Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 207


__ADS_3

mas antar ke kamar ucap Habibi.


Arum menganggukkan kepalanya boleh jawab nya kemudian.


pria itu melihat istrinya yang kesulitan untuk berdiri.


" Udah kenyang makan susah berdiri ya Ndut," ucap pria tersebut sambil tersenyum kecil.


"Ih Mas jahat, bukannya bantuin malah ngetawain," omel wanita tersebut yang sudah merasa sulit untuk bergerak.


pria itu kemudian tertawa. " Berat ya Ndut?" ucapnya sambil tersenyum.


Arum terlihat sangat kesal, Ia memajukan bibirnya dan mengembungkan pipinya.


Melihat wajah istrinya yang begitu mengemaskan, membuat Ia tidak tahan dan kemudian mencium bibir mungil tersebut.


" Mas," ucap istrinya yang terlihat marah.


yang tidak di hiraukan pria tersebut. Ia semakin mencium bibir istrinya dengan buasnya. " Mas nanti ada yang lihat," ucap Arum ketika bibir mereka mulai terlepas.


" Kalau gitu di kamar aja," ucapnya.


" aduh sakit dek," keluh pria itu ketika ia merasakan cubitan halus di pinggang nya


" Ini kantor mas," ucap Arum sambil membesarkan mata nya.


pria itu tersenyum " ya udah di rumah," ucapnya dengan senyum mengoda. dengan cepat Arum langsung mengangukan kepalanya.


" Udah ayo ke kamar," ucapnya.


" Gendong Mas," ucapnya sambil mengembangkan tanganya.


Habibi tersenyum melihat istrinya yang semakin manja. Ia kemudian mengendong istrinya. " berat Ndut," ucapnya.


" Arum gendut gini juga karena Mas yang buat. ucapnya sambil memeluk leher suami nya.


pria itu meletakkan tubuh istrinya dengan sangat berhati-hati. Ia merebahkan tubuh istrinya, dan menumpuk 2 bantal untuk kepala istrinya agar lebih tinggi. iya juga menumpuk dua bantal di bagian kaki agar posisi kaki istri nya lebih tinggi. agar kaki istri nya tidak semakin membengkak.


" Sudah nyaman,? ucapnya sambil menatap istrinya.


" Sudah," jawab Arum sambil membuka fasminah yang di pakai nya.


" Mas mau rapat, nanti kalau ada mau apa-apa hubungi CS ya." ucapnya.

__ADS_1


Arum mengangukan kepalanya.


Habibi menyelimuti tubuh istrinya dan kemudian Ia meninggal kan kamar tersebut.


Ia kembali duduk di kursinya sambil mengecek laporan pembangunan hotel tersebut.


Ia sudah mengirimkan orang terbaiknya dalam pengerjaan proyek pembangunan hotel di Bali.


" Masuk," ucap Habibi ketika ia mendengar ketukan dari pintu.


" Bapak sudah di tunggu di ruang rapat," ucap Rasid ketika Ia sudah berada di depan Habibi.


" Saya akan langsung ke ruang rapat," ucapnya. namun sebelum Ia pergi ke ruang rapat. Ia masuk ke dalam kamar untuk mengecek istrinya. dilihatnya istrinya yang sudah tertidur. Ia mencium kening istrinya.


Rasid berjalan di sebelah Habibi. mereka masuk ke dalam ruangan rapat.


rapat kali ini hanya di hadiri baberapa karyawan penting saja yang tergabung dalam proyek tersebut. Mereka sudah menunggu Habibi, mereka sudah datang dari bali sejak semalam guna untuk memberikan laporan pekerjaan mereka yang sudah berjalan 5 bulan.


Akbar Mahyudi dan Fajar Basri. orang yang di percaya Habibi untuk pembangunan hotel tersebut. mereka orang kepercayaan nya yang selama ini sangat bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. selama ini mereka belum pernah melakukan kesalahan sekecil apapun.


begitu banyak proyek besar yang diserahkan kepada mereka.


Habibi mendengarkan laporan yang di sampaikan oleh Akbar, pria itu bertanggung jawab atas pembangunan yang sedang berlangsung. pembangunan hotel tersebut sudah berjalan 60%.


