
Habibi lemas seketika. Perawat tersebut langsung berlari. Ia duduk kembali setelah merasakan kakinya yang lemas. Tak lama perawat masuk kembali ke dalam ruangan operasi dengan membawa 2 kantong darah. Pintu ruangan kembali tertutup.
Habibi melihat pintu yang kembali terbuka.
“Ada apa sus?” Tanya Habibi.
Ardi dan Siti langsung mendekati perawat tersebut.
“Maaf pak, kami butuh darah 4 kantong darah. Stok yang ada hanya 2 kantong. Pihak rumah sakit sudah menghubungi bank darah namun tidak ada untuk golongan darah B. Apakah pihak keluarga bisa membantu mencarikan pendonor?”
“Golongan darah saya B dok. Saya memang tergabung dalam PMI. Terakhir kali saya donor 3 bulan yang lalu. Anda bisa mengambil darah saya dok.”
“Baiklah kita langsung ke ruang transfusi darah.”
“Baik sus.”
“Masih kurang 1 lagi kantong lagi pak.”
“Saya akan mencarinya.” Jawab Anita.
Siti semakin menagis membayangkan kondisi putrinya.
Anita menghubungi Wahyudi
“Hallo Assalamu’alaikum Tante.”
“Wa’alaikumsalam. Di, stok darah B masih ada di rumah sakit?”
“Maaf Tante, lagi habis,” jawab Wahyudi.
“Tadi masih ada 2 kantong.”
“Iya, tapi tadi ada pasien kecelakaan yang butuh darah 3 kantong dan sekarang masih mencari 1 kantong lagi.”
“Kamu hubungi semua karyawan untuk mencari golongan darah B.”
“Iya Tante.”
“Rasid.”
__ADS_1
“Iya pak.”
“Kamu informasikan karyawan yang memiliki golongan darah B.”
“Baik pak.”
Ponesl Anita berdering, dengan cepat Anita mengangkat telpon tersebut.
“Hallo Di gimana?”
“Ada beberapa orang yang golongan darah B. Siska sedang hamil. Ramah sedang haid. Ida menyusui dan pak Rahmad kepala OB habis minum obat sakit kepala. Kalau saya golongan darah AB buk. Bagaimana kalau kita buang A nya kita ambil B nya buk.”
Wahyudi jangan bercanda kamu.” Anita yang sudah panik jadi tambah kesal dengar Wahyudi yang bicara ngaur.
“Maaf buk. Saya juga panik. Sudah hubungi bank darah, namun stok juga kosong. Saya akan mencari ke RS lain buk.”
“Baiklah.”
Sambung terputus.
“Maaf buk, apa sudah dapat pendonornya?”
“Tolong diusahakan cepat buk.”
“Iya sus.”
Perawat tersebut kembali masuk ruang.
“Gimana Sid,” tanya Habibi.
“Ada pak Yuli di bagian CS dan pak Indra di bagian pemasaran.”
“Suruh ke sini.”
“Baik pak.”
“Golongan darah kamu apa?”
“Saya gak tau pak.”
__ADS_1
Saat perawat keluar dari ruangan Habibi memanggil perawat tersebut. “Coba cek golongan darah pria ini.” Pinta Habibi.
“Baik pak.”
Perawat tersebut membawa Rasid ke dalam ruangan untuk mengecek golongan darahnya. Wajah Rasid pucat seketika. Ia melihat selang merah mengalir di tangan Ardi jantung Rasid berdetak semakin kencang. Mungkin karena takut.
Seorang perawat datang membawa jarum kecil dan tabung kecil untuk menampung darah. Perawat tersebut mencucukkan jarum ke jari telunjuk Rasid dan meneteskan beberapa tetes ke dalam wadah kecil tersebut. kemudian pergi. Tangan Rasid dingin seketika. Ia gak bisa membayangkan apa bila golongan darahnya B. Apa ia bisa pingsan saat transfusi darah berlangsung? Pikirnya. Belum hilang pikiran ketakutannya, perawat tersebut datang dan bertanya kepada Rasid. “Apakah ada mengkonsumsi obat-obatan?”
Rasid menggelengkan kepalanya.
“Riwayat penyakit?”
Rasid kembali menggelengkan kepalanya.
Perawat tersebut meminta Rasid untuk berbaring. Rasid melihat kantong kosong untuk penampung darah jarum dan selang.
Ah. Rasanya pengen lari. Perkataan yang tidak sanggup dikeluarkan. Rasid hanya bisa pasrah dan memicingkan matanya.
Habibi mendekati perawat yang tadi pergi bersama Rasid.
“Gimana sus?”
“Sudah dapat 2 pak pendonornya.” Perawat tersebut ke kembali menutup pintu.
Wahyudi datang ke rumah sakit tersebut. Ia mendekati Anita dan Habibi.
“Gimana Tante?”
“Gak tau Di, dari tadi dokternya belum keluar-keluar. “Apa kamu boleh masuk Di, kamukan sepesialis bedah.
“Gak tau tante. Tapi kalau bisa masuk, aku ingin masuk ke dalam. Siapa dokternya Tante?”
“Tante juga gak tahu.”
Wahyudi duduk sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya.
******
maaf ya reader. author juga gak tau kok bisa banyak up nya banyak tapi episode yang sama. sebagai ucapan maaf author dan untuk menembus rasa bersalah author. maka auyy up lagi. untuk tulisan yg kurang tepat dan sebagainya mohon maaf kan author gantuk.
__ADS_1