Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 233


__ADS_3

Jhoni, Habibi, Anita dan diikuti orang-orang kepercayaannya datang ke kantor polisi.


Jhoni langsung menemui Bobby dan juga Deni , Jhoni duduk di depan Bobby dan juga Deni. Bobby memandang Jhoni yang duduk di depannya. Ia tidak terlihat takut ataupun merasa bersalah sedikitpun. Jhoni sudah begitu marah melihat saudara tirinya beserta keponakan tirinya. wajahnya sudah semakin memerah, dadanya tampak turun naik menahan emosi.


Begitu juga Anitan dan juga Habibi


"kau begitu serakah Bob, kau sangat tau bahwa harta yang kau minta pembagian yang cukup besar, Itu bukan lah harta yang dimiliki papa. Semua harta yang dimiliki papa adalah harta peninggalan dari mama saya. kau hanya berstatus Anak tiri namun kau ingin menguasai harta yang tidak untuk kau.


kau ingin tahu Apa alasan Papa memberi 10% dari harta yang dimilikinya untuk mu?


Itu agar kau dan juga keluargamu tidak menjadi gelandang, dengan pembagian harta 10% tersebut kau bisa membangun sebuah perusahaan yang cukup besar dan juga kehidupan keluargamu sangat terjamin. Papa tetap memikirkan nasib kau dan juga keluargamu nanti setelah Ia meninggal.


Papa aku sangat bertanggung jawab kepada mu walaupun status kau hanyalah anak tiri namun kau mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang sama dengan aku selaku anak kandung. Aku juga tidak pernah melarang dan juga iri kepadamu di saat papa memberikan perhatian yang sama untuk kita . Aku menganggap kau saudara kandung ku sendiri. Namun kau begitu serakah menginginkan harta yang bukan milik dan juga hak mu," ucap Jhoni.


Bobby memandangnya tatapan Bobby tetap tatapan penuh dendam. Ia tidak menjawab ucapan yang disampaikan oleh Jhoni.


Ia baru merasakan kehidupan yang mewah setelah mamanya menikah dengan papanya Jhoni. mamanya yang merupakan seorang janda. Papanya seorang pemabuk dan juga preman yang suka memukul mamanya sehingga mamanya tidak tahan hidup dengan papa nya hingga melarikan diri dan menuntut cerai. Setelah 3 tahun Ia bercerai dengan suaminya Wati bertemu dengan Karim yang berstatus duda. pada waktu itu, Wati melamar menjadi cleaning service dan Ia berjumpa dengan bosnya. dan kemudian mereka mulai menjalin hubungan dan menikah.


Jhoni tersenyum sinis memandang Bobby. " Sekarang kau akan lihat kehancuran keluargamu. kehancuran keluargamu ada di tanganku,"ucap Jhoni yang penuh dengan kebencian


Mendengar ucapan Jhoni, wajah Bobby memucat begitu juga Deni tampak begitu pucat.


" Aku yang telah melakukan ini semua. aku minta agar keluarga ku di lepaskan," ucap Bobby dengan suara yang sudah bergetar.


" Kau berencana menghabisi keluargaku sampai ke akar-akarnya dan aku akan menghabisi keluargamu hingga ke akar-akarnya," jawab Jhoni.


Bobby sudah tidak mampu lagi berbicara. Jhoni memandang Bobby dengan tatapan jijik dan juga benci. Ia benar-benar sangat marah. Ia kemudian meninju wajah Bobby berulang kali hingga mulutnya berlumuran dengan darah.


Deni yang melihat papanya dihajar oleh Jhoni berusaha untuk melawan namun pengawal Habibi menekan bahunya hingga Ia tidak mampu untuk bergerak. Deni hanya memicingkan matanya dengan mengepalkan tangannya .


Habibi melihat papanya yang memukul saudara tirinya itu, Ia hanya diam saja. tatapan matanya begitu membenci sosok pria yang usianya sama dengan papanya. Habibi juga memandang tajam Deni


Habibi yang sudah tidak tahan lagi menahan emosinya sejak tadi melihat Deni, Ia kemudian membalikkan tubuhnya ketika Ia akan pergi. Habibi kemudian meninju Deni dengan sangat kuat terdengar suara bunyi krek dari pelipis wajahnya saat pukulan itu mendarat di hidungnya. hidung Deni berdarah cukup banyak Ia tidak percaya bila Habibi memiliki tinju yang sangat kuat. Selama ini Ia mengetahui bahwa Habibi tidak memiliki ilmu bela diri sama sekali dan bahkan ilmu bela diri yang dimilikinya sudah cukup tinggi.


Deni berdiri sambil memegang hidungnya yang penuh dengan darah, Habibi kemudian menendang perutnya hingga Ia terpental ke dinding. Deni terjatuh kelantai sambil meringkuk menahan rasa sakit di perut nya. pinggang juga terasa sangat sakit. setelah itu mereka baru pergi meninggalkan Bobby dan juga Deni.


polisi yang berjaga di sana hanya berpura-pura tidak melihat saja. Mereka melihat Bobby dan juga Doni dihajar oleh Habibi dan juga Jhoni

__ADS_1


*****


Joni diam saya berada di dalam ruangannya


Iya tidak akan tega membunuh ataupun menyakiti keluarga saudara tirinya tersebut. Ia menuntut Bobby dan juga Deni hukum penjara seumur hidup. Ia tidak meminta hukum mati untuk Bobby , Jhoni masih berharap saudara tirinya itu mau beryobay.


Herman langsung datang ke ruangan bosnya ketika Jhoni memanggil nya.


" Ada apa?" tanya Herman yang terlihat santai bila Ia hanya berdua dengan Jhoni.


" Aku ingin kamu mengirim keluarga Bobby jauh dari Jakarta. Aku ingin kamu mengirim mereka ke Kalimantan. Beri mereka biaya untuk hidup sementara dan selanjutnya biarkan mereka mencari nafkah sendiri," ucap Jhoni.


" Baik,' jawab Herman.


" Semua aset yang mereka miliki, bekukan. Ambil ahli semuanya," Ucap Jhoni.


*****


Habibie melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. istrinya tidak memandangnya, wanita itu sedang fokus menidurkan bayi nya.


" Mas jangan ganggu Arum, Arum lagi nidurin Vira," ucap istrinya ketika Ia merasakan tangan suaminya yang sudah mulai nakal meraba-raba ke seluruh tubuh nya.


" Mas Sudah dong geli," ucap istrinya yang sudah mulai menggeliat.


pria itu tidak menghentikan apa yang diinginkannya. Bahkan ciumannya semakin bernafsu. Ia sudah mulai meninggalkan jejak-jejak merah di leher istrinya, serta mengingit-gigit daun telinga istrinya.


"Tunggu sebentar Mas, Arum lagi nidurin Vira," ucap Arum yang mulai tidak tahan dengan suaminya.


" Sudah nggak bisa nungguin lagi dek," ucapnya yang berbisik di telinga istrinya m


Arum tersenyum saat mendengar jawaban suaminya." Iya tapi tunggu bentar ini Vira masih kuatnya ngisap susunya , kalau di cabut langsung nangis.," ucap Arum yang masih belum bisa melepaskan diri dari putrinya yang masih sedang menyusu.


" ya udah selesaiin dulu" ucap Habibi yang tidak mau menghentikan aktivitas yang sudah sangat dirindukannya.


Arum memutar tubuhnya ke arah suaminya, Ia memandang suaminya. Tatapan mata suaminya sudah mulai sayu.


" Nggak sabaran amat sih," ucap arum sambil mencium bibir suaminya.

__ADS_1


" udah sabar ini sayang 40 hari," ucap Habibi yang yang sudah mulai melepaskan baju daster yang di pakai istrinya.


" Tapi jangan di dalam ya ucap Arum yang belum memakai alat kontrasepsi.


suaminya hanya menganggukkan kepalanya.


****


" Gimana mas, kasus om Bobby ?" tanya Arum ketika Iya sudah berbaring di sebelah suaminya.


" Kasusnya sudah diproses dan akan masuk persidangan," Ucap Habibi yang menciumi istrinya.


" Cerita dulu Arum masih capek," Ucapnya yang sudah tau apa yang akan di lakukan suaminya selanjutnya.


" Pihak pengacara kita, menuntut penjara seumur hidup. soalnya Papi gak mau menuntut hukuman mati. Papi masih berharap Om Bobby berseta anaknya bisa bertobat ," ucap Habibi.


" Papi memang baik ya," ucap Arum


" Mas untuk pertama kalinya lihat papi mukulin orang. ternyata papi pandai marah juga," ucap Habibi


" Arum juga baru tau Mas pandai Mukuli orang," ucap Arum yang sudah mendengar cerita Rio dan juga Heri.


Habibi mendengar kan Ucap istrinya, tangan nya kembali merabah-rabah tubuh istrinya.


" Rasanya makin enak sayang," pujinya sambil mencium cerut leher istrinya.


" Udah ngantuk Mas," Ucapnya yang sudah mulai menggeliat.


" Kalau ngantuk tidur aja," Ucapnya yang sudah berada di atas tubuh istrinya sambil mencium bibir istrinya.


" Gimana mau tidur kalau Mas nya di atas gini," ucap Arum yang sudah mulai mendesah.


mereka kembali melanjutkan penyatuan nya hingga jam 2 pagi.


******


jangan lupa like komen dan votenya ya reader.

__ADS_1


,😊😊🙏🙏


__ADS_2