
Rara terus mengecek kondisi Fatan. Gilang terlihat sangat lemas di atas tempat tidur.
Rara tampak tersenyum, saat Ia melihat kondisi Fatan yang sudah mulai stabil.
Reaksi obat bius yang di suntikkan Rara berlahan-lahan mulai hilang.
Fatan tanpak meringis saat ia merasakan punggung nya yang terasa begitu sakit.
" Jangan bergerak dulu," ucap Rara yang mengingat kan fatan.
Fatan tersenyum melihat Dokter hewan yang berwajah manis tersebut.
" Tubuh ku sangat kuat Ra, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. ucap Fatan.
" Apa yang telah kalian lakukan?" tanya Rara yang sejak tadi sudah tidak tahan untuk bertanya.
saat dilihatnya kondisi Fathan yang sudah mulai membaik. wajah pria itu masih terlihat begitu pucat.
" kami berhasil menembak Rio ucapatn dengan senyum penuh kemenangan.
" Apa?" ucap Rara yang tampak begitu terkejut.
" Aku yakin Rio pasti mati," ucap Fatan yang begitu yakin mengingat ia menembak Rio sebanyak 3 kali.
" Sudah berapa kali aku katakan ikhlaskan mawar," ucap Rara yang begitu marah.
" Kami tidak bisa melepaskan Rio begitu saja, kami tidak bisa mengikhlaskan mawar begitu," saja ucap Fathan.
" Kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan?
Apa yang kalian perbuat, merupakan tindakan kriminal," ucap Rara mengingatkan.
" Tentu saja kami sadar," ucap Gilang.
" Rio itu tidak bersalah atas kematian mawar," Ucap Rara.
" Apa kata kau, kau bilang Rio tidak bersalah?" tanya Gilang
" Kau tahu penyebab dia meninggal karena dia bunuh diri Rio menolaknya," ucap Fatan.
" Setelah mawar meninggal kedua orang tua kami begitu terpukul, sehingga mama dan papa jaruh sakit. Hingga Mama meninggal setelah Dua bulan kematian Mawar, dan beberapa bulan kemudian papa yang meninggal," ucap Fatan dengan mata yang memerah.
" Seandainya waktu itu Rio menerima cinta Mawar, maka Mawar tidak akan bunuh diri," ucap Gilang.
" Mawar bukanlah jelek, dia sangat cantik kenapa Rio menolaknya!" ucap Fatan yang meneteskan air matanya.
" Cinta tidak bisa dipaksa," ucap Rara.
" Bagi kami penyebab kematian Mawar adalah Rio, setelah Mawar meninggal kedua orang tua kami pun ikut menyusul. Karena itu kami akan membalas dendam kepada Rio, dan sekarang aku sudah berhasil menembak Rio dan aku yakin dia pasti mati," ucap Fatan.
" Sadarlah, Mawar meninggal itu karena kebodohannya," ucap Rara yang berusaha untuk mengingat kan.
" Sudah lebih 2 tahun kami merencanakan untuk membunuh Rio dan pada akhirnya kami memiliki kesempatan ini," ucap Gilang yang mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Setelah ini apa yang akan kalian lakukan?" ucap Rara.
"Aku tidak ingin terlibat dalam kasus ini sama sekali. Kalian datang ke sini hanya meminta bantuan kepada ku, agar aku menyelamatkan nyawa Fatan. Aku tidak ingin kalian menyeret ku dalam kasus ini," ucap Rara penuh penekanan.
" Kami tidak akan menyerap mu dalam masalah ini, kau sudah menyelamatkan nyawaku saja, aku sudah sangat berterima kasih kepadamu. Kami berhubungan Budi pada mu," ucapan Fatan.
" Apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" ucap Rara.
" Kami sudah menjual semua harta yang ada di Jakarta dan kami akan meninggalkan Jakarta. setelah ini kita mungkin kita akan berjumpa lagi dengan mu. Kami akan memulai hidup baru," ucap Fatan.
"Kapan kalian akan pergi?" tanya Rara.
" Malam ini," jawab Gilang.
"Kalian yakin akan pergi malam ini juga?" tanya Rara.
" Iya," jawab Fatan.
" Tapi kondisi Kalian tidak memungkinkan untuk kalian jalan jauh?," ucap Rara yang mencemaskan keselamatan sahabnya sejak kecil itu.
" Aku sangat sehat kau tidak perlu menghawatirkan kami," ucap Fatan.
" Kondisi kalian masih sangat lemah," ucap Rara yang berusaha untuk mengingat kan.
" Kau juga Gilang, kau baru habis transportasi darah dan darah yang diambil melebihi dari kapasitas biasanya. Sebaiknya kalian istirahat dulu," ucap Rara
" Aku minta tolong kepada mu agar siapkan kami Suplemen penambah tenaga, vitamin dan juga obat-obatan untuk Fatan. Aku juga membutuhkan makan-makanan yang bisa memulihkan tenaga ku dengan cepat," Ucap Gilang yang masih merasa pusing setelah melakukan transfusi darah.
