
sesuai keinginan dari bosnya Rasid mengosongkan semua jadwal bosnya . dan memasukkan jadwal jemput istri yang sudah di buat nya di daftar agenda Habibi.
pria itu sedang membereskan barang-barang nya yang ada di atas meja nya. ia melihat jam yang melingkar di tangannya. setelah di rasanya semua barang-barang nya sudah selesai. ia pergi meninggalkan ruangan tersebut dan ia langsung menuju ke kampus istrinya . ia selalu menyempatkan diri untuk menjemput istrinya di kampus dan mengajak istrinya makan ke tempat yang menjadi keinginan istrinya. habibi juga tidak mencari pengantin Sasa. ia menyerahkan semua pekerjaan Sasa ke rasid yang menjadi asisten pribadi nya.
ia cukup mengenal sosok Lely asmira yang akan menikah dengan sahabnya Wahyudi. bisa di bilang ia tau semua yang berkaitan dengan sahabatnya itu. namun ia tidak mungkin memberi taukan hal itu kepada istrinya.
***
senyum manisnya mengembang di wajahnya yang tampan. saat melihat istrinya yang berjalan ke arahnya. Naura berjalan di sebelah Arum. androw berdiri di depan mobil nya. mereka sama-sama menjemput istrinya masing-masing.
"Mak Bun sudah di jemput nih. ucap salah seorang teman mereka". yang bernama Mirna.
"nikmat mana lagi yang engkau dustai. " ucap Ratih.
tidak henti-hentinya teman-temannya mengoda mereka berdua.
mereka berpisah di saat sudah di dekat mobil suaminya.
"mas" ucap Arum dengan tersenyum manis. pria itu memegang tangan istrinya.
" mas jangan pegang-pegang tangan Arum kelau lagi di kampus ." ucapnya sambil menarik tangan nya.
"pegang tangan istri sendiri, emang nya salah ." ucapnya sambil mengusap puncak kepala istrinya.
"teman-teman Arum ngetawain". ucap istrinya sambil memajukan bibirnya yang tipis dan kecil.
pria itu tertawa dan dia malah menarik tangan istrinya dan mencium pipi istrinya. yang membuat istrinya mengomel.
" kalau ngomel mas cium bibir" ancamnya sehingga Arum langsung diam tanpa berani untuk melanjutkan Omelan nya
"Arum, Ara pulang duluan ya. ucap Naura ketika ia akan naik ke dalam mobil ia juga melambai-lambai kan tanganya.
"iya hati-hati" jawab Arum dan melakukan hal yang sama.
"lanjutkan di rumah." ucap androw yang sejak tadi memperhatikan tingkah tetangga depan rumah nya. ia sudah pasti tidak berani melakukan hal yang sama. mengingat istrinya yang akan mengomel habis-habisan.
habibi tersenyum kecil dan mengangkat jempol nya.
"adek mau makan apa?"
tanyanya sambil memegang tangan istrinya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Arum tampak berfikir. " Arum pengen makan pecel lele mbak Ina." jawab nya.
pecel lele mbak Ina?
Habibi seperti mengingat-ngingat nama tersebut.
" mbak Ina tempat Arum kerja dulu. sebelum Arum di asingkan mami. " ucap Arum mengingatkan suaminya.
membuat Habibi tertawa." ia mas ingat sekarang". jawab nya.
mobil tersebut menuju ke arah pecel lele mbak Ina. searah dengan kos-kosan nya dulu.
ternyata sudah cukup lama Arum gak pernah datang kesini. ucapnya.
mobil tersebut, Berhenti di depan pecel lele mbak Ina yang tidak terlalu ramai. hanya ada beberapa pelanggan yang sedang makan. mbak Ina dan mas Heru juga hanya duduk dan mengobrol.melihat mobil berhenti di depan pecel lele miliki nya. mbak ina dan mas Heru langsung berdiri. tiga mobil hitam Berhenti di depan warung nya.
Arum turun dari dalam mobil. ia melihat mbak Ina dan mas Heru.
"mbak Ina" ucap Arum.
Mak ina tidak menjawab, ia hanya diam terpaku. Arum kemudian mendekati nya.
