Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
Episode 277


__ADS_3

" Tapi janji jangan diulangi lagi seperti ini," ucap Akila yang mengangkat kelingkingnya.


"Iya adik Akila Abang Rangga janji,"ucapnya kemudian.


Akila masih memandangnya. pipinya masih basah dengan air mata.


"Ayo adek Akila kita main lagi," ucap Rangga.


Akila masih ingat saat pria itu mengatakan hal yang sama, namun saat Ia sudah menjauh dari mami nya Pria kecil itu tidak mau bermain dengannya. Rangga pergi berjalan lebih dulu. "Nanti Rangga nipu Kila lagi," ucapnya yang tidak percaya dengan pria kecil itu.


Rangga tersenyum memandang gadis kecil tersebut. "Ya enggaklah adek Akila, Masa sih Abang Rangga Mau nipu, walau bagaimanapun Abang Rangga ini jujur. Sebagai seorang lelaki harus bisa tepati janji," ucap Rangga dengan begitu sangat yakin.


Mata Habibi terbuka lebar saat mendengar ucapan anak kecil tersebut. Entah dari mana anak kecil itu mendapatkan kata-kata seperti itu.


" Kila main lagi sama Rangga, Rangga tadi kan hanya bercanda," ucap Rio yang menghapus air mata putrinya yang cantik.


" Vino, "ucap Androw. Ia memanggil putranya saat putranya melintas di depannya.


Vino berhenti dan memutar kepalanya Ia memandang Papinya yang sedang duduk di meja tersebut. Ada apa Pi?" ucapnya.


" Kenapa Kila tidak di bawa main?" tanya Androw.


" Kami hanya pergi sebentar saja tadi pi," ucap Vino.


" Vira kenapa Kila di tinggal?" ucap Habibi.


" Tadi kami pergi ngambil salad buah," ucap Vira.


" Punya Vira mana tanya?" Habibi ketika Ia tidak melihat putrinya itu membawa salad buah.


" Ini punya Vira, Pi yang dibawain sama Daffa dan juga Vino," ucapnya sambil tersenyum melihatkan deretan gigi putihnya.


Habibi melihat Daffa dan Vino yang membawa salad buah. " Apa itu punya Vira semua, "tanya Habibi.


" Iya Pi, Adik Akila Ayo, kita makan salad buahnya. Untuk adek Akila 1, untuk Kakak 1. kita makan disitu," ucap Vira menunjuk Satu meja kosong.


Akila tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Vira memegang tangan Akila, Ia mengusap Air mata Akila dan berjalan menuju meja yang kosong tersebut.


Rangga turun dari kursinya, Ia sedikit melompat ke bawah, Ia kemudian mengambil 2 gelas minuman yang tadi diambilnya.


"Om Rio, Pak Habibi, Pak Androw. Saya permisi dulu, saya akan bergabung dengan teman-teman saya di sana, "ucap anak kecil tersebut. Walaupun Ia belum begitu lancar dalam berbicara namun susunan kata yang dipakainya begitu sangat rapi.


Habibi menganggukkan kepalanya.


"Rangga ingat lelaki sejati tidak ingkar janji," ucapnya kemudian.


"Siap pak," jawab Rangga yang kemudian pergi meninggalkan meja tersebut.

__ADS_1


Mereka memperhatikan anak-anak kecil itu yang duduk satu meja. Anak-anak Itu tampak begitu sangat akur saat mereka bermain bersama.


" 10, 15 atau 20 tahun lagi pasti ceritanya sudah berbeda ya," ucap Rio.


Androw menganggukkan kepalanya.


" Sekarang mereka mengetahui mereka bersahabat nanti setelah dewasa mereka tidak tahu seperti apa kelanjutannya," ucapnya kemudian.


"Aku begitu sangat prihatin melihat Rangga," ucap Habibi. Iya tidak tahu bagaimana nanti masa depan anak tersebut.


Androw menganggukkan kepalanya. Ia cukup banyak mendengar tentang anak itu dari istrinya. "Sudah takdirnya untuk hidup seperti ini," ucapnya kemudian.


****


Imam naik ke lantai dua ketika Ia mendapat informasi bahwa keponakannya ada di lantai 2. Ia mencari keponakannya tersebut. Imam memperhatikan Bodyguard cantik yang sedang asyik bermain dengan anak-anak sambil terus mengawasi anak-anak tersebut. Imam berdiri di ambang pintu. Ia memasukkan tangannya kedalam saku celananya. Ia hanya diam memperhatikan gadis cantik itu. Ia memperhatikan May Sarah yang tertawa saat bermain dengan anak-anak. Gadis cantik itu tidak ada henti-hentinya tertawa saat melihat tingkah-tingakah lucu anak-anak tersebut. Imam memperhatikan senyum gadis itu yang sangat manis. Berdiri di ambang pintu tanpa diketahui oleh gadis tersebut membuat Ia merasa sangat senang karena Ia bisa puas memandang wajah gadis cantik tersebut. Ia tidak tahu mengapa Ia bisa sangat menyukai gadis itu.


May Sarah diam dan kembali bersikap kaku seperti biasanya saat Ia mengetahui bahwa Imam memperhatikannya sejak tadi.


