Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 288


__ADS_3

"Sayang cobalah cium aku sudah harum," ucap Androw yang baru selesai mandi. Ia memakai baju kaos dan celana selutut.


Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya.


"Sayang aku juga sudah memakai parfum strawberry seperti yang kamu inginkan," ucapf Androw yang berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk di tempat tidur sambil selonjor kan kakinya.


Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya. Ia kemudian mengembangkan tangannya. "Peluk Ara," ucapnya yang begitu sangat manja.


Androw mengembangkan tangannya, ia memeluk tubuh istrinya yang kecil.


Ara mencium tubuh suaminya yang begitu sangat wangi. Ia menenggelamkan hidungnya di dada suaminya. Cukup lama ia menikmati aroma wangi tubuh suaminya. Ia begitu sangat menyukai aroma tubuh suaminya yang seperti saat ini diciumnya.


Androw hanya diam saat melihat sikap istrinya. Selama ini istrinya tidak pernah bersikap seperti ini.


Setelah puas ia mencium aroma wangi suaminya, ia kemudian mencium pipi suaminya. "Ara suka wangi Mas enak," ucapnya yang kembali menenggelamkan hidungnya tidak ada suaminya tersebut.


"Hari ini kamu terlihat aneh sayang," ucapnya mencium istrinya.


Ara mengangkat wajahnya dan memandang wajah suaminya. "Aneh bagaimana?" tanyanya.


"Permintaan mu membuat aku bingung. Apa kamu tahu Hari ini aku sangat tidak konsentrasi, karena permintaanmu dan penolakan mu terhadap ku," ucapnya yang menatap istrinya dengan tatapan sayu.


Ara tersenyum memandang suaminya tersebut. "Maafin Ara," ucapnya kembali memeluk suaminya.


"Mas ada yang mengetuk pintu," ucapnya ketika ia mendengar suara ketukan pintu dari luar. Ia kemudian tersenyum memandang suaminya. Ia tahu bahwa suaminya sangat marah bila kemesraannya terganggu.


Androw begitu sangat kesal. "Aku sangat tidak suka kemesraan ku diganggu," ucapnya.


Ara hanya tersenyum memandang suaminya tersebut. Ia mencium bibir suaminya dengan sangat lembut. "Bukain pintu," ucapnya.


" Sayang tunggu sebentar, Aku akan segera kembali," ucapnya yang tersenyum.


Androw berjalan ke pintu kamar tersebut. Ia kemudian membuka pintu kamarnya.


"Maaf Pak kami mengganggu, namun ini titipan barang yang dikasih pak Daniel, katanya wajib diantar ke kamar bapak," ucap pelayan di rumahnya.


Androw membesarkan mata nya. Rasanya ia tidak ada memberikan perintah seperti itu. Hari ini kesabarannya benar-benar sangat diuji .


"Ada apa mas?" tanya Ara dari dalam.


"Ini Sayang Boneka strawberry yang kamu minta sudah datang," ucapnya yang sedikit membesarkan suaranya.

__ADS_1


"Mas bawa ke sini semuanya," ucap Ara


yang begitu sangat senang.


"Masukan," ucapan Androw. Ia begitu sangat terkejut saat melihat ternyata boneka-boneka strawberry yang diminta istrinya itu sangat banyak.


"Bik Mun tolong ambilkan boneka yang itu," ucap Ara yang menunjuk Boneka strawberry ukurannya cukup besar yang memiliki kaki dan juga tangan. Ia juga meminta beberapa boneka yang lainnya.


Bik mun dengan cepat memberikan apa yang di mintanya.


Androw yang berdiri di depan pintu hanya diam saat melihat boneka-boneka strawberry yang begitu banyak diantar oleh asistennya.


"Aku akan memarahi mu besok Daniel," ucapnya yang begitu sangat geram.


Bagaimana mungkin asistennya itu bisa memberikan begitu banyak Boneka strawberry untuk istrinya. Padahal cukup dibelikan yang satu dua atau tiga buah saja sebenarnya sudah cukup.