Fajri juga memberikan laporan nya, mengenai pembangunan. Ia meminta penambahan pekerja. dan ia mengusulkan agar pekerja tambahan yang berjumlah 50 orang tersebut berasal dari Bali. guna untuk menghemat transportasi. Fajri menyampaikan permasalahan tersebut dan memaparkan nya.


hal ini guna proyek tersebut bisa selesai lebih awal dari perjanjian mereka


Seorang wanita muda cantik yang baru tergabung dalam perusahaan Habibi. Riska yasminda putri. lulusan arsitektur pembangunan yang baru bekerja 7 bulan dan menjadi salah satu tim pembangunan hotel tersebut.


rapat tersebut berlangsung selama 3 jam, mereka berhenti saat jam makan siang. mereka menghabiskan makanan siangnya di dalam ruangan tersebut. Habibi memerintahkan seorang CS nya untuk mengecek istrinya. namun karena istrinya masih tidur Ia kembali melanjutkan rapat hingga selesai.


Ia juga memutuskan untuk tidak berangkat ke Bali dan mengutus Rasid bersama dengan Indra pegawainya yang bergerak di bidang material. dengan alasan istrinya yang sudah tidak mungkin di tinggalnya.


*****


" Mas lari," pinta Arum ketika Ia melihat suaminya membuka jasnya. Ia sudah memegang baju kaos, celana training dan jaket hitam di tangan nya.


Habibi memandang wajah istrinya, mata bening itu terlihat tampak begitu berhap.


" Baru pulang dek, kok tega sih sayang," keluh pria tersebut.


Melihat wajah kecewa istrinya membuat Ia tidak tega. pada akhirnya, Ia mengambil baju kaos tersebut dan memakai nya. memakai celana training dan jaket. " Puas sayang," ucapnya memandang istrinya.

__ADS_1


Arum menggelengkan kepalanya. " Belum,. mas lari dulu," ucapnya membuat pria tersebut tampak lemas.


*


Ia sudah berdiri di halaman rumah nya. Ia juga melakukan pemanasan seperti yang di perintahkan istrinya. Ia mendekati istrinya yang duduk santai di ayunan besi yang ada di taman depan rumah nya.


" Demi kamu nak, pipi harus berkeringat gini," ucapnya sambil mengusap perut istrinya. Arum tersenyum memandang wajah suaminya yang penuh derita. Ia kemudian mencium bibir suaminya sekilas. semangat sayang. ucapnya yang membuat pria itu tampak begitu senang.


" Demi kamu nak, dan biar Mimi kamu juga senang pipi akan lari ucapnya sambil mencium bibir istri nya sekilas.


" Semangat mas," ucapnya sambil mengepalkan tangannya ke udara.


pria itu mulai berlari mengelilingi perkarangan rumah nya yang luas.


"Hai.. tetangga," ucap androw yang sudah berdiri di halaman rumah nya. Ia datang berjalan kaki dengan istri.


Habibi tampak semakin kesal. " Kenapa nih orang datang disaat yang tidak tepat," gumamnya dalam hati.


"Seperti nya kamu sekarang suka berolahraga," ucap Androw ketika ia berdiri di dekat Habibi.


Habibi melihat Ara yang berjalan ke arah Arum. " Permintaan istri ku," ucapnya.


" Jangan kau katakan kalau istri mu gidam lihat kau sedang berlari," ucap Androw.


Habibi hanya diam mereka duduk di atas rumput. Habibi meminta ART nya untuk membuat kan minum .


kedua pria tersebut tampak sedang curhat tentang istri mereka yang sama-sama sedang hamil. mereka saling sharing tentang istri nya masing-masing. mereka sama-sama saling memberikan semangat dan saling menguatkan satu sama lain.


" Setidaknya sebentar lagi istri mu akan melahirkan," ucap Androw saat Ia mengingat istrinya yang akan melahirkan sekitar tiga bulan lagi.


" Semangat," ucap Habibi.


setelah itu mereka membahas hotel androw yang pengerjaannya masih tahap finishing.


Androw mengatakan bahwa istrinya merindukan sahabnya. dan karena ia juga tau bahwa Habibi sudah pulang. karena itu ia menemani istrinya.


Istri-istri mereka sedang sibuk bercerita berdua.


*****"


like, komen dan vote nya ya. maaf author lambat up. efek jaringan bermasalah dan listrik padam.


untuk Aisah jodoh ku auotur akan up pagi ya.

__ADS_1


__ADS_2