Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 226


__ADS_3

"Setelah peristiwa itu semuanya menyalakan Mas, baik itu Alumni dari universitas, Teman-teman satu angkatan dan apa lagi pihak keluarga Mawar. Termasuk mas sendiri yang menyalahkan diri Mas," ucap Rio yang terus bercerita.


" Kedua saudara Mawar, Fatan dan juga Gilang begitu membenci Mas. Setelah Mawar meninggal kedua orang tua mereka mulai sakit-sakitan, mama dan papa Mawar sangat terpukul atas kematian Putri kesayangan mereka yang menjadi kebanggaan nya. Tidak lama setelah Mawar meninggal, Mas mendengar kabar mamanya Mawar juga meninggal. Pada saat itu Mas datang ke rumah Mawar, namun Gilang dan juga Fatan begitu marah kepada Mas. mereka memukul Mas habis-habisan. Mas bisa saja melawan mereka, mereka berdua bukanlah tanding Mas. namun Mas tidak mampu untuk melawan mereka. Mas hanya diam saat mereka membabi buta memukul mas. Mulut mas berdarah saat Gilang langsung menendang Mas saat duduk di depan jenazah Mama nya Mawar. namun Mas sama sekali tidak merasa sakit sedikit pun. Mereka berdua memukul mas habis-habisan secara bergantian. Sampai Rara datang dan melindungi mas. Rara yang membawa mas keluar dari rumah itu. Bila Rara tidak datang mungkin mas sudah mati di pukul Gilang dan juga Fatan, tampa ada yang mau membela Mas. semua yang datang ke rumah itu hanya memandang Mas," ucap nya sambil mengusap air matanya dengan telapak tangannya.


Setelah itu, mas sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita manapun, baik itu hanya sebatas teman atau lebih dari itu. Mas benar-benar hidup dalam penyesalan. sampai Mas berjumpa dengan kamu.


Pada saat Mas ketemu sama kamu dan pada saat itu Mas berpikir mungkin sudah saatnya mas melupakan semuanya. walaupun Mas tau bahwa Gilang dan juga Fatan pasti mencari kesempatan untuk membalas dendam kepada Mas, dan ternyata waktunya sudah tiba mereka datang untuk membalaskan dendam. Sekarang mereka sudah pergi dan mas sangat berharap mereka bisa hidup dengan apa mestinya.


Maya hanya diam mendengarkan Rio bercerita kepadanya ini untuk pertama kalinya ia mendengar Rio menceritakan tentang masalah pribadinya.


Rio menceritakan semuanya kepada Maya tanpa ada yang di tutupinya.


Untuk pertama kalinya ia melihat sisi berbeda dari Rio.


" Apa mereka tertangkap?" Tanya Rio.


" Maya menggelengkan kepalanya.


mereka berhasil melarikan diri," jawabnya Maya.


" Apa polisi sudah mengetahui pelakunya?" ucap Rio.


" Belum," jawab Maya.


" Yang mereka cari hanyalah Mas, mereka hanya menginginkan kematian Mas saja dan saat ini mereka sudah mengira Mas pasti mati. Mas minta biarkan saja mereka pergi mereka tak akan pernah lagi kembali ke sini," ucap Rio yang penuh dengan keyakinan.


Maya hanya memandang Rio bercerita.


" Tidak masalah bila mereka menganggap Mas sudah mati. Dengan begitu mereka bisa kembali hidup seperti dulu. Mas sangat berharap mereka bisa hidup seperti dulu. Mas ingin mereka memulai semuanya dari awal," ucapnya sambil meneteskan air matanya.


Maya menganggukkan kepalanya.


" Pada waktu itu Mas sudah berusaha untuk bisa menolongnya. Mas akan mengatakan padanya bahwa Mas mau menerimanya Namun ternyata semuanya terlambat mas nggak tahu kenapa mawar bisa berpikiran sedangkan itu. saat mas menerima pesan yang dikirim nya, Mas langsung pergi meninggalkan pekerjaan mas begitu saja. mas sangat mengenal mawar dia tidak pernah main-main dengan ucapannya.


*****


" Halo," ucap Habibi saat mengangkat telepon yang ada di dalam kamarnya.