Ia melihat tumpukan boneka yang memenuhi lantai yang ada di kamarnya dan beberapa buah Boneka strawberry yang ada di atas tempat tidur."


"Sayang, pilih saja mana yang kamu suka dan nanti selebihnya akan aku minta Daniel kembali menjemputnya," ucap Androw.


Ara diam saat mendengar ucapan suaminya tersebut. Ia memandang boneka-boneka yang begitu banyak tersusun di lantai kamarnya.


"Ara suka semua, lucu-lucu, cantik-cantik ucapnya," ucapnya yang tersenyum lebar.


Ara menggelengkan kepalanya. "Ara mau semuanya Mas," ucapnya.


"Sayang apakah kamu tidak sedang bercanda kan?


Apakah kamu menginginkan kamar kita menjadi di kamar strawberry?" ucapnya yang sudah sangat frustasi menghadapi sikap istrinya.


Ara tersenyum dan kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu benar-benar suka?" tanya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Andro memandang wajah istrinya. Ia begitu sangat pusing melihat sikap istrinya yang tidak seperti biasa.


"Sayang kenapa kamu minta hal yang aneh seperti ini," ucapan Androw yang mengusap wajahnya dengan kasar.


Ara hanya diam sambil memajukan bibirnya.

__ADS_1


ia memeluk boneka strawberry beberapa buah di tangannya.


"Ya sudahlah sayang bila kamu menyukai hal ini bagiku tidak masalah," ucapnya yang mencium kening istrinya. Ia melihat istrinya yang memang begitu sangat senang.


"Terima kasih Mas, "ucapan Ara yang memeluk suaminya nya. Ia kemudian mencium pipi kiri kanan, hidung, dagu, kening dan bibir suaminya. Sebagai bentuk ucapan terimakasih nya. Ia sangat bersyukur memiliki suami yang begitu sangat menyayanginya. Ia tau suaminya tidak menyukainya. Namun tetap mau menuruti keinginannya.


"Sayang bukankah kamu mengatakan bahwa ingin mengatakan sesuatu padaku," ucapkan Androw.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Mas tolong ambilin tas Ara," ucapnya yang menunjuk tasnya yang ada di gantungan.


Androw berdiri dan mengambilkan tas yang dipinta oleh istrinya.


Ara mencari alat tes kehamilan yang tadi sudah di simpannya di dalam tasnya. Ia mengeluarkan alat yang berukuran kecil dan pipih itu. "ini Mas," ucapan yang memberikan alat tes kehamilan itu kepada suaminya.


Andrew diam saat melihat apa yang ditunjukkan oleh istrinya. Ia kemudian mengambil benda kecil itu dan memandangnya. "Sayang apa ini milikmu," tanya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Androw seakan tidak percaya saat menerima jawaban istrinya. "Sayang kamu tidak sedang bercanda kan?" tanyanya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Iya itu beneran punya Ara. Ara baru cek waktu di rumah sakit, "ucapnya yang tersenyum dan mengusap perutnya.


"Sayang, kamu hamil?


Apakah sikap aneh dan keinginan aneh ini adalah hasil persekongkolan mu dengan anak kita?"ucapnya yang tersenyum dan memegang pipi istrinya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Ara juga nggak tahu Mas, tapi Ara beneran suka sama apa aja yang bertema strawberry," ucapnya.


"Kalau seperti ini aku tidak masalah bila kamar ini penuh dengan strawberry sayang. yang penting kamu masih menyisakan tempat tidur untuk ku," ucapnya yang tersenyum dan kemudian memeluk istrinya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sayang terima kasih untuk hadiah ini," ucapnya yang mencium kening istrinya.


" Ara senang banget mas, Kita masih diberikan kepercayaan," ucapnya yang mengusap perutnya.


"Sayang papi ternyata kamu sangat pintar mengerjain papi mu," ucapnya yang mencium perut istrinya.


***


Jangan lupa like, komen dan votenya ya.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya.


😊😊🙏🙏


__ADS_2