Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 227..


__ADS_3

Rio memandang perawat-perawat yang masuk ke dalam kamarnya, setelah perawat itu menyelesaikan tugas nya, Ketiga perawat-perawat cantik itu berpamitan dan keluar dari dalmam kamarnya. Perawat di rumah sakit ini hampir rata-rata masih muda dan juga cantik-cantik.


" Selama mas koma, apa perawat-perawat di sini yang bers ibadan Mas," Ucapnya sambil tersenyum kecil memandang Maya yang sedang menyuapi nya makan.


" Ya gak lah," ucap Maya yang terlihat sangat kesal.


" Masak sih enggak, gak mungkin Mas gak di bersihin" ucapnya yang masih terus memandang Maya.


" Mas berharap yang bersihin mas itu para perawat?" ucap Maya yang sudah mulai membesarkan volume suaranya.


" Jadi kalau gak perawat siapa?" ucap Rio,"


" Aya," jawab Maya yang menundukkan kepalanya.


" Kamu yang mengelap dan memberikan badan mas?" tanya Rio yang seakan tidak percaya. calon istrinya itu begitu sangat pemalu dan juga polos. Bahkan Ia pria pertama yang mencium gadis cantik tersebut.


Maya menganggukkan kepalanya.


"Berarti kamu sudah lihat punya Mas ya?" ucap Rio yang bertanya kepadanya


" Aya nggak lihat, Aya tutup mata," ucapnya berkilah.


" Nggak mungkinlah tutup mata, gimana cara buka baju, celana, CD mas juga kalau matanya ditutup. Terus Gimana caranya kamu bersihin punya Mas kalau matanya ditutup, pasti Aya megang-megang punya Mas juga kan?" ucap Rio yang sengaja memperjelas semua nya. Ia terus mengoda gadis cantik tersebut.


Wajah Maya yang putih bersih berubah warna menjadi merah saat ia mendengar ucapan Rio. Ia benar-benar malu saat mendengar pria itu sengaja merincikan semua yang di laksanakan nya. Maya sudah tidak berani memandang wajah pria tampan, yang saat ini sedang memandang nya. Pria itu tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan itu. Dengan rasa malu ia harus memberanikan diri membuka pakaian pria itu, dan kemudian membersihkan tubuh pria itu hingga bagian vital. Maya benar-benar tidak ikhlas apa bila perawat yang melakukan nya. Ia tidak Mau tubuh calon suami nya di sentuh dan di rabah-rabah oleh wanita lain. Maya mengusap tubuh Rio dengan kain yang di beri sabun, kemudian Ia membersihkan dengan handuk kecil yang di basahkan air bersih. Ia melihat tubuh kekar pria itu datang jelas. dadanya yang padat dan keras, lengan yang berotot, perut yang berkotak-kotak Seperti roti bantal. Maya membersihkan dengan sangat bersih, tanpa ada yang di lewati nya dengan dada yang berdetak sangat kuat. perasaan yang bercampur aduk. Setiap saat Maya memandang mata Rio yang terpejam, Ia takut saat Ia mengelap tubuh Pria itu. Pria itu malah sadar.


Maya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan pria itu.


" Kamu curang, Mas aja belum di kasih lihat punya kamu. Tapi kamu sudah lebih dulu mengintip punya mas," ucap Rio yang tersenyum mesum memandang nya.


' Mas apaan sih," ucap Maya sambil memukul dada pria tersebut.


" Yang kamu lihat itu dalam kondisi tidur, bila sudah kondisi bangun, maka ukuran nya bisa lebih besar dua hingga tak tiga kali lipat," ucap Rio.


Wajah Maya memucat saat mendengar ucapan Rio. Maya benar-benar sangat malu dibuat pria tersebut kalau tidak mengingat kondisi pria itu yang masih dalam keadaan sakit ingin rasanya Maya memukul kepalanya.


" Kalau masih ketawain Aya, Aya bakalan pergi nih," ucap Maya mengancamnya.


Rio tertawa saat mendengar ancaman dari calon istrinya. " Jangan dong sayang, nanti siapa yang bersiin badan mas," ucapnya yang semakin menggoda gadis itu.


" Kalau gitu jangan ngetawain Aya," pinta gadis tersebut yang sangat malu.


" Rio tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. Rio memegang tangan Maya dan kemudian memeluk tubuh gadis itu di atas dadanya. Tapi tadi Mas serius bilangnya," ucapnya lagi.


