Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 294


__ADS_3

"Aku sudah siap," ucap May Sarah yang berdiri di depannya.


"Kita pergi sekarang." Imam memandang May sarah yang berdiri di depan nya. Pria itu beranjak dari kursi yang didudukinya. Ia berjalan di samping gadis tersebut.


"Mau jalan kemana?" tanya May.


Imam tersenyum memandangnya. "Disini aku kurang tahu, aku rasa kamu yang lebih lama di sini," balasnya.


May sarah memandang Imam, ia sedikit berpikir saat mendengar ucapan pria tersebut. May binggung mau kemana membawa pria itu. Ia tidak tau apakah pria itu hanya ingin jalan-jalan mengelilingi kampung, atau mencari tempat makan. Atau hanya mencari tempat untuk bersantai.


"Apa aku boleh tahu tema kita apa?" tanyanya.


Imam serasa ingin tertawa saat mendengar ucapan gadis tersebut. "Apakah pergi jalan-jalan harus pakai tema?" tanya yang memandang wajah gadis yang tampak Diam tanpa sedikitpun ada senyuman.


May sarah menganggukkan kepalanya


"Agar aku lebih mudah menentukan tempat yang akan kita pilih. Bila aku tahu temanya maka aku akan lebih mudah mengkondisikan tempat tersebut," jelas May.


"Bila aku mengajak kamu kencan, apa kamu mau?" Imam berkata tanpa berbasa-basi. Ia begitu gugup saat mengucapkan pertanyaan tersebut. Rasanya kakinya mulai bergetar menunggu jawaban dari gadis itu. Rasanya pasti sangat malu bila gadis itu menolaknya.


May sarah memandangnya. "Aku tidak terlalu tahu berkencan itu seperti apa," ucap May dengan sangat polosnya.


Imam diam saat mendengar ucapan Gadis itu. Ia juga tidak pernah berkencan dan tidak tahu berkencan seperti apa. Bila lihat di TV mereka berkencan mengunjungi restoran, tempat-tempat seperti danau, pantai, kemudian nonton.


Mey Sarah masih menunggu jawaban pria tersebut.

__ADS_1


"Tunggu sebentar," ucapnya.


Imam mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. pria itu melakukan pencarian dan mengetik kencan romantis. "Apakah di sini ada tempat romantis, Seperti taman, danau, pantai?" Imam bertanya setelah melihat dari google tersebut.


"Ada danau," jawab May Sarah.


"Kita ke sana," ajak Imam.


"Boleh, "ucap May sarah yang sedikit menganggukkan kepalanya.


Ia kemudian mengajak May sarah untuk naik ke atas mobilnya. May Sarah mengikutinya dan duduk di samping kursi kemudi Imam.


Imam mulai menjalankan mesin mobil tersebut. Ia memutar musik di dalam mobilnya. Agar suasana di dalam mobil itu tidak terasa sunyi. Pria itu bingung harus bicara apa kepada gadis yang sampingnya.


"Aku baru memakai hijab saat bekerja dengan Pak Habibi," jelas May.


"Aku heran ketika melihat seorang Bodyguard wanita memakai hijab. Biasanya Bodyguard jarang yang memakai hijab," ucapnya.


May sarah tersenyum. "Pak Habibie meminta mas Rio untuk mencari bodyguard untuk ibu Arumi, yang dibutuhkan bodyguard wanita dan pak Habibi mencari pengawal yang memiliki kemampuan imbang dengan ibuk Arumi. Mencari bodyguard wanita dengan kemampuan seperti Ibu Arum itu sangat sulit. Yang memiliki kemampuan seperti ibu Arumi itu hampir rata-rata Bodyguard laki-laki. Itu juga hanya sekitar 30% Bodyguard terbaik. Mas Heri dan mas Rio mereka adalah bodyguard terbaik, termasuk Aldo yang terakhir kali masuk di tim kami menggantikan Mas Heri. Ibu Arumi, selain hebat, ia juga sangat cerdas, dan itu kelebihan yang luar biasa. Kemampuan Bodyguard wanita yang yang lumayan bagus itu adalah saya, karena itu mas Rio meminta saya yang menjadi bodyguard mengawal Ibu Arumi. Syarat untuk bekerja dengan Pak Habibi, saya wajib memakai hijab. Awal mulanya, saya hanya memakai hijab karena tuntutan kerja namun sampai sekarang saya sangat nyaman menggunakannya. Saya tidak percaya diri bila keluar tanpa memakai hijab," May menjelaskan panjang lebar.


Imam begitu sangat fokus mendapatkan penjelasan gadis tersebut. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia selalu curi-curi pandang, memandang gadis yang duduk di sebelahnya. Gadis itu sangat cantik dengan mata yang besar bulu, bulu mata yang lentik, hidung sedikit mancung dan bibir bawahnya yang sedikit tebal. Sehingga bibir kecilnya terlihat begitu sangat seksi. Imam menelan air ludahnya ketika ia memperhatikan bibir kecil gadis tersebut. Entah mengapa ia merasa ada yang berbeda saat melihat bibir kecil milik May sarah. Di usapnya wajahnya ketika pikiran-pikiran aneh itu muncul di benak kepalanya."Tapi kamu sangat cantik memakai hijab," ucapnya. yang berusaha mengendalikan pikirannya


May Sarah sedikit tersenyum saat mendengar ucapan pria yang memujinya. Ia sangat senang saat mendengar pujian pria tersebut.


Mereka kemudian diam sambil mencari topik apa yang akan dibahas selanjutnya.

__ADS_1


"Apa keluarga kamu masih tinggal di kawasan Jakarta?" tanya Imam.


May tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Bila keluargaku ada di Jakarta, sudah pasti aku saat ini sudah dinikahi mereka," ungkap May.


"Bila kamu memiliki pilihan sendiri, apakah keluargamu masih memaksa untuk menikah dengan pilihannya?" tanya Imam.


"Sebenarnya keluargaku meminta Aku membawa calon suamiku pulang, dan bila aku tidak bisa membawa calon suamiku pulang itu artinya aku menerima yang mereka carikan. May sarah diam tanpa melanjutkan ucapannya.


"Bicara saja," ucap Imam.


"Sampai sekarang aku tidak memiliki pilihan. Namun aku juga ragu untuk menerima pilihan keluargaku. Kata Mama bila aku terlalu memilih nanti aku dapat orang tua. Kata ibu bila aku terlalu banyak memilih nanti aku jadi perawan tua. Padahal sebenarnya aku bukannya terlalu banyak memilih namun tidak ada yang mau aku pilih," May berkata dengan raut wajah frustasi.


Imam menganggukkan kepalanya. "Apa aku boleh menawarkan diri untuk menjadi pilihan utama mu?" tanya.


May Sarah memandangnya ia kemudian tersenyum mendengar ucapan pria tersebut.


Sudah pasti pria itu hanya bergurau dan juga bercanda dengannya.


"Bagaimana?" tanya Imam yang menunggu jawaban. Imam memandang May Sarah. "katakan saja," ucapnya.


Mobil tersebut sampai di tempat danau yang diucapkan oleh May sarah. "Kita sudah sampai Ayo turun," ucap imam.


***


jangan lupa like komen dan votenya. Terimakasih atas dukungan nya. πŸ™πŸ™πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

__ADS_1


__ADS_2