"mbak Ina" ucapnya lagi yang sudah semakin dekat dengan wanita itu
setelah cukup lama mbak Ina diam, ia baru sadar ketika tangan suaminya menepuk pundak nya. dengan gugup ia menjawab suaminya itu.
"aaarummmm ucapnya kemudian"
ia memeluk tubuh perempuan yang ada di depan nya. melihat perut buncit Arum.
"mbak apa kabar?"
tanya Arum.
"kabar mbak ya seperti ini. setelah kamu berhenti dari sini. warung mbak gak seramai dulu lagi. " curhat mbak Ina.
Arum Tampak tersenyum dengan tersebut memeluk tubuh wanita yang jauh lebih pendek dari tubuhnya itu.
__ADS_1
"ayo duduk." ucap mbak Ina sambil menarik tangan arum
para pengawal nya sudah duduk di meja yang terpisah. mereka sudah mulai memesan makanan dan juga minuman untuk mereka.
"mbak ini suami arum" Ucapnya.
mbak Ina Mamandang Habibi. mas Heru sudah duduk di sebelah nya.
"saya Habibi" ucap pria tersebut.
mbak Ina mengerutkan keningnya. ia mengingat-ngingat pria tersebut. mbak ina mengacungkan telunjiknya ke atas ketika ingatan nya sudah terkumpul. " mas ini dulu pernah ke sini untuk cari arumkan?"
ucap mbak Ina yang mendapatkan anggukkan dari habibi.
"iya mbak saya Habibi, yang dulu datang ke sini cari Arum." ucapnya.
"kapan mas? " tanya Arum
waktu adek di pelatihan".ucap Habibi.
" mas kok gak cerita ke Arum sih. " ucap istrinya.
" malu dek ceritain nya" jawab habibi membuat Arum tertawa
" udah berapa lama nikah rum? "tanya Mbak ina.
"sudah satu tahun lebih mbak" jawabannya
"sekarang sudah hamil berapa bulan?"
tanya mbak ina.
"udah jalan bulan ke 7 mbak. "
jawab Arum.
Arum memperhatikan 2 orang pria bertubuh besar yang melintas di depan warung pecel lele tersebut.
"mas yoyo " suara Arum menanggil salah satu dari mereka. dua pria itu berhenti. dan kemudian melihat ke arah suara yang memanggil nya. ia melihat seorang wanita kini berdiri dan melambai-lambai kan tanganya. kedua pria itu berjalan masuk ke dalam warung pecel lele tersebut. dan mendekati sosok cantik yang memangilnya.
"Arum" ucap yoyo.
Arum gak nyangka bisa jumpa di sini sama mas. ucap Arum dengan nada yang begitu senang.
" kabar mas baik rum", ucap yoyo yang menarik kursi dan duduk di meja yang sama.
" mas kerja apa sekarang?"
tanya Arum.
" kamukan tau rum, setelah kami gagal untuk", namun yoyo tidak melanjutkan ucapannya.
kami pensiun jadi pereman dan berahli profesi menjadi ojol. "ucapnya sambil tersenyum.
"kami tidak pernah menyesal waktu itu ngikutin kamu, dan berenca menjual kamu. dan karena pertemuan itu membuat kami sadar. tubuh kami yang besar, sehat dan kuat. kami menggunakan ke jalan yang salah." ucap Hendra.
" pertemuan kami dan kamu waktu itu lah yang menyadarkan kami. kami malu saat melihat tubuh kami yang besar di pakai mencari uang secara tidak halal. namun gadis seperti kamu yang usianya masih sangat muda, mau banting tulang mencari Reski yang halal. " ucap yoyo yang terlihat raut penyesalan di wajahnya yang keras namun sudah tampak kerutan.
" itu artinya mas sudah dapat hidayah. "
ucap Arum kemudian
" ini suami Arum mas" ucapnya memperkenalkan pria yang duduk di sebelah nya yang sejak tadi memiliki raut wajah yang berubah-ubah.
"saya Habibi." ucap pria tersebut.
kedua pria tersebut memperkenalkan diri nya.
"mbak, sisa berapa porsi lagi menunya?
tanya Arum ke mbak Ina.
