
Ara masuk ke dalam ruangannya, Ia duduk di kursinya. Ia melihat wajahnya yang memang pucat. Dari kemarin ia sudah mulai merasakan perubahan didalam tubuhnya. Namun Ia takut bila itu hanya perasaan nya saja. Detak jantung nya juga lebih cepat dari pada detak jantung wanita normal. Bila detak jantung wanita normal 70-85 perdeti, namun detak jantungnya mencapai 95-100 perdetik. Yang mana hal tersebut merupakan ciri-ciri wanita hamil. Ia kemudian mengambil alat tes kehamilan dan berencana untuk mencoba untuk memastikan dengan alat kecil nan pipih tersebut.
Ara memandang alat tes kehamilan ditangannya. Ia merasa jantungnya dek-dekan. Ia kemudian membuka pelastik nya dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia sudah menampung air seninya dengan wadah kecil.
Ia kemudian mencelupkan alat tersebut dan kemudian mengangkatnya. Ara seakan tidak percaya saat melihat hasil dari alat tersebut. Ia rasanya ingin melompat ketika ia merasa begitu amat senang. Namun ia menghentikan niatnya saat ia mengingat bahwa saat ini sudah ada nyawa di dalam rahimnya.
Ia tersenyum dan mengusap perutnya. "Alhamdulillah," ucapnya.
Ia duduk di kursinya sambil memandang alat tes kehamilan yang kecil itu. Ia ingin sekali menghubungi suaminya memberitahukan hal ini, namun ia ingat hari ini suaminya begitu sangat sibuk. Berhubung di perusahaannya akan melakukan audit data keuangan.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya. Dengan cepat suaminya mengangkat panggilan teleponnya.
"Ada apa sayang!" tanya.
Ara tersenyum memandang wajah suaminya tersebut. "Nggak ada cuman lagi kangen aja," ucapnya.
Androw mengerutkan keningnya ketika ia mendengar ucapan istrinya. Ia merasa cukup aneh melihat sikap istrinya.
Apa kamu ingin Aku menjemputmu ke rumah sakit sekarang dan kita pulang ke rumah? Agar kamu bisa melepaskan rindu " ucapnya yang tersenyum mesum.
Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya. " Mas tu sudah tua tapi mesumnya kenapa nggak pernah berkurang sih?" ucapnya mentertawakan suaminya tersebut.
"Kamu tahu kan sayang kemampuanku, aku masih sanggup 1 jam," ucapnya sambil mengangkat alisnya.
Ara tersenyum mendengar ucapan suaminya yang mesum.
"Ada apa sayang?" tanyanya kemudian
"Ada yang mau Ara kasih tahu, tapi nanti aja di rumah," ucapnya yang tersenyum memandang suaminya.
Androw memandang istrinya. "Baiklah sayang, aku akan menunggunya nanti," ucapnya.
"Ya udah lanjutin kerjanya," ucap Ara.
Androw tersenyum dan menganggukkan kepala.
Ia kemudian matikan sambungan telepon tersebut setelah mengakhiri panggilan telepon tersebut.
***
__ADS_1
Androw menjemput istrinya di rumah sakit. Ia tersenyum saat melihat istrinya yang baru keluar dari ruangannya.
"Apa kamu tidak makan siang sayang?" ucapnya saat melihat istrinya.
"Makan," Jawab Ara.
"Kenapa kamu pucat?" ucapnya.
"Enggak kok," jawab Ara.
"Bandel tidak percaya," ucapan yang memandang istrinya. Ia kemudian memegang kening istrinya yang tidak panas sama sekali.
Ara menjauh dari suaminya.
"Ada apa sayang," ucapnya yang mendekati istrinya.
"Mas jangan dekati Ara ," ucap Ara.
"Ada apa sayang, kenapa aku tidak boleh mendekati mu?" tanyanya. Ia masih berusaha untuk mendekati isterinya.
" Ara gak mau dekat sama Mas," ucapnya.
Ara memajukan bibirnya dan menganggukkan kepalanya." Mas gak boleh dekatin Ara bila belum pakai parfum strawberry," ucapnya.
"Iya sayang aku akan menggantinya," ucapnya mengusap wajah istrinya.
" Pokoknya Ara gak mau dekat sama mas kalau belum pakai parfum strawberry," ucapnya yang jalan menjauh dari suaminya.
Androw mengusap wajahnya dengan sangat kasar saat melihat sikap istrinya tersebut.
"Mas duduk di depan, Ara mau di belakang sendiri," ucapnya ketika akan naik ke dalam mobil.
"Sayang, apakah kamu tidak merindukan aku?" ucapnya yang memandang istrinya.
Ara menggelengkan kepalanya.
"Sayang ciumlah mobil ini sudah beraroma strawberry," ucapnya yang berusaha merayu istrinya. Ia benar-benar tidak terbiasa harus seperti ini.
"Mobilnya strawberry tapi masnya nggak," ucap Ara.
__ADS_1
"Aku sudah beli sayang hanya saja belum dipakai besok akan kupakai," ucapnya.
"Ya udah besok aja dekatnya," ucap Ara.
"Ya Allah sayang kenapa kamu menyiksaku," ucapnya memandang istrinya namun tidak dihiraukan oleh istrinya tersebut.
"Mas jangan pulang dulu," ucap Ara.
Dengan cepat ia langsung menolehkan kepalanya ke belakang." kamu ingin apa sayang," tanyanya.
"Ara mau cari Boneka strawberry," ucap Ara.
Androw menepuk keningnya saat ia mendengar nama strawberry itu disebut lagi oleh istrinya.
"Sayang sebentar aku akan menghubungi Danil," ucapnya.
Ara menganggukkan kepalanya.
"Hallo pak," ucap Daniel.
"Tolong kamu carikan boneka strawberry segala ukuran, dan kirimkan langsung ke rumah saya hari ini," ucap nya.
"Baik bos, gelas bantal mau sekalian pak?" tanya Daniel.
"Jangan kau tambah masalah," ucap Androw.
Daniel tertawa saat mendengar ucapan bosnya itu. Ia tahu bahwa bosnya sedang frustasi menghadapi permintaan istrinya yang sedang hamil.
memutuskan sambungan tersebut.
"Sayang kita pulang aja kamu sangat pucat. Aku tidak ingin membawamu jalan-jalan dengan kondisi seperti ini. Boneka strawberry akan datang ke rumah," ucapnya.
Ara sangat senang saat mendengar ucapan suaminya dengan cepatnya menganggukkan kepalanya.
***
Maaf ya, Author up nya pendek-pendek, soalnya banyak gangguan. belum lagi teks yang sudah di ketik sering hilang. Jadi karena itu Author langsung up saja bila sudah diatas 500 kata. Biasanya Author akan up bila sudah diatas 1000 kata. Tapi insyaallah akan di up lagi.
Jangan lupa like komen dan votenya ya Reader. Terimakasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏
__ADS_1
***