
Habibi yang mendapat kan telpon dari androw langsung menuju kampus istrinya. sebagai seorang pengusaha, memiliki musuh sudah biasa bagi nya. walaupun ia menjalankan perusahaan yang di pegang nya dengan bersih. namun beberapa waktu yang lalu saat ia mendapat kan tender pembuatan hotel terbesar di Bali, proyek pembangunan yang sudah mencapai triliunan . ia memilik tiga perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan tender tersebut dan investor asal Jepang tersebut, mempercayai perusahaan nya untuk mengerjakan proyek pembangunan hotel tersebut. pada saat itu ia mulai mencemaskan keselamatan istrinya. apa lagi saat ini istrinya sedang hamil.
istri nya sudah pasti menolak di kawal dengan pengawal laki-laki dengan jumlah yang lebih dari 3 orang. karena itu, ia meminta Rio untuk mencari kan istrinya pengawal wanita.
ia juga tidak menduga, bila orang tersebut berani menyerang istrinya ke areal kampus.
saat ia menikah, ia sudah menutup informasi pernikahan nya dari publik guna menjaga keselamatan istrinya. agar keselamatan istrinya lebih terjamin.
Rio mengemudi kan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bebera orang nya sudah lebih dulu meluncur dengan mengendarai motor guna mencegah kemacetan.
Habibi yang duduk di kursi belakang, ia tidak henti-hentinya meminta Rio untuk lebih cepat. ia mengusap wajahnya dengan keras, menarik rambut nya sendiri. ia sangat mencemaskan istri serta calon anaknya.
******
pengawal pribadi nya yang mengendarai motor sudah berada di kampus tersebut.
saat mereka sampai, mereka melihat may Sarah yg sudah terduduk lemas sambil memegang senjata api di tangan nya . salah satu dari mereka membawa may Sarah.
Heri melihat istri bosnya yang pingsan. sedang di gendong Ardi.
mas, ini kunci mobil nya.
tolong cepat ucap nya saat heri masih berdiri melihat ke arah nya. ia mengendong Arum menuju parkiran mobil. namun mobil habibi yang masuk ke areal kampus membuat ia menghentikan langkahnya.
mobil tersebut berhenti di depan nya. Heri membuka kan pintu mobil bagian penumpang. Ardi memasukkan Arum kedalam mobil tersebut dan meletakkan nya di sebelah suaminya.
mas, aku nyusul ucapnya kemudian.
membuat habibi mengangukan kepalanya.
bawak mereka yang masih bernyawa. perintah Rio sebelum ia kembali mengemudi mobil nya. yang mendapat angukan kepala dari Heri.
*******
polisi yang datang ke lokasi tersebut, memasukkan mayat-mayat tersebut ke dalam kantong mayat.
aku akan mengantarkan dua orang ini ke kantor polisi, setelah urusan ku selesai dengan mereka. ucap heri ke pada pria yang berseragam coklat Tersebut.
aku harap kau menyerahkan mereka dalam keadaan hidup. ingat negara kita negara hukum. biar kami yang memproses nya. ucap pria tersebut.
aku tau ucap heri. aku tidak akan membunuhnya.
aku tau kau tidak akan membunuhnya, namun Rio yang akan membunuhnya. datanglah ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
__ADS_1
ucap pria berseragam Tersebut
kau tenang saja. bos Kami tidak ingin terlihat kriminal. aku akan datang ke kantor polisi nanti. ucap Heri.
aku tunggu . ucap polisi tersebut sambil melangkah pergi .
*******
Gerry membuka matanya ketika ia merasakan air yang begitu dingin di siram ke seluruh tubuh nya.
ia berlahan-lahan membuka matanya. bayangan orang yang berdiri di depan nya masih begitu belum jelas di lihatnya. ia memicingkan matanya namun membuka nya kembali. berulang kali ia melakukan hal yang sama, untuk menghilangkan rasa pusing di kepala nya. dan saat ia sudah bisa melihat dengan jelas. ia menangkap sosok pria bertubuh tinggi dan tegap tersebut.
Heri, ucapnya kemudian.
Heri menatap wajah pria yang berambut sebahu tersebut. rambut nya sudah tergirai.
sebagian rambutnya menutupi matanya.
ia jawab Heri.
siapa yang memberikan printah ucapnya.
Gery diam tak ada satu katapun yang di keluarkan dari mulut nya. satu pukulan di perutnya membuat ia merintih kesakitan.
kita pernah bersama her, gua mohon her habisi nyawa gue her. ucap geri.
lu kira segampang itu untuk lu bisa mati. ucap Heri penuh amarah. pria yang tampak begitu tenang Tersebut begitu mengerikan saat ia sudah marah.
gue mohon her, sebelum Rio datang.
ucapnya.
Heri meninju wajah pria di depan nya.
lu tau siapa yang lu rencana habisi?
suara Heri bergemah di seluruh ruangan kosong tersebut.
gue gak tau her, gue di kasih foto dan di mana tempat kuliah nya, rumah sakit dan juga alamat. dia istri Habibi Iskandar.
melihat sasaran kami hanyalah seorang wanita. dan hanya di kawal oleh bodyguard wanita. maka tidak sulit bagi kami menculik wanita tersebut. kami tidak menyangka bahwa wanita itu ternyata memiliki keahlian dalam menembak. ia mengingat saat tembakan yang menembus kening rekannya. dan tembakan tersebut di lakukan jarak jauh. ucapnya.
kau tau, orang yang akan kalian habisi adalah Arumi
__ADS_1
Geri melelan air ludahnya yang sudah bercampur rasa amis dari mulutnya yang berdah.
Arumi, ucapnya kemudian.
ia, lu tau. Arumi itu bukan hanya istri dari bos kami. namun ia juga seperti adik kami sendiri.
gue akan menghabisi lu dan seluruh keluarga lu. apa bila terjadi hal yang buruk terhadap Arumi. ucapnya sambil menendang kursi yang sedang di duduki oleh Geri. sehingga kursi tersebut terbalek ke belakang .
Heri keluar dari ruangan tersebut. dan memerintahkan rekannya untuk mengunci pintu tersebut.
Heri memerintahkan anggotanya untuk menjaga ruangan tersebut. ruangan tanpa jendela dan tanpa penerangan. tersebut di kunci rapat tanpa celah.
*******
Heri mengendarai mobil nya. pikirnya nya tidak tenang saat ini. ia harus memastikan kondisi Arum.
ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. ia memarkirkan mobil tersebut saat ia sudah sampai di halaman rumah sakit Arumi.
ia turun dari mobil dan berlari menuju ruang rawat vvip.
ia melihat Rio yang berdiri di depan pintu.
Heri menerobos pintu yang tertutup tersebut.
senyum mengembang di wajahnya yang manis saat ia melihat Arum yang sudah duduk bersandar di atas ranjang.
Arum gak apa-apa tanya nya sambil mendekat. tanpa menghiraukan bosnya yang sedang memandang nya.
Arum tersenyum dengan sangat manisnya.
gak apa-apa mas jawabnya.
kak Sarah yg sekarang sedang di operasi. ucap Arum. tadi Arum cuman shock aja.
ia kemudian tersenyum, dan melihat bosnya ia kemudian tersenyum.
saya permisi pak. ia berbicara dengan sangat sopan.
********
like vole nya jangan lupa ya. komen juga.
😊😊🙏🙏
__ADS_1
makasih