" 200 porsi nasi cukup rum".
ucap mbak Ina
" Arum borong semua nya ya mbak".
ucapnya. dengan cepat mbak Ina, mas Heru dan anggota kerjanya langsung menyiapkan pesana arum.
__ADS_1
" Arum udah nikah?" tanya Hendra.
" perut dah besar gitu lu tanya udah nikah" ucap yoyo yang menendang kaki temannya.
Arum tersenyum. " iya sudah mas"
" tapi Arum tambah cantik" puji Hendra.
Arum tertawa. "dari dulu juga cantik makanya Arum mas kejar-kejar " ucapnya sambil bercanda.
" kami salah sasaran rum, kami kirain kamu itu gadis desa yang lugu dan polos. tapi ternyata kami salah. badan mas yang besar gini aja bisah kalah sama kamu."
ucap yoyo sambil memegang kepalanya. ia mengingat gadis itu menendang kepalanya.
Arum tertawa mendengar nya.
"mas bentar ya ucapnya kemudian"
ia memanggil may Sarah untuk ke mobil.
saat ia sudah berada di dalam mobil. ia mengeluarkan uang 20 juta dari dalam tasnya.
"kak may, ini uang tolong masuk kan ke dalam amplop. dan satu amplop 2 juta ya". ucap nya yang mendapatkan anggukkan dari may sarah.
Arum kembali ke meja yang tadi di duduknya. ia melihat suaminya berbica dengan pria bertubuh besar tersebut. mereka melanjutkan obrolan nya. setelah semua yang di pesan nya sudah di bungkus mbak Ina. Arum memberikan bungkusan yg 4 pelastik ke pada yoyo.
"ini mas untuk anak-anak dan istri. di bagi aja ya. Arum gak tau berapa orang anggota keluarga mas masing-masing. " ucapnya.
yoyo dan Hendra memandang nya.
"ini untuk kami rum. tanya pria itu seakan tidak percaya. "
Arum mengangukan kepalanya. "iya mas" jawab nya kemudian.
may Sarah datang dengan membawa amplop yang di perintahkan Arum.
"ini buk. " ucapnya sambil memberikan amplop tersebut.
Arum mengambil amplop tersebut, dan kemudian memberikan amplop tersebut ke yoyo .
" ini mas, udah Arum pisahkan 10 amplop. untuk mas berserta rekan-rekan mas. ucapnya.
yoyo membuka salah salah satu amplop tersebut. ia melihat uang yang ada di dalam amplop . air mata nya Tampak meleh.
"rum, ini untuk kami?"
tanya nya. yang mendapat kan angukan dari Arum.
yoyo mencium uang tersebut. "makasih rum, ucapnya. Minggu depan istri mas melahirkan. mas sudah mencari pinjaman untuk persalinan istri mas. tapi belum dapat. mas mau masuk BPJS tapi gak sanggup untuk bayar bulanan nya rum. anak mas ada 2 orang. ucapnya.
" mas, gak usah pikirkan untuk persalinan istri mas. datang aja ke rumah sakit Arumi hospital. biaya nya geratis khusus istri mas yoyonanti minta aja perawat untuk menghubungi arum. " ucapnya.
yoyo diam mulutnya terbuka.
"Arumi hospital itu Arum yang punya?"
tanyanya yang mendapat anggukan dari Arum.
mereka pergi dengan menenteng kantong pelastik yang berisi nasi tersebut. ucapnan terimakasih entah sudah berapa kali mereka keluar kan sampai akhirnya mereka pergi.
****
habibi melihat istrinya.
" adek kenapa gak pernah cerita kalau pernah di todong reman."
ucapnya.
Arum senyum " emang nya mau di ceritain apa sih mas. dulu waktu Arum masih ngekos di dekat sini. Arum masih sering ketemu sama mas-mas mantan reman itu. tapi setelah pindah ke rumah ibu, udah gak pernah ketemu. ucapnya.
habibi memandang wajah istrinya. ia kemudian mencium punggung tangan istrinya.
" selagi adek ngelakuin hal yang baik, mas gak larang" ucap nya.
******
like, komen dan vote nya ya reader.
makasih
__ADS_1