Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 236


__ADS_3

" Sayang apakah kamu ingin jalan-jalan hari ini," ucap Androw saat Ia dan istrinya selelai sholat subuh.


Ara yang masih memakai mukena kemudian membuka mukenanya." Mau jalan kemana?" tanya kepada suaminya tersebut.


" Terserah kamu saja sayang, kemana pun yang kamu ingin, Aku akan mengikutinya," ucap Androw sambil mengusap kepala istrinya.


" Ia Ara mau jalan-jalan Mas, soalnya nanti kalau Ara sudah melahirkan Ara gak bisa jalan-jalan," ucapnya sambil memajukan bibirnya.


Androw tertawa saat mendengar ucapan istrinya tersebut. " kamu harus sabar sayang, bila nanti kamu ingin aku menemanimu di rumah selama 40 hari maka aku akan melakukannya," ucapnya sambil tersenyum kepada istrinya tersebut.


" Apakah Mommy dan Deddy juga akan ikut?" tanya Ara.


" Tidak sayang, mereka akan mengecek hotel-hotel dan juga Mall-mall yang ada di sini," ucap nya.


" Apakah kita hanya jalan berdua saja," tanya Ara .


" Tidak sayang, Kita akan jalan bertiga dengan Vino," Ucapnya sambil mengusap perut istrinya.


Ara tersenyum. " Iya Ara mau," Ucapnya yang kemudian pergi ke tempat tidur dan kemudian berbaring. Besok Ia akan melakukan Operasi Cesar nya.


Androw berbaring di sebelah istrinya, Ia memeluk istrinya tersebut. Ia begitu sangat mencemaskan istrinya. Dokter yang akan membantu persalinan istri, besok akan datang ke Indonesia. Ia ingin mengajak istrinya jalan-jalan agar istrinya bisa merasa lebih rileks.


Ara kemudian memeluk suaminya, jari-jari nya memainkan jenggot suaminya yang tertata rapi tersebut.


" Ara sudah gak sabar untuk lihat vino," Ucapnya.


" Aku juga begitu sayang, aku sudah tidak sabar ingin melihat kamu terlihat cantik dan seksi lagi,"Ucapnya mengoda istrinya.


" Jadi selama ini Mas bohong bilang Ara tetap cantik dan seksi walaupun perut Ara buncit dan gendut," ucapnya sambil memikul lengan suaminya.


Androw tertawa. " Aku tidak berbohong sayang, kamu tetap seksi walaupun perut mu besar seperti ini. Namun kamu terlihat lebih seksi lagi bila perut sudah tidak besar, Aku tidak tega melihat mu membawak beban berat ini selalu sayang" Ucapnya yang merayu istri nya.


Ara hanya diam saat mendengar ucapan suaminya tersebut.


" Sayang, aku berharap kamu tidak takut," ucap nya yang memandang wajah istrinya tersebut.


Ara mengangukan kepalanya. " iya Mas jawabnya.


****


" Bagaimana sayang apa kamu sudah siap?" ucap Androw yang memakai celana pendek dan baju kaos tersebut. Ia terlihat sangat santai namun tetap tampan.


Ara tersenyum memandang suaminya itu.


" sudah Mas ucapnya terlihat sangat cantik Dengan busana syar'i nya.


Ia meminta jalan-Jalan ke pantai, Androw memilih pantai yang terdekat .


Ia kemudian mencium bibir istri nya yang kecil tersebut dan kemudian memegang tangan istrinya. " Hari ini aku akan menuruti semua keinginan mu, ratu ku," Ucapnya


Androw mengemudikan mobil tersebut cukup santai hampir satu jam, mereka sampai di pantai tersebut.


" Nanti aku pasti sangat cemburu ketika kamu lebih memperhatikan nya dari pada aku," Ucapnya sambil mengusap perut istrinya.


" Ara juga cemburu, ketika mas lebih sayang sama vino dari pada Ara," Ucapnya.