Imam berjalan mendekati gadis cantik tersebut, saat ia sudah menyadari bahwa gadis itu sudah mengetahui keberadaannya.


" Aku lihat tadi kamu sangat asyik bermain sehingga aku tidak ingin mengganggu, "ucap Imam ketika Ia sudah duduk disebelah gadis tersebut.


May Sarah tersenyum memandangnya.


" Kondisi di bawah sedang ramai, agar lebih mudah mengawasi mereka makanya aku membawa mereka ke sini, "ucapnya.


" Biasanya bila Ibu Arumi sudah pulang ke rumah saya sudah bisa istirahat," ucap May sarah.


" Apa kamu sudah lama bekerja dengan Pak Habibi?" tanya nya.


Sarah menganggukkan kepalanya. "Saya bekerja dengan Pak Habibi hampir 6 tahun, ucapnya.


" Berapa usia kamu?" tanya nya.


" 28 tahun," ucap May Sarah.


" Kamu sudah menikah?" tanya.


May Sarah menggeleng kan kepalanya.


" Kekasih?" tanyanya Imam.


May Sarah tersenyum dan menggelengkan kepalanya. " Keluargaku memberikan aku sebuah ancaman," ucapnya.


Imam tampak bingung saat mendengar ucapan gadis tersebut. " Ancaman apa?" tanyanya kemudian.


May Sarah tersenyum tanpa memandang ke arahnya, gadis Itu tampak fokus memperhatikan anak-anak yang sedang bermain tersebut. " Seluruh orang tua aku, sudah mengatakan bahwa mereka akan menjodohkan aku dengan pilihan mereka apabila aku tidak bisa memilih sendiri, "ucapnya.

__ADS_1


kening Imam berkerut saat mendengar ucapan gadis tersebut. " Seluruh orang tua apa maksudnya?" tanya yang tidak mengerti maksud dari ucapan gadis tersebut.


May Sarah diam saat mendengar pertanyaan pria itu. " Jalan kehidupanku cukup rumit," "ucapnya.


" Cukup rumit seperti apa maksudnya? " Tanya Imam yang tidak mengerti maksud gadis tersebut.


"Aku anak yang tidak diharapkan namun aku yang bandel tetap ngotot untuk dilahirkan," ucapnya sambil tersenyum.


Imam diam saat mendengar ucapan gadis tersebut Ia memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya. Ia takut akan menyinggung perasaan gadis itu, atau mungkin sesuatu hal yang tidak ingin diberitahukan gadis tersebut. Ia hanya menganggukkan kepalanya pertanda Ia paham.


"Apakah kamu akan menerima perjodohan itu," ucap Imam.


May Sarah diam, Ia tidak menjawab pertanyaan pria itu.


" Kenapa kamu tidak menjawab?" tanyanya.


" Aku belum tahu, aku belum bertemu dengan orang yang akan di jodohkan denganku. Nanti bila aku berjodoh dengan orang pilihan dari keluarga ku, Aku mungkin akan berhenti bekerja," ucapnya.


Imam diam Ia tidak berani bertanya apa-apa lagi. begitu banyak yang ingin diketahuinya dari gadis tersebut, Namun Ia akhirnya mengurungkan niatnya.


Tidak banyak yang diketahui orang tentang May Sarah, gadis itu begitu tertutup dengan kehidupan pribadinya. Ia sangat fokus dengan pekerjaannya.


Mereka berdua Diam tanpa berbicara seakan-akan mereka sedang berperang dengan pikirannya masing-masing.


***


Harry memandang istrinya setelah acara resepsi selesai Ia masuk ke dalam kamar bersama dengan istrinya tersebut.


Ia memandang wajah istrinya, Istrinya tampak begitu sangat cantik. Ia kemudian memegang pipi Eka dan mulai mencium bibir istrinya. Eka memandang suaminya tersebut. " Aku sangat merindukan mu. Akhirnya kamu menjadi istri ku," ucapnya yang kemudian mencium bibir istrinya.


" Sebentar lagi magrib kita Maghrib dulu," ucap Eka sambil tersenyum.


Heri memandang Istrinya, Ia menarik nafasnya dengan keras kemudian melepaskannya. " Baiklah aku akan menunggu sampai selesai sholat Magrib," ucapnya sambil tersenyum.


" Aku mau mandi, apa kama mau ikut?" tanya.


Eka tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Wajahnya memerah saat mendengar pertanyaan dari suaminya tersebut. Ia begitu malu kalau harus ikut mandi berdua dengan suaminya. Sedangkan selama ini mereka tidak pernah kontak fisik. Pria itu paling hanya mengusap kepalanya saja.


" Baiklah aku akan mandi, kamu cepatlah mandi. Sebentar lagi akan maghrib, tidak baik mandi ketika magrib. Apalagi pengantin baru," ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya.


Eka hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya tersebut.


****


Bila ingin puas membaca kelanjutan nya langsung ke Channel YouTube author ya. cari saja Dokter Arumi. atau novel Liazta.


Jangan lupa like comment dan votenya ya reader. Terima kasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2