
“Ia,” jawab Habibi sambil mencubit hidung mungil tersebut.
Habibi membuka sepatu pantofel serta kaus kakinya. Di letakkannya di rak sepatu yang ada di kamar tersebut. Ia membuka jas yang dipakainya, dan kemudian menyangkutkan jas tersebut digantungan baju dan juga dasinya. Ia menggulung lengan baju kemejanya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Arum masih duduk di atas tempat tidur merasakan gejolak dadanya yang sudah tidak teratur melihat calon suaminya. Pria itu begitu tampak sempurna yang akan menjadi imamnya nanti.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka. Tampak Habibi sudah keluar dari kamar mandi tersebut dengan rambut yang tampak basah. Pria itu mengambil peci dan kemudian memakainya. Diambilnya sajadah yang tergantung di anger.
“Adek kenapa melamun. Cepat ambil wudhu. Mas tunggu.”
Arum baru tersadar dengan ucapan pria tersebut. Dengan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi dan berwudhu. Ia keluar dari dalam kamar mandi sambil membetulkan jilbabnya. Dilihatnya Habibi yang duduk di atas sajadah. Diambilnya mukena yang ada di dalam tas kuliahnya. Mukena yang selalu di bawa kemana-mana. Dipakainya mukena tersebut dan kemudian diambilnya sajadah yang ada di anger dan membentangkannya. Mereka sholat berjamaah.
Setelah selesai sholat mereka membereskan barangnya masing-masing. Habibi hanya memegang jas tersebut tanpa memakainya. Ia mengambil sandal kulit yang ada di rak sepatu kemudian memakainya.
“Kenapa gak pakai sepatu mas?”
“Malas makainya. Udah Ayo pulang. Di sini banyak setannya.”
“Beneran mas?” Tampak wajah Arumi mulai ketakutan.
“Iya beneran. Bisa hilaf mas kalau di sini.”
Bibir gadis itu mulai tampak mengerucut. “Arum kirain hantu.”
“Kalau hantu yang datang kita pasti lari dek. Tapi kalau setan yang datang, kita semakin mendekat dan merapat dek, terus ....” Dengan senyum jahilnya. “Udah ayo atau mau ngasi mas hadiah dulu?”
“Mas gak ulang tahunkan?”
“Bukan hadia ulang tahun sayang.”
“Jadi hadiah apa?”
“Ya mana tau mau cium mas.”
“Ih mas mesum.” Sambil jalan ke luar.
Di depan pintu para pengawal sudah berdiri. Habibi menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah pengawal tersebut. “Apa kalian sudah sholat?”
“Sudah pak. Tadi gantian.” Jawab Rio.
“Ini bawa mobil calon istri saya.” Sambil memberikan kunci mobil.
Rio mengambil kunci mobil tersebut. “Baik pak.”
*************
“Katanya ada yang mau diomongin?” kata Arumi di saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Oh iya, mami minta nama-nama yang akan di undang diacara pernikahan kita. Mami juga meminta kita untuk ke butik, ukur baju dan termasuk orang-orang yang akan memakai baju seragam keluarga.”
__ADS_1
“Teman-teman Arum boleh pakai baju seragam?”
“Boleh sayang.” Sambil memegang tangan gadis tersebut.
“Acaranya di mana mas?”
“Acaranya di hotel papi.”
“Mas.”
“Ya.”
“Uang hantarannya dipakai untuk acara pernikahan?”
Habibi ketawa. “Gak untuk acaranya mami yang manggung.” Sambil tersenyum. “Adek mau mahar apa?”
Arum diam. “Gak tau mas. Terserah mas mau ngasih apa. Seperangkat alat sholat aja.”
Habibi ketawa saat mendengar ucapan calon istrinya. “Yang fantastis dong sayang.”
“Ya gak tau, semuanya udah ada. Uang udah banyak, perhiasan berlian juga udah banyak. Rumah, mobil sudah ada. Lagi pula, seperangkat alat sholat bisa Arum pakai tiap hari.”