" Baiklah aku akan mencarikan semuanya untuk kalian. ucap rara
Setelah ini maka mungkin Ia tidak akan pernah lagi berjumpa dengan sahabat- sahabat kecilnya sejak kecil. Rara mawar dan juga Fathan selalu bermain bersama, Usia mereka tidak jauh berbeda. dan Rara seusia dengan mawar. Fatan hanya selisih 2 tahun dari nay.
" Setelah ini aku harap kalian bisa mengiklaskan saudara kalian. Agar mawar tenang di sana ucap Rara. ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Gilang mengembalikan motor temannya.
Ia kemudian mengambil mobilnya yang sudah di isi lengkap barang-barang m
yang akan mereka bawa.
Rara sudah mempersiapkan semua kebutuhan obat-obatan untuk sahabnya itu.
Ia memberikan dosis obat tersebut. ia juga memberikan makanan yang sehat.
Air matanya menetes saat Ia melihat kedua sahabatnya itu akan pergi.
" Aku berharap kalian bisa kembali seperti dulu," Ucapnya dengan Isak tangisnya sambil memeluk Fatan. Setelah musibah yang menimpah keluarga nya. kedua pria itu berubah drastis. tidak ada lagi sosok yang hangat dan penyayang seperti dulu. Yang ada hanya dendam dan benci. moto hidup mereka hanya satu, membunuh Rio.
Rara melihat kedua sahabatnya itu pergi.
" Mawar, kau lihat. karena kebodohan mu, kau telah menghancurkan keluarga mu. mengapa dari dulu kau tidak mau mendengar kan aku ucap nya sambil menagis.
Setelah kepergian kudua pria itu, Rara langsung menghapus CCTV nya yang merekam kedua pria tersebut. Rara membakar semua barang yang ada kaitannya dengan Fatan dan Gilang.
__ADS_1
*****
Maya sudah tidak memiliki petunjuk apa-apa untuk mencari tau pelaku tembakan tersebut.
Ia benar-benar Buntuh. Maya kembali melirik Nama Mawar Jingga sahabat Rio yang meninggal karena bunuh diri. Awalnya Maya mengira bunuh dirinya Mawar Jingga di sebabkan alasan yang lain. Namun Maya menemukan satu kejanggalan atas kematian Mawar Jingga. Ia kembali mencari berita yang sudah lebih 2 tahun. berita seorang gadis yang meninggal lompat dari sebuah gedung, dalam berita tersebut mengatakan bahwa gadis tersebut sempat menulis surat untuk orang yang dicintainya. Maya meminta bantuan ditektif yang dikirim oleh Habibi untuk membantunya menyelidiki kasus kematian mawar jingga.
Beberapa jam Maya menunggu informasi dari ditektif tersebut. pada akhirnya ponsel nya berdering. Maya langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo," ucapnya.
" Halo Maya, aku ada informasi," ucap Robby
" Apa?" ucap Maya.
" Mawar jingga memang bersahabat dengan Rio sejak awal mereka masuk kuliah. namun secara diam-diam, Ia mencintai sahabat nya sendiri. Penyebab mawar jingga bunuh diri, di karenakan Ia patah hati karena Rio menolak cinta nya," ucap Robby.
"pihak keluarga nya?" tanya Maya.
" Iya memiliki dua orang saudara laki-laki," ucap Robby.
" Tolong selidiki dimana kedua saudara laki-laki mawar," ucap Maya
" Baiklah," jawab Robby.
panggilan telepon pun terputus.
Maya duduk di pinggir tempat tidur, Ia memandang wajah Rio. Maya memegang tangan nya, di lihatnya kuku pria tersebut yang sudah mulai panjang.
" Mas, bangun dong," ucap Maya yang sedang momotong kuku Rio.
" Mas kata nya sayang Aya, tapi kenapa gak bangun-bangun sih," Ucapnya sambil meneteskan air matanya. Ia menempelkan punggung tangan Rio di pipinya. Air matanya membasahi punggung tangan pria tersebut.
" Maya terkejut saat Ia merasakan telapak tangan Rio bergerak. Maya langsung mendongakkan kepalanya. Ia melihat Rio.
" Mas," ucapnya saat Ia melihat mata Rio yang terbuka.
Rio berusaha untuk mengangkat tangannya agar bisa memeluk gadis yang saat ini memeluk nya.
" Udah jangan nagis terus," Ucapnya sambil mengusap punggung Maya.
" Kok mas tau kalau Aya nangis terus?" ucap nya.
" Tuh matanya bengkak," ucap Rio sambil tersenyum memandangnya.
Maya menekan tombol yang ada di atas tempat tidur.
" Mas, Aya senang mas sudah sadar. ucapnya sambil menangis.
" Mas gak mungkin mati sebelum kawin," ucap Rio bercanda. tangan nya menghapus air mata yang menetes di pipi mulus gadis tersebut.
******
Like ,komen dan votenya ya reader.
__ADS_1
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