Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 149


__ADS_3

Rio dan Heri, mereka bisa sedikit santai namun mereka tetap terlihat waspada. Mereka memilih tempat duduk yang dekat dengan pelaminan bosnya. Tiar, Rizaldi, Yuda dan prima mereka duduk di meja yang sudah di isi Rio dan Heri. Mereka duduk satu meja. Tampak mata Yuda memandang tajam ke pelaminan. Rizaldi melihat sahabatnya itu dan kemudian ia menepuk-nepuk pundak sahabatnya. Yuda memandang Rizaldi.


“Aku gak nyangka zal. Sekian lama aku cari-cari dan saat aku sudah menemukannya. Dia sudah jadi milik orang lain.” Ucap Yuda.


Rio dan heri memandang Yuda dengan tatapan penuh kasihan. Mereka sudah bekerja dengan Habibi beberapa bulan. Ia tahu bagaimana bosnya sangat mencintai Arum. Mereka melihat usaha-usaha yang di lakukan bosnya untuk mendapatkan gadis tersebut. Mereka harus menyimpan semua rahasia tersebut ke pada siapa pun termasuk sahabatnya sendiri. Karena itu merupakan suatu tugas utama mereka.


“Tiar gak tahu kalau ternyata Arum kerja dengan mas Bibi.” Ucap Tiar. Selesai pendidikan nya di sekolah bodyguard, ia langsung mengikuti tes kepolisian. Ia hanya jumpa 1x dengan Habibi saat ia berpamitan untuk ke SPN dan Tiar langsung datang ke rumah Habibi.


Yuda tersenyum. “Kalian gak salah kok. Lagian mana ada yang mau lepaskan Arum, kalau sudah dapat memegangnya.” Ucap Yuda. “Mungkin emang gak jodoh. Sejak awal sudah tampak ada peringatan.” Ucapnya kemudian.


*************


Satu persatu tamu undangan mulai berpamitan. Ucapan selamat tiada habisnya diterima dari para tamu undangan. Rekan bisnis, para kerabat, pejabat, rekan kerjanya, pihak kampus dan juga karyawan-karyawan mereka.


“Selamat bro.” Ucap dokter Wahjudi sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.


“Thank you friend kamu kapan nyusul.” Ucap Habibi kemudian.

__ADS_1


Wahyudi tersenyum dan memandang gadis cantik disebelahnya. “Insyaallah sebentar lagi.” Ucap pria tersebut yang sudah menyelesaikan studi doktor spesialisnya.


Sasa tampak tersenyum. Sasa tampak binggung harus memanggil apa dengan istri bosnya. “Selamat ya,” ucapnya kemudian sambil memeluk Arum, serta mencium pipi kanan dan kiri Arum. “Kamu cantik sekali.”


Arum tersenyum. “Makasih ya mbak.” Ucapnya.


Tiar, Rizaldi, Yuda dan Prima memberikan ucapan selamat kepada Arum. Tiar memeluk Arum dan mengucapkan ucapan selamat. “Gak nyangka, kamu bakal jadi kakak ipar aku.” Ucapnya.


Arum tersenyum. Setelah memberikan ucapan selamat. Mereka pun pergi. Yuda tidak sanggup harus berlama-lama menyaksikan pernikahan gadis yang di cintainya. Walaupun hanya sebentar ia bersama dengan Arumi, namun hatinya sudah tidak bisa menolak bahwa ia sangat mencintai gadis tersebut.


Anita mengundang teman-temannya satu angkatan. Mereka sangat terkejut saat mengetahui yang menjadi minantu Anita anak dari teman mereka yang menghilang. Mereka juga tampak sedih saat mengetahui bahwa sahabat mereka telah meninggal. Mereka tahu seperti apa gadis yang menjadi minantu Anita. Mereka melihat video yang tersebar luas saat itu yang melibatkan anak dari sahabatnya. Ia melihat bagaimana gadis itu bertarung walaupun ia memakai hijab dan juga rok. Namun ia bisa bertarung dengan sempurna. Tampak celana leging hitam yang di pakainya saat ia menendang penjahat tersebut. Persis seperti adegan film laga. Namun kalau di film laga artisnya pakai celana jeans dan juga rok mini.


Androw dan Ara yang tampak sangat serasi dengan baju couplenya. Mereka memberikan ucapan selamat.


“Selamat Habibi,” ucap Androw.


“Thanks brother.”

__ADS_1


“Sebentar lagi aku akan menyusul.” Ucap pria bule tersebut dengan penuh semangat. “Lamaran ku diterima Ara apa bila aku sudah bisa sholat dan membaca ayat-ayat dalam shalat tersebut.” Ucap pria bule tersebut.


Arum tampak ketawa. “Jadi udah bisa mas?” Tanyanya.


“Belum bisa semua,” ucapnya. Setelah melakukan beberapa kali pemotretan mereka berpamitan.


***********


Anita memeluk Arum. Ia Tampak sangat bahagia. Jhoni memandang wajah menantunya. Begitu banyak nasehat yang di berikan oleh Anita dan Jhoni begitu juga Siti.


“Kalian malam ini tidur di sini.” Ucap Anita.


“Tapi Arum waktu ke sini gak bawa apa-apa mi.” Ucapnya.


“Gak apa. Semua nya udah di siapkan Tante Lasmi.”


Mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut. Setelah berpamitan kepada anak serta menantunya.

__ADS_1


***********


__ADS_2