
" Mas Ara mau melahirkan normal," ucapnya kepada Androw saat Ia selesai melakukan pemeriksaan ukuran panggul ternyata memang ukuran panggul nya juga tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal berhubung bayinya cukup besar.
" Tidak apa-apa sayang yang penting kamu selamat anak kita juga sehat," ucap Androw yang berusaha menenangkan istrinya.
Sebenarnya Ara ingin mengatakan bahwa Ia begitu takut untuk melakukan operasi SC tersebut. Sebagai calon seorang Dokter Ia sangat tau tindakan-tindakan yang akan didapatkan nya. Apa saja efek yang akan di rasakan nya. Namun sebagai calon Dokter Apakah boleh Ia mengatakan bahwa saat ini Ia begitu takut untuk menjalani operasi tersebut. Apa dulu Ia salah mengambil jurusan saat kuliah?" pikirnya.
Androw sudah memilih tanggal untuk operasi istrinya Ia juga sudah memesan kamar VIP untuk persalinan istri nya nanti. Ia juga memesan Dokter sepesialis kandungan terbaik di Amerika yang memang biasa menangani keluarga Smith.
Androw melihat wajah istrinya yang begitu sangat sedih Ia memeluk tubuh istrinya yang kecil tersebut.
" Aku akan slalu ada di dekat mu," ucapnya menenangkan istrinya. Ia memilih rumah sakit Arumi untuk tempat persalinan istrinya nanti
" Mas, Ara takut," ucap istrinya memeluknya.
" Aku yakin kamu pasti bisa sayang,' ucapnya sambil mencium kening istrinya.
" Mas janjikan bakalan nemenin Ara," ucap istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tentu saja sayang aku tidak akan meninggalkanmu," ucapnya sambil memeluk istrinya. Ia juga tidak sanggup bila istrinya harus mengalami operasi Caesar, namun Ia juga tidak ingin mengambil resiko bila memaksa untuk normal. Ia juga sangat takut, dan Ia tidak ingin terjadi apa-apa terhadap calon bayi serta istrinya. Ia mengusap perut istrinya. " Hai boy, nanti kamu jangan nakal ya nak, kasihan mami . Sebenar lagi kita akan berkumpul bersama," ucapnya. Ia kemudian mencium perut istrinya.
***
" Sayang jangan terlalu di pikirkan, kamu tidak boleh stres dan juga takut," ucap Androw saat Ia melihat istrinya yang tampak melamun.
" Iya Mas," jawab nya.
" kamu mau apa sayang," tanya Androw.
" Ara pengen bubur," Ucapnya yang sedang menginginkan makanan yang manis-manis.
" Bubur apa sayang?" tanya nya.
" Bubur kampiun," ucap Ara.
kening Andrew berkerut saat mendengar permintaan istrinya. " Apa itu?
itu bubur sejenis apa?" tanyanya yang baru mendengar nama yang di sebutkan istrinya.
" Buburnya campur-campur, ada cenilnya, bubur sumsum, bubur kacang ijo dan bubur pulut hitam dan pulut putih," ucap Ara menjelaskan. Air ludahnya serasa sudah menetes saat membayangkan menyantap bubur tersebut.
Androw mengambil pena dan juga kertas.
" Ini sayang, coba tulis apa saja tadi," ucapnya.
Ara mengambil pena dan kertas di tangan suaminya dan menulisnya. "Ini Mas," ucap nya sambil menyerahkan kertas tersebut.
" sebentar ya sayang, aku akan memberikan nya ke chef," ucapnya. kemudian pergi
Ara merubah posisinya. Ia mencari posisi yang Yaman untuk nya saat ini. Ia berbaring dengan miring ke arah kanan.
Ara melihat suaminya yang masuk ke dalam kamar nya. Ia kemudian tersenyum memandang suaminya. Androw berbaring di depan istri nya. tangan nya melingkar di pinggang istrinya.
" Apa kamu menginginkan Vira untuk di bawa ke sini," ucapnya kepada istrinya, Ia begitu tahu bawa istrinya sangat menyayangi anak sahabatnya itu, bila sehari tidak bertemu dengan Vira, Ara merasa sangat merindukan bayi tersebut.
" Apa dikasih miminya kalau Vira dibawa ke sini," tanya Ara.
" Coba hubungin dulu, bila Arum mengizinkan nya. aku akan menjemput calon minantu kita kerumah nya sayang," ucap Androw.
" Hari ini gerak vino gak kuat, soalnya belum jumpa vira," Ucapnya sambil memegang perutnya . Ia juga tidak mengerti, bagaimana mungkin putra nya bisa bergerak dengan sangat aktif bila Ia memegang bayi cantik tersebut. Bila Ia sedang tidak memegang bayi itu, terkadang putranya tidak mau bergerak.
