tahu keberadaan kalian selama ini. Om baru dapat menemukan bunda kamu hari ini," ucapnya kepada Daffa.
Daffa menganggukkan kepalanya. " Om Imam ya?" tanya nya.
" kok tahu?" tanya Imam.
" Bunda pernah cerita," jawabnya kemudian.
Mas, Eka mandi dulu ya mau siap-siap ke rumah Arum," ucapnya kepada Imam.
Imam menganggukkan kepalanya. Ia duduk di sofa. Bik Surti datang mengantarkan Ia minuman dan juga cemilan. Ia duduk memangku keponakannya tersebut sedangkan Heri duduk di depannya.
Ia kemudian berkenalan dengan bik Surti, wanita yang sudah sangat berjasa menemani adiknya.
Bik surti mau apa?" tanyanya kepada Bik Surti.
" Mau apa maksudnya apa?" tanya bik Surti.
";Saya lagi banyak duit bik, bik Surti boleh minta apa aja. Mau jalan-jalan,. mau beli perhiasan atau mau apa Saya beliin," ucapnya sambil tersenyum memandang bik Surti
Bik Surti tersenyum saat mendengar ucapannya pria tersebut. Pengen jalan-jalan ke Mall, shopping-shopping kaya orang kaya gitu lah den," ucap bik Surti.
Imam tertawa saat mendengar ucapan wanita yang berusia 40 tahun itu. Ia kemudian menganggukkan kepalanya. " Hari Minggu kita jalan-jalan ya, saya juga mau bawa Daffa ucapnya kemudian yang mencium pipi kaponakan nya.
***
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