Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 328


__ADS_3

"Mimi, Mimi bangun," ucap Vira yang membangunkan Arum.


Arum membuka matanya ketika merasakan telapak tangan kecil yang halus menyentuh pipinya. Arum tersenyum saat melihat gadis kecilnya duduk di sampingnya. "Ini udah nyampe rumah ya?" ucap Arum yang mengusap kepala putrinya.


"Mimi kebiasaan kalau sudah tidur nggak mau dibangunin jadi pipi yang gendong," ucap Vira yang melipat tangannya di bawah dada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Arum tersenyum memandang putrinya. "Mimi tadi ngantuk, Nggak sadar kalau ketiduran," ucapnya.


"Mimi tidak biasanya seperti ini," ucap Vira.


"Ya nggak tahu tadi Mimi ngantuk sekali," ucap Arum menutup mulutnya ketika sedang menguap.


Vira diam sambil mengerutkan keningnya .


"Pipi mana?" tanya Arum saat di lihatnya suaminya tidak ada di dalam kamar.


"Pipi ada di bawah sama papi Androw," ucap Vira.


"Rangga?" tanya Arum.


"Rangga dan Vino lagi main di bawah. Vira disuruh pipi bangunin Mami udah sore. Kata pipi, Mimi di suruh mandi" ucap Vira.


"Ya udah mimi mau mandi sebentar," ucapnya.


"Iya Mi, Vira turun duluan," ucap Vira yang mencium pipinya.


Arum menganggukkan kepalanya dan memandang putrinya yang berlari meninggalkan kamarnya.


"Vira," ucapnya ketika Putrinya sudah keluar dari pintu kamarnya.


"Ada apa mi," ucap Vira yang memegang gagang pintu dan berencana untuk menutupnya.


"Vira Jangan lari-lari, jalan aja," ucapnya.


"Iya mi, Vira turun tangga gak pakai lari. Da Mi," ucap Vira yang tersenyum dan melambaikan tangan.


Arum tersenyum dan melambaikan tangannya dan memberikan ciuman jarak jauhnya.


Arum keluar dari dalam kamar mandi dengan melilitkan handuk di rambutnya. Matanya masih terasa mengantuk walaupun sudah mandi.


Arum merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah memakai piyama tidurnya. Handuk yang melilit rambutnya dibiarkannya agar rambutnya cepat kering. Di lihatnya tasnya yang ada di atas tempat tidur dan mengambil ponselnya dari dalam tas tersebut. Arum menutup mulutnya ketika ia kembali menguap saat melihat layar ponselnya. Rasa kantuknya sudah tidak bisa di tangannya dan pada akhirnya kembali tertidur.


***

__ADS_1


Habibi masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang tertidur di atas tempat tidur. Habibi duduk di samping tempat tidur dan mencium kening istrinya. "Sayang bangun," ucap Habibi yang membangunkan istrinya.


Arum bangun dan memandang suaminya. "Arum masih ngantuk," ucapnya.


"Ini udah mau magrib salat dulu," ucap Habibi yang mencium bibir istrinya.


"Vira sama Rangga mana?" tanya Arum.


"Tadi masih dibawah main mas tinggalkan. Sebentar lagi pasti naik," ucapnya


Habibi mengerutkan kening saat istrinya meletakkan kepalanya di atas pahanya. "Ada apa?" tanya.


"Gak ada," ucapnya.


"Ini udah mau magrib nanti manja-manjanya," ucap Habibi yang mencubit hidung istrinya.


Arum menganggukan kepalanya dan duduk.


"Mi pasangin mukena Vira," ucap Vira yang naik ke atas tempat tidur sambil memeluk mukenanya yang berwarna pink.


"Udah wudhu?" tanya Arum.


"Udah mi, rambut Vira nih masih panas," ucapannya sambil menunjukkan anak rambutnya.


Habibi memperhatikan Rangga yang memakai sarung kecilnya. Anak laki-laki itu terlihat kesulitan saat memakai kain sarung. "Sini dibantuin," ucap Habibi.


Rangga berjanan dan mendekat ke arahnya. "Bisanya saya tidak pernah kesulitan saat memakainya," ucap Rangga ketika Habibi memasangkan kain sarung nya.


Habibi tersenyum dan mengusap kepalanya. "Kalau Rangga tidak bisa pasang sendiri, minta tolong aja sama pipi," Ucapnya.


Rangga diam saat mendengar ucapan Habibi.


"Iya pak Habibi," Ucapnya.


"Panggil pipi aja, jangan panggil bapak lagi," ucap habibi mengusap kepalanya dan pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.


"Mi ambil wudhu dulu," ucap Arum yang kemudian pergi ke kamar mandi setelah suaminya keluar dari dalam kamar mandi.


Habibi mencium kening dan pipi kanan dan kiri istrinya, kemudian mencium kening, pipi kanan dan kiri putrinya seperti biasa dilakukannya setelah selesai salat. Ia juga mencium kening Rangga dan pipi anak laki-laki tersebut.


Rangga begitu sangat senang, hingga senyumnya tidak hilang dari wajah nya yang ganteng dan imut-imut. Rangga tidak ada henti-hentinya memandang Habibi saat dia juga di cium oleh pria tersebut.


***

__ADS_1


"Mi, aunty mau pulang ke Indonesia," ucap Vira ketika sedang makan malam.


"Kapan?" tanya Arum.


"Belum tahu katanya mungkin minggu depan," ucap Vira yang memotong steak dagingnya.


Arum menganggukkan kepalanya sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


"Mi nanti Vira jemput Aunty ya pulang ke sini," ucap Vira.


"Vira kirain Amerika itu dekat?" ucap Arum.


"Jauh Mi, tapi kita bisa naik jet pribadinya pipi," ucapnya tersenyum lebar.


Arumi memandang putrinya dan mengerutkan keningnya saja.


"Pipi nanti kita ke Amerika ya jemput Aunty," ucap Vira yang rayu.


Habibi memandang istrinya. "Arum mau ikut," ucapnya senang.


"Ya udah nanti kalau aunty mau pulang kita ke sana," ucap Habibi.


Rangga hanya diam sambil mengunyah daging di dalam mulutnya.


"Rangga mau ikut?" tanya Habibi.


"Mau," ucapnya Dengan cepat.


"Vira juga bawa Vino," ucap Vira yang tersenyum genit.


Mata Arum dan habibi terbuka lebar saat mendengar ucapan putrinya.


***


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya reader. 😊


Terimakasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏


.


*****


-'

__ADS_1


__ADS_2