Androw tertawa, " Aku akan membagi rata kasih sayang ku untuk mu dan juga untuk anak kita sayang," ucap nya,"


" Kalau nanti sudah ada vino, kita akan jalan bertiga," ucap Androw sambil yang memegang pipi istrinya.


mobil mereka sampai di areal pantai tersebut. Androw memarkirkan mobilnya. pantai itu terlihat begitu cukup Ramai.


Ia duduk di atas pasir pantai tersebut. Ara melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. tangan Androw melingkar di pundak. Mereka menikmati angin pantai yang menyapu wajah nya. Cuaca yang tidak panas membuat mereka begitu betah berada di pantai tersebut.

__ADS_1


" Mas Ara mau rujak," ucap Ara yang melihat penjual rujak,"


" Baiklah sayang, aku akan membelikan untuk mu," Ucapnya sambil tersenyum.


Androw datang dengan membawakan rujak dan juga air kelapa muda.


" Makasih ya Mas," Ucapnya saat mengambil rujak tersebut dari tangan suaminya.


Mereka tidak banyak berbicara, mereka hanya menikmati Keindahan pantai tersebut. Mereka sibuk dengan pikirannya masih-masing.


" Pulang yuk Mas," ucap Ara.


" Boleh," Ucapnya.


Androw membawa istrinya makan di restoran, dan kemudian mereka langsung pulang. Ia tidak ingin istrinya kelelahan.


****


" Mas, Ara takut," ucapnya saat Ia sudah berada di dalam ruanga persalinan.


Sesuai dengan janjinya, Arum menemani Sahabat nya dengan membawa putrinya ke rumah sakit.


" Mami Ara, Vira datang temani Mami," ucap Arum yang meletakkan bayinya di sebelah Sahabat nya itu. Di dalam ruangan itu, Dokter Dina dan Dokter Natalia yang langsung di datangkan Androw dari Amerika sedang melakukan tindakan sebelum masuk ke ruang operasi.


Ara menangis saat memeluk Vira. " Doain mami Ara dan Vino ya," Ucapnya sambil mencium pipi bulat bayi tersebut.


Arum memegang tangan sahabnya nya itu. " kami sudah pasti doakan


Ara jangan takut, semangat demi Vino," ucapnya sambil tersenyum.


Ara menganggukkan kepalanya.


Hasil tes darah nya sudah keluar Alhamdulillah tidak ada penyakit apa-apa ya, tensi darah normal," ucap Dokter Dina yang membuat mereka merasa sangat senang dan juga lega.


Perawat tersebut mulai memasang infus di tangannya kemudian memasang kateter dan setelah itu membawa Ara ke ruang operasi.


" Ara tersenyum dan mengangguk kepalanya. " Ara mau cium Vira," Ucapnya.


" Arum memberikan putrinya itu, Ara mencium pipi bayi mungil tersebut. " Vira doain mami Ara dan vino ya," ucapnya.


Linda memeluk putri nya dan kemudian mencium nya. " Sayang Umi jangan takut," Ucapnya.


Ara menganggukkan kepalanya.


" Umi doain Ara sama vino ya mi," Ucapnya yang memegang tangan Linda dan meletakkan tangan uminya itu ke pipinya.


" Mommy ada di sini menemani kamu sayang, ingatlah bahwa kami semua menyanyi mu," ucap Arista kepada minantunya itu. Ia tau bahwa minantu nya begitu sangat takut.


Ara Tersenyum dan kemudian mengangguk kan kepala nya.


" Percayalah sayang, kamu akan baik-baik saja ucap Arista.


" Amin, terimakasi Mom, doain Ara Mon. ucapnya sambil memegang tangan mertuanya.


Arista mengangukan kepalanya.


Perawat mendorong tempat tidur itu masuk ke dalam ruangan operasi . Dokter Dina dan Dokter Natalia tersenyum saat melihat Ