Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 171


__ADS_3

setelah sholat subuh, habibi turun ke bawah untuk mengambil biskuit dan juga air putih hangat untuk istri nya.


Habibi yang naik ke atas sambil membawa Napan tersebut masuk ke dalam kamar


ia membuka pintu kamar nya. di lihatnya istri nya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil menselonjorkan kaki nya.


mas bahwak Apa?


tanya Arum yang melihat suaminya membawa Napan di tangan nya.


pria tersebut mendorong pintu dengan pantat nya.


biskuit dan air putih hangat. jawab nya sambil melangkah ke arah istri nya.


iya kemudian meletakkan Napan tersebut ke atas nankas. dan kemudian memberikan piring berisi biskuit ke tangan istrinya.


Arum mulai memasukkan biskuit ke dalam mulutnya. biskuit bulat rasa nanas Tersebut, mulai di kunyah nya.


iya merasa sangat lapar. sehingga menghabiskan, sekitar 5 keping biskuit. dan kemudian meminum air putih hangat yang ada di tangan suaminya.


Habibi melihat wajah istrinya. yang tampak jauh lebih cantik. kalau tidak mengingat kondisi istrinya yang sedang hamil muda. mereka sudah melakukan nya lagi.


mereka sering bercinta setelah sholat subuh.


setelah memakan biskuit tersebut,. ia turun dari atas tempat tidur. untuk mempersiapkan keperluan suaminya.


Arum mengambil baju kemeja biru pekat di dalam lemari, dan kemudian stelan jas berwarna abu-abu gelap. iya juga menyesuaikan dengan dasi yang akan di pekai suaminya. ia tersenyum sendiri.


saat mengingat bahwa dulu ia asisten pribadi pria tersebut. dan sekarang menjadi suaminya.


Arum turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan suaminya.


Habibi keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan mandi nya. iya melihat baju serta jas yang sudah di siapkan istri nya.


iya mulai memakai baju tersebut.


dan mengikat dasi di leher nya.


pintu kamar tersebut terbuka.


istri nya masuk ke dalam kamar tersebut. ia berjalan sambil memegang perutnya.


pasangkan dasi mas sayang. ucap pria tersebut yang masih sibuk dengan dasinya.


Arum mengambil ahli dasi tersebut. ia selalu memakai kan dasi suaminya setiap hari sebelum berangkat ke kantor.


sudah ucap nya setelah menarik dasi tersebut. sambil mengangkat kepalanya dan melihat wajah suaminya.


terimakasih sayang, ucap pria itu sambil mengecup bibi istrinya.


Arum memeluk suaminya. sepertinya ia memiliki hobi baru. ia begitu suka wangi tubuh suaminya. ia memeluk suaminya cukup lama.


lagi pengen sayang, tanya Habibi ke istrinya.


mas apaan sih. ucap istrinya yang kemudian melepaskan pelukannya


pria tersebut mencium perut istrinya yang Masih rata kemudian mengusap-usap perut Tersebut.


sayang pipi lagi apa?


tanya nya.


jangan nakal ya nak. kasihan Mimi.


ucap nya lagi sambil mencium perut Tersebut berulang-ulang kali.


mereka turun ke meja makan. yang mana Arum melihat pisang bakar nya sudah ada di atas meja. membuat wajah perempuan tersebut tampak berbinar. iya sudah tidak tahan untuk secepatnya memakan pisang bakar tersebut.


Arum mulai memasukkan pisang bakar tersebut ke mulut nya


mas, nanti siang, Arum ke kantor ya.


bawak makan siang. ucap nya.


iya sayang. semenjak istri nya hamil, istrinya selalu ingin di dekatnya. apa adek ke rumah sakit tanya nya kemudian.


iya mas, jam 9. soalnya ada rapat Jam 10.


***********


pernikahan mewah yang di gelar di sebuah hotel bintang 5 milik androw tersebut, tampak ramai di kunjungi oleh para tamu.


keluarga besarnya dari Amerika. para karyawan nya,. karyawan nya yg berasal dari berbagai negara. dan karyawan-karyawan nya yang ada di Indonesia.


dan juga tamu dari keluarga amin dan Linda. tidak sedikit teman-teman Ara yang datang.