"Coba telepon Arum, bila Arum mengizinkannya aku akan menjemputnya," ucap Androw,"sambil mengambil ponsel istrinya dan menyerahkan nya kepada Ara.
Ara menghubungi nomor sahabatnya itu.
" Halo assalamu'alaikum," jawab Arum saat mengangkat telepon dari Ara.
" Waalaikum salam Arum , Ara rindu sama Vira . Vira nya boleh Ara bawa ke rumah gak?" tanya Ara dengan suara yang terdengar ingin menangis.
__ADS_1
" Ara kenapa?" tanya Arum saat mendengar suara sahabatnya itu.
" Ara sudah cek dan ternyata Ara memang gak bisa untuk normal jadi Ara Cesar dan jadwalnya sekitar satu minggu lagi. Ara di minta untuk banyak beristirahat dan tidak boleh banyak pikiran dan juga stress menjelang SC Nanti," Ucapnya.
" Gak papa Cesar Yang penting kan Ara dan bayinya sehat," ucap Arum.
" Iya Mas Androw juga bilangnya begitu. Kata Mas Androw yang penting kan Ara selamat bayinya juga sehat. hari ini Vino belum ada ketemu sama Vira jadi dari tadi gerak nya dikit banget. Ara juga rindu Vira," Ucapnya.
Arum tertawa saat mendengar ucapan sahabatnya itu Ia tahu selama ini Vira dijadikan pancingan agar Vino bergerak dengan kuat. Sahabatnya itu juga sangat menyayangi putrinya.
" Ya udah Arum minta sama kak Mei Sarah untuk nganterin Vira ke rumah Ara," ucap Arum.
" Mas Androw bisa jemput," ucap Ara.
" Mas Androw temani Ara aja. tunggu sebentar ya biar di antarin kak May. ini Vira lagi mimik," Ucapnya.
" Ya udah kalau gitu biar ditungguin Mas Androw di depan ya," ucapnya.
sambungan telepon pun terputus setelah mereka mengakhiri pembicaraannya.
" Vira di antarkan kak May Mas," ucap Ara.
" Aku akan menunggunya di bawah," ucap Androw . Pria itu kemudian mencium kening istrinya serta perut istri. Ia membalikkan badannya. " Aku lupa sayang," Ucapnya yang kemudian mencium bibir istrinya.
Ara tersenyum memandang suaminya tersebut.
Androw berdiri di depan rumahnya. Ia langsung mendekati bayi tersebut Begitu melihat Vira datang yang di bawa oleh May
Androw langsung mengambil bayi yang di dalam baby stroller nya yang berwarna biru sama dengan baju yang sedang di pakai nya.
" sayang papi cantik sekali," Ucapnya mengendong bayi itu dan mencium pipi nya.
" Kamu boleh meninggalkan nya di sini," ucap Androw ketika may Sarah mengikuti langkah kaki nya dari belakang,"
" Tidak tidak apa tuan Androw, saya akan menunggunya di sini," ucap Bodyguard cantik yang berhijab tersebut.
Mai Sarah menganggukkan kepalanya.
" Silakan tuan, saya akan menunggunya di ruang tamu ini saja," ucapkan May Sarah yang sudah duduk di ruang tamu.
" Baiklah aku akan meninggalkanmu, " kamu boleh menonton tv dan sebagainya," ucap Androw. Namun sebelum Ia pergi, Ia meminta kepada para pelayannya untuk menemani Mei sarah duduk di depan. Agar Bodyguard cantik itu tidak kesepian.
Ia kemudian membawa Vira naik ke atas menuju ke kamarnya sedangkan May Sarah duduk di ruang tamu menunggu Vira.
"Sayang lihat aku membawa Vira," Ucapnya ketika Ia masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sedang berbaring miring.
Androw meletakkan bayi tersebut di samping Istrinya. " Mas pinggang Ara sakit," ucap Ara sambil memijat pinggangnya.
Androw memijat-mijat pinggang istrinya dengan sangat lembut.
saat Vira berada di sampingnya dia langsung merasakan tendangan putranya dari dalam.
" Mas Vino langsung gerak, Dia nendang," ucap Ara yang mengambil tangan suaminya dan meletakkan di perutnya yang terasa menonjol.
Andrew tertawa saat merasakan penjualan tersebut. " Ternyata kamu memang putra ku. kamu sangat mengetahui wanita yang cantik," ucap nya.
" Ara gak mau Vino jadi pelyboy," protes istrinya.
Androw tertawa saat mendengar ucapan istrinya tersebut.
Ara mulai tertawa saat melihat bayi mungil di depannya. dia tahu bahwa Vira sudah pandai diajak main. " Cilub...ba ucap nya ketika Ia menutup wajah bayi itu dengan selimut tipis dan kemudian menariknya secara pelan-pelan. Bayi itu tertawa sangat besar. jari-jari mungil bayi itu memegang hidung, matanya.
" Aku sudah tidak sabar menunggu anak kita lahir sayang," ucapan Androw saat melihat bayi cantik tersebut.
" Iya, kalau pinjam Vira cuman sebentar, kalau nanti vino sudah lahirkan bisa dia sama ara terus," Ucapnya sambil tersenyum.
Mereka tidak ada habis-habisnya tertawa saat bermain bersama dengan bayi mungil tersebut.
__ADS_1
Melihat bayi itu rasa takutnya perlahan-lahan mulai hilang Ia kembali bersemangat untuk menjalani operasi Cesar nya minggu depan. Androw juga sudah berjanji dengannya akan menemaninya di rumah selama satu minggu full.
****
"Assalamu'alaikum sayang," ucap Habibi ketika pria itu sampai di rumahnya.
" Waalaikumsalam," ucapnya sambil tersenyum dan mencium punggung tangan suaminya yang berdiri di ambang pintu rumahnya.
" Vira mana?" tanya nya ketika tidak melihat putri kesayangannya
" Dipinjam Ara bawa ke rumahnya," ucap Arum.
" Di pinjaman Bagaimana?" tanyanb Habibi saat mendengar jawaban istrinya.
" Biasanya Ara yang tiap hari datang ke sini, kalau nggak Arum yang main ke sana . cuman sekarang Ara lagi mau nunggu jadwal operasinya, Jadi disuruh banyak istirahat karena dia nggak bisa ketemu sama Vira
tadi mas androw minjem Vira bawa ke rumahnya," ucap Arum.
" Sudah lama?" tanya Habibi.
" Hampir dua jam jam, bentar lagi bakalan nangis kok minta susu pasti pulang," ucap istrinya yang terdengar cuek.
Habibi membuka jasnya dan hanya memakai baju kemeja yang ada di dalamnya Ia juga membuka dasinya dan meletakkan nya di kursi ruang tamu. " Ayo jemput,' ucap nya sambil menarik tangan istrinya.
" Apa gak ganti baju dulu?" tanya Arum.
" Gak usah nanti aja," jawabnya yang sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan putrinya.
Mereka kemudian jalan ke rumah sahabatnya yang ada di seberang rumahnya.
pelayanan Androw yang melihat Habibi dan Arum datang, langsung datang memanggil memanggil. majikan nya. Habibi melihat May Sarah yang duduk di sofa ruang tamu tersebut.
Androw turun ke bawah bersama dengan istrinya sambil menggendong Vira.
Arum tersenyum saat melihat sahabatnya itu.
" Ayo mami Ara harus semangat, nanti Vira akan temani saat operasi nya," ucap Arum yang memberi semangat untuk sahabnya itu.
Ara tersenyum. " Udah main sama Vira, jadi semangat dan gak sabaran nungguin jadwal," Ucapnya sambil mengusap perut nya.
" Nih mas pegang, tadi katanya kangen," ucap Arum yang memberikan putrinya yang sedang tertawa Ke tangan suaminya.
" Adek mau ke mana?" tanya Habibi ketika Ia melihat Arum yang berjalan bersama dengan Ara.
" Kami mau nyantai cerita di belakang," Ucapnya yang kemudian pergi menuju ruang keluarga.
Androw dan Habibi yang berdiri di ruang tamu tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka saat melihat istri-istrinya tidak menghiraukannya lagi ketika mereka sudah berjumpa berdua.
" Ayo kak May," ucap Arum mengajak bodyguard nya untuk kebelakang.
Habibi mencium pipi putrinya dia begitu sangat merindukan putrinya tersebut. Ia sengaja cepat pulang agar bisa langsung berjumpa dengan putrinya. " Sayang pipi sudah pandai jalan-jalan ya," ucapnya sambil mencium pipi putrinya tersebut.
Androw tersenyum mendengar ucapan pria tersebut." Ara sangat merindukannya sedangkan dia sekarang sudah tidak terlalu kuat lagi untuk main-main, makanya aku meminjam putri mu," ucapnya kepada Habibi.
" Iya gak apa Mas," ucap pria itu yang kemudian duduk di sofa.
" Kapan Ara melahirkan nya," ucap Habibi.
" Dalam Minggu depan, aku sudah tentukan hari Jumat, tanggal 10 jam 11. karena aku ingin saat ia lahir pas saat masuk waktu sholat Jumat," ucapnya yang sudah menyiapkan nama putranya vino Al Kahfi Smith.
" Aku akan mendoakan keselamatan untuk istri dan anak Mas," ucap Habibi.
****
jangan lupa like komen dan votenya ya reader.
terimakasih atas dukungan nya
__ADS_1
😊😊🙏🙏