
Pak Abdul datang kembali ke ruang direktur utama.
“Permisi pak.”
“Iya masuk. Bagai mana?” tanya Habibi.
Satu-satunya nomor hp yang bisa di hubungi hanya nomor ibu kandung dari nona Arumi pak. Abdullah berusaha untuk menjelaskan, sambil memberikan nomor hp tersebut. Tertulis nama ibu Arumi. Siti Kalsum.
“Baik lah aku sangat puas dengan kerja mu. Apa pak Abdul tau tentang gadis tersebut.” Tanya Habibi.
“Maaf pak. Yang saya tau dia gadis yang Sholehah dan rajin. Dia juga sangat pintar. nilai UNnya rangking 5 di Indonesia. Sertivikatnya juga sangat banyak.” Jawab Abdul.
“Keberadaannya saat ini?” tanya Habibi.
“Tidak ada yang mengetahui nya pak,” jawab Abdul.
“Baik pak terima kasih. Kamu bisa kembali ke ruangan mu.”
“Baik pak saya permisi.” Abdul keluar dari pintu tersebut menuju ruangnya.
Habibi duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi kerja, sambil memutarkan kursi tersebut ke kanan, ke kiri. Ia memegang kertas yang bertuliskan nomor hp tersebut. ia berfikir dengan sangat keras. Bagaimana caranya aku menghubungi ibu Arumi. Habibi teringat Arumi yang pernah ceritakan bahwa ibunya memiliki sakit jantung. Aku tidak ingin sakit jantung ibunya kumat. Habibi masih memutar-mutar kursi tersebut. Habibi memikirkan kalimat-Kalimat yang tidak menimbulkan kecemasan ibu Arumi. Setelah mendapatkan kalimat yang rasanya pas, Habibi mengetik nomor hp di ponselnya dan memangil nomor yang di tujukan.
“Hallo Assalamu’alaikum,” terdengar suara ibu Arumi di telpon Habibi.
“Wa’alaikum salam. Ibu, ibunya Arumi?” tanya Habibi.
“Iya benar, saya ibu Arumi. Ada apa ya nak?”
__ADS_1
“Saya Habibi buk, temannya Arumi. Ibu apa kabar Bu?” tanya Habibi membuka pembicaraan dengan hati berdebar dan berusaha menyusun kata-kata yang pas.
“Kabar ibu baik nak.” Jawab ibu Arumi.
“Ibuk sehat?” tanya Habibi lagi.
“Alhamdulillah sehat nak.”
“Arum apa kabar Bu?” tanya Habibi.
“Arum baik nak. Sekarang Arum di Jakarta sedang bekerja.”
Habibi langsung terdiam mendengar penuturan ibu Arumi. Ternyata wanita ini belum tau tentang anaknya.
“Apa Arum ada menghubungi ibu? Tanya Habibi
“Ada nak, beberapa hari yang lalu. Arum sibuk kerja. makanya dia tidak bisa menghubungi ibu sering-sering.”
“O iya nak. Nanti ibu sampaikan,” jawab ibu Arumi.
“Assalamu’alaikum Bu.”
“Wa’alaikum salam nak.”
Sambung telpon terputus. Habibi tampak kehilangan semangat dari dalam dirinya. Mengapa baru sekarang aku tau sakitnya ditinggalkan. Selama ini aku selalu meninggalkan wanita sesuka ku. Tapi sekarang aku yang ditinggalkan wanita yang sangat aku sayangi. Apa kah ini karma ku? Terdengar suara azan dari hp pintar Habibi. pertanda waktu sholat Zuhur. Habibi mendownload aplikasi waktu sholat, dia pernah mendengar suara azan dari ponsel Arumi. Diambilnya air wudhu. kemudian dia sholat di dalam ruangan istirahat yang ada di dalam ruangan kerjanya. Setelah sholat dan berdo’a. Habibi turun kelantai bawah menuju ruang pantry. Saat di ruang pantry, Habibi melihat cs yang masih istirahat makan siang.
“Selamat siang,” Habibi menyapa para CS, Membuat mereka terkejut saat melihat sosok tinggi, ganteng, kulit putih dengan postur tubuh yang atletis.
__ADS_1
“Pak Habibi,” jawab Riri terkejut.
“Apa kalian sudah makan?” tanya Habibi.
“Belum pak?” mereka menjawab secara serentak.
“Pesan makan siang di kantin, sekalian untuk saya.” Kata Habibi.
“Kami di teraktir pak?” Yuli bertanya.
“Iya, sekalian, panggil scurity ke sini.” Jawab Habibi.
“Baik pak. tapi untuk apa pak?” Yuli memberanikan diri untuk bertanya.
“Panggil saja.”
“Baik pak,” jawab Yuli.
Tak lama scurity datang.
“Maaf apa bapak panggil saya?” tanya security.
“Iya, saya butuh bantuan kamu membuka loker. Yang mana loker Arumi.” Habibi bertanya kepada CS.
Yang ini pak dengan sopan Riri menunjukkan loker Arumi.
“Buka loker ini.” Perintah Habibi.
__ADS_1
“Baik pak.” scurity membuka loker tersebut. Setelah transfer terbuka. Habibi melihat isi loker Arumi yang ada mukenah yang di pakainya untuk shalat. Mukena yang terlihat murah, namun sangat bersih dan wangi. Buku dengan LKS bahasa Inggris. buku yang berjudul the key to success in life. Al Qur'an dan satu buku yang terlihat buku untuk santai. Habibi mengumpulkan barang-barang tersebut. “Apa bila di kembalikan, tolong katakan padanya kalau barang miliknya ada pada ku.”
“Baik pak,” jawab security.