__ADS_1


pria itu duduk dengan gagahnya dengan stelan jas putih yang memiliki les berwarna silver di bagian saku di dasanya, dan memakai peci berwarna putih. Andro sudah dalam satu kali tarikan nafas.


kata sah, dari saksi yang hadir, membuat pria itu menarik nafas panjang dan kemudian menghempaskan nya. tampak kelegaan dari wajah nya. iya tidak sabar untuk melihat wajah istri kecilnya. iya begitu merindukan wajah cantik istrinya yang baru saja sah dalam hitungan menit.


mata para tamu tertuju ke arah wanita cantik yang mengenakan gaun putih. iya berjalan dengan sangat angun nya. yg biasa nya ia berjalan dengan wajah yang tertunduk. namun saat ini, gadis itu berjalan dengan mengangkat kepalanya.


Andro melihat wajah cantik istrinya. dadanya berdetak dengan begitu hebat. gadis itu begitu sangat cantik.


ara duduk di sebelah suaminya. iya menyalami tangan suaminya untuk pertama kalinya, iya di sentuh oleh pria yang berstatus suami nya. tangan nya begitu amat dingin dan bergetar saat iya memegang tangan kekar suaminya. iya menempel kan punggung tangan suaminya di keningnya. androw mencium kening istrinya cukup lama.


dan kemudian ia tersenyum melihat wajah cantik istri nya. ini seperti mimpi untuk nya.


wajah istrinya tampak memerah. kamu sangat cantik sayang. pujinya kemudian.


mereka mulai mendatangi buku nikah, masing-masing. setelah menandatangani buku nikah tersebut, mereka berfoto sambil memegang buku nikah di tangan mereka yang mengangkat buku nikah itu sampai di dadanya. dan setelah itu, mereka menyalami orang tua serta mertua.


suasana haru begitu terlihat.


mereka duduk di pelaminan. Androw duduk merapat dengan istri nya. ara terlihat malu-malu. sikap malu-malu perempuan ini lah yang membuat ia semakin jauh hati.


Arum duduk di meja bersama dengan Habibi. Anita, Siti dan juga Jhoni duduk satu meja. begitu juga dengan Azzam dan juga Aisah.


Doni yang baru datang bersama dengan Sarah, tampak sedang mencari tempat duduk. iya mengandeng tangan kekasihnya. yang mereka memulai hubungan 4 bulan yang lalu. hubungan yang di mulai dari coba-coba dulu. kita jalani dulu. ternyata bertahan sampai 4 bulan. dan mereka tampak semakin mesra.


Arum yang melihat Doni datang dengan Sarah, ia melambaikan tangannya. mereka duduk di meja bersama Arum.


setelah menyalami habibi pria tampan yang berkulit hitam manis itu, kemudian duduk. Sarah yg memeluk Arum dan mengucapkan kata selama atas kehamilannya, duduk di kursi sebelah Arum.


Arum makin kelihatan cantik. puji gadis yang mengenakan baju bermodel kebaya berwarna merah dengan bawahnya batik. berwarna hitam.


makasih kak. ucap Arum


Ardi katanya sedang di perjalanan menuju ke sini. sebentar lagi akan datang. ucap Doni.


belum selesai mereka membahas tentang Ardi, pria itu sudah datang dan berjalan menuju teman-teman nya.


iya duduk di sebelah doni.


baru sampai dari Semarang?


tanya Arum ketika pria itu sudah mencacar kan pantatnya di kursi.


iya, jawab pria tersebut. yang mendapat kan balasan anggukan dari sahabat nya.


tanya nya lagi


jam 5. jawab Ardi yg yang mata nya mencari seseorang.


tak lama kemudian sosok yang di cari nya, muncul di belakang nya.


seorang gadis kecil yang cantik dengan santai langsung duduk di pangkuan nya.


yang membuat mereka yang berada di sana tersenyum melihat nya.


gadis itu sangat merindukan sosok pria yang saat ini memangku nya. setelah pernikahan Arum. ini untuk pertama kalinya ia berjumpa dengan ardi.