" Halo Tuan ada Tuan Androw dan juga Ibu Naura dibawa," ucap bik Ani dari sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


" ya udah saya turun," ucap Habibi


" Ada apa mas," tanya Arum


" Tetangga depan rumah datang," ucap Habibi.


"Arum boleh turun nggak jumpa Ara," ucap Arum.


" Iya boleh," ucap pria tersebut sambil memegang tangan istrinya. Ia tahu istrinya pasti sangat bosan selepas melahirkan, bisa dikatakan istrinya tidak pernah keluar rumah.


Vira tanya Arum.


Habibi tertawa " Maafin pipi yang melupakan anak pipi yang cantik," ucapnya sambil mencoel pipi Putri kecilnya.


Arum mengambil putrinya tersebut dari atas tempat tidur ia menggendong putrinya dan berjalan di sebelah suaminya.


"Arum," suara Ara yang sudah terdengar memanggilnya saat iya berjalan ke ruang tamu.


" Ara," ucap Arum sambil memandang sahabatnya itu.


" Ingat sayang kamu jalannya jangan cepat-cepat," ucap Androw yang mengingatkan istrinya.


" Aku takut kamu lupa sayang, bahwa saat ini kamu sudah membawa dram besar diperut mu," ucap Androw yang tersenyum memandangnya istri


Ara hanya memajukan bibirnya saat Ia mendengar suaminya mengejak nya. Ara memandang wajah suaminya yang sudah memiliki jenggot di dagunya.


Ara mengambil vira yang ada di tangan Arum.


" Satu hari gak ketemu dah rindu kali sama sama Vira," ucapnya yang sambil mencium pipi gadis kecil yang masih tertidur tersebut.


" Arum, Ara bangunin ya," ucapnya.


Arum tertawa mendengar ucapan Ara "Coba aja kalau bisa," ucapnya.


" Susah ya bangunin nya? atau pipinya aja ya yang ara gigit." Ucap Ara yang tidak tahan melihat pipi gembul bayi tersebut.


" Jangan," ucap Habibi.


" Ara yang jumpa sebentar aja nggak tahan lihat pipinya apalagi kami," ucap harum Sambil tertawa. Ia memperhatikan pipi putrinya yang di gendong sahabat nya.

__ADS_1


" Hai Vira bangun dong ini ada mami ara," ucap Ara sambil mencoel pipi bayi mungil tersebut. Bibir bayi itu semakin membulat. namun matanya tetap terpejam. Bayi mungil tersebut tampak begitu nyaman di dalam bedong yang membalut tubuhnya.


" Ada acara nggak biar bisa bangun," ucap Ara yang begitu penasaran ingin membangun kan bayi cantik tersebut.


" Dari tadi geraknya cuman dikit aja. seperti nya dia malas bergerak hari ini. tapi gitu megang Vira gerakan makin kuat," ucap Ara yang merasakan tendangan dari bayinya.


Androw tertawa mendengar ucapan istrinya. " baby boy ku ternyata sudah tau cewek cantik," ucapnya.


" Ara pengen bangunin Vira," ucap Ara.


"Buka saja bedongnya," ucapan andraw


" Bagaimana Mas tahu," ucap Habibi memandang pria tersebut.


" Biasanya anak bayi akan bangun bila dibuka bedong nya," ucapnya Androw.


arah yang duduk di sofa mengikuti ucapan suaminya Ia membuka bedong bayi tersebut.


Vira mulai bergerak saat pembungkus tubuhnya sudah dilepas kan. namun Ia kembali tidur. " Masih belum mau bangun mas," ucap Ara yang begitu gemas.


Namun melihat Vira Yang tidur lelap membuat Ara menjadi tidak tega untuk membangun kan bayi tersebut. ia kembali membedong bayi tersebut.


" Gimana tanya Arum kepadanya saat suami-suami Mereka sudah pergi ke teras depan.


" Apanya!" tanya arah


" kandungan Ara?" tanya Arum.


ya kata dokter sih masih nunggu 2 bulan lagi ucap Ara.


****


Reader author minta bantu like ya novel author yang berjudul cinta dan terkena nafisa dan my love Wahyudi.


terimakasih kasih ya atas dukungan nya.


author minta like, komen dan votenya ya.


terimakasih ya reader semua.

__ADS_1


__ADS_2