" Yang mana?" tanya Maya polos.

__ADS_1


" Ukurannya bisa lebih besar dua hingga tiga kali lipat," ucap Rio.


Maya memukul dadanya habis-habisan dan Rio tertawa


" Sakit sayang," ucapnya sambil memegang tangan gadis tersebut.


" Mas tuh baru bangun sadar dari koma langsung mesum," ucap Maya


Rio tertawa saat mendengar ucapan gadis tersebut.


" Habisnya enggak adil Yang ,"ucapnya.


" Gak adil gimana?" tanya Maya.


" Kamu lihat punya mas. Kalau gitu mas boleh dong lihat punya kamu," ucapnya yang masih terus menggoda calon istrinya tersebut


" Mas," ucap Maya dengan suara yang sangat keras.


Rio tersenyum saat melihat wajah calon istrinya yang sudah sangat merah menahan rasa malu.


" Nanti ya kalau kondisi Mas sudah sehat kita langsung ke rumah ayah," ucapnya memberitahu calon istrinya tentang lamarannya yang tertunda.


Maya tersenyum memandangnya kemudian menganggukkan kepalanya.


Maya memandang Rio. Ia baru tahu ternyata calon suami sangat pandai menjebaknya, dan juga begitu usil.


******


Habibi datang ke rumah sakit . Ia mendapqat telepon dari Wahyudi bahwa Rio sudah sadar.


Habibi masuk ke dalam ruang perawatan Rio, rio sudah duduk saat Habibi datang.


Rio tersenyum kepadanya. " Pak ucapnya."


" Bagaimana kondisi kamu?" tanya Habibi.


" Baik Pak," jawab Rio.


Habibi duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur Rio.


"Apa kamu sudah mengetahui siapa yang melakukannya?" tanya Habibi kepadanya.


Rio menganggukkan kepalanya.


" Kamu sangat mengenal orang itu?" tanya Habibi.

__ADS_1


Rio kembali menganggukkan kepalanya. " Saya mengenal mereka," ucapnya.


" Aku sudah mengetahui informasi dari detektif yang aku pakai," ucap Habibi kepadanya.


Rio diam saat mendengar ucapan Habibi.


" Maaf kan saya pak," Ucapnya.


" Kamu tidak salah, Kalau bukan kedua pria yang bersaudara itu yang di kirim untuk menghabisi ku, mungkin orang itu akan mencari yang lain," ucap Habibi. Mungkin saat ini Ia sudah mati bila yang di utus orang lain.


" Apa kamu tahu kemana Mereka pergi," tanya Habibi.


" Saya tidak tahu," jawab Rio.


" Aku yakin ada yang memerintahkan mereka," ucap Habibi.


" Walaupun mereka diberi uang sebanyak pun oleh orang yang memerintahkan nya, tujuan mereka hanya saya ucap Rio.


Bagaimana dengan orang yang memerintahkan itu kalau kita tidak menemukan kedua pria bersaudara itu," ucap Habibie .


Rio diam saat mendengar ucapan Habibi.


Mereka sengaja mencari orang yang ada hubungannya dengan saya. Apa bila orang itu tertangkap maka mereka tidak akan memberi tahu identitas orang yang memerintahkan nya. Meskipun kedua saudara itu ditemukan orang yang memerintahkan tetap tidak akan kita ketahui," ucap Rio.


" Apakah kamu punya feeling siapa yang memerintahkan mereka," ucap Habibie.


Rio diam ia tampak sedang berpikir.


" Saya yakin diluaran Bapak tidak punya musuh, yang menjadi musuh Bapak hanyalah pesaing bisnis Bapak,".ucap Rio yang mengetahui seperti apa sifat Habibie dan juga keluarganya.


Habibi menganggukkan kepalanya " Bagaimana kondisimu sekarang," tanya Habibi lagi.


" Saya sudah sangat baik saya juga sudah bisa keluar dari rumah sakit ini Pak," ucap Rio


" Jadi kapan kamu akan melamar Maya?" tanya Habibie.


secepatnya jawab Rio yang sudah tidak ingin menunda nunda lagi.


Aku harap juga begitu ucap Habibi.


*****


Like komen dan votenya ya reader.


maaf baru bisa up.

__ADS_1


__ADS_2