Aisah apa kabar.


Aisah makin cantik aja Abang doni lihat.


baik ucap gadis tersebut dengan senyum manis.


gimana sekolah nya?


apa juara?


tanya pria itu kemudian.


juara. jawab gadis kecil tersebut.


Ardi tampak penasaran.


juara berapa tanya.


juara umum dong. jawab gadis kecil tersebut, sambil mengangkat wajahnya .


mau jadi apa nama nanti kalau udah gedek tanya Sarah yg dari tadi hanya tersenyum melihat gadis itu.


dokter dong kak Sarah.


jawab nya.


biar sama kayak kak Arum, tanya sarah.


gah ah jawab Aisah.

__ADS_1


pasti biar bisa rawat ibuk kalau sakitkan. tanya Doni.


gak juga.


jawab nya lagi.


jadi apa dong tanya Ardi.


biar bisa jagain bg Ardi lah.


jawab gadis tersebut.


kok jagain bang Ardi, tanya Doni.


di rumah sakit tu perawat nya cantik-cantik, bidannya cantik-cantik dokter muda nya juga cantik-cantik. jawab gadis kecil tersebut dengan begitu gitu polosnya.


terus kenapa, tanya Habibi yang ikut penasaran.


iya, biar gak ada yang dekatin bang Ardi dan juga ngerayu-ngerayu bang Ardi.


Ardi diam dengan mulut yang sedikit terbuka saat mendengar jawaban gadis kecil tersebut.


Arum hanya diam sambil memijat pelipis kening nya. Habibi Tampak menahan ketawa nya. sifat istri dan adik ipar nya tampak jauh berbeda. Arum terlihat lebih kalem.


benar itu dek. kalau gak di jagain, bisa di rayu perawatan-perawat rumah sakit yang cantik. ucap Sarah. sehingga gadis tersebut semakin memajukan bibirnya.


iya melingkarkan tangan Ardi ke dadanya.


Ardi cukup terkejut, saat tangan nya mulai menyentuh tonjolan kecil di dada gadis itu.


ia mulai menurunkan tangannya ke pinggang Aisah. ia juga merasa, bahwa tubuh gadis kecil tersebut, terasa lebih berat dari pada 6 bulan yang lalu saat ia memangku gadis mungil tersebut.


dek, bang Ardi capek Lo. baru pulang dari Semarang. ucap Arum.


Aisah melihat wajah Ardi.


bang Ardi capek?


tanya nya.


Ardi senyum. dan kemudian menjawab gak juga.


Ais mau Abang Ardi ambilkan kursi, tanyanya.


gak ah, Ica di pangku aja ucap nya.


lagian Ica kan calon istri bang ardi. jadi gak apa kalau Ica duduk di pangkuan bang Ardi.


kan belum jadi istri. jadi belum boleh di pegang. ucap pria tersebut.


jadi kalau udah jadi istri,. udah boleh di pegang ya bang.


tanya nya.


iya sayang. ucap Ardi yang membuat wajah gadis kecil tersebut merona.


bang ardi bakalan buat Ica hamil juga seperti kak Arum?


tanya nya dengan polosnya.


membuat Ardi langsung tersedak dengan air ludahnya sendiri.


Arum sudah memijat keningnya.


Aisah yang duduk di pangkuan Ardi tidak henti-hentinya bergerak-gerak. membuat pria itu mulai memejamkan matanya.


Ais, Abang mau ambil makanan. Ais mau apa?


Abang Ardi ambilkan. ucapnya.


kita ambil berdua aja bang ucapnya. yg mendapat kan balasan angukan dari ardi.


***********


like dan komen nya ya reader.


author ngantuk berat. jadi belum bisa cek penulisan. hatap maklum ya.


nanti author perbaiki.


makasih untuk like komen dan vole nya.


maaf lama menunggu.


__ADS_1


__ADS_2