“Kalau seperangkat alat sholat gak usah mahar dek. Sekarang bisa mas kasih. Komplit dengan tokonya.”
“Yang penting bukan maharnya mas. Tapi Syahnya.” Kata Arum tidak mau kalah.
“Ya terserah aja mas.” Jawab gadis tersebut yang sudah tampak cemberut.
“Mas.”
“Apa sayang.”
“Arum siapkan apa untuk pernikahan kita.”
Habibi memandang wajah gadis tersebut dan melirik ke tubuh calon istrinya. “Siapkan diri aja dek.”
“Mas...” satu cubitan kecil mendarat sempurna di pinggang pria tersebut. Terlihat wajah gadis tersebut tampak memerah menahan malu.
Pria tersebut ketawa dan memegang tangan gadis tersebut. “Mami yang mempersiapkan semuanya sayang.”
Mobil yang dikendarai Habibi berhenti di sebuah restoran. “Kita makan dulu ya.”
Arum menganggukkan kepalanya. Mobil pengawal sudah berhenti di sebelah mobil Habibi. Para pengawal tersebut tidak perlu bertanya kemana tujuannya berhubung mobil Habibi sudah di lengkapi GPS.
************
Androw sudah berada di rumah Ara dengan stelan jas berwarna abu-abu gelap. Dasi hitam bercorak biru. Ara sangat terkejut saat ia membuka pintu. Pria bertubuh tinggi besar nan tinggi tersebut sudah ada di depan pintunya.
Naura mengerutkan keningnya saat dilihatnya Androw sudah ada di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
“Ada apa,” tanya gadis tersebut.
“Aku ingin menjemput mu.”
“Ara gak perlu di jemput. Ara bisa naik busway.”
“Apa kamu tega lihat aku yang sudah ada di depan pintu rumah mu dan kamu malah memilih untuk naik busway?”
Ara diam. Ia mengunci pintu rumahnya. Amin dan Linda sudah berangkat ke sekolah terlebih dahulu.
“Mas jalan duluan.” Pinta gadis itu.
Androw berjalan kemobilnya. Naura mengikuti dari belakang. Androw membuka pintu belakang mobilnya. Naura masuk ke dalam mobil tersebut.
“Apa kamu sudah sarapan?” Tanya pria bule tersebut.
“Sudah,” gadis tersebut menjawab dengan singkat.
“Aku belum sarapan. Apa kamu mau menemani aku sarapan?”
Naura melihat jam tangannya. Jadwal kuliahnya masih 1 jam lagi. “Boleh. Tapi nanti Ara masuk jam 8.30.”
“Aku janji, sebelum jam 8.30 kita sudah ada di kampus kamu grill.”
Mereka Duduk di salah satu meja yang ada di warung sarapan pagi tersebut. Warung sarapan pagi tersebut tidak jauh dari kampus Naura. Androw memesan nasi goreng dan segelas kopi. Naura hanya memesan teh hangat.
“Kamu sangat pandai bahasa Inggris. Tapi kenapa Aby dan umi gak bisa?” Tanya Androw.
“Umi dan Aby mahir bahasa Arab.”
“Oh ya. Apa kamu juga pandai bahasa Arab?”
“Iya, Ara tamatan pondok pesantren.”
“Apa itu pondok pesantren?”
“Sekolah khusus agama Islam dan di sana kami diwajibkan menguasai 3 bahasa. Indonesian bahasa wajib, Arab dan Inggris.”
Androw menganggukkan Kepalanya. Ia memperhatikan Naura dengan seksama. Bagitu banyak pertanyaan yang di berikan Androw. Gadis tersebut menjawab pertanyaan tersebut tanpa memberikan pertanyaan balasan. Setelah selesai sarapan, Androw mengantar naura ke kampus. Setelah sampai di kampus, Androw berjanji akan jemput Naura.
*************
ini ya author langsung up 2 x.
😃😃😃
jangan lupa like dan komen nya ya.
vole juga. biar author semangat dan nambah up hari ini
__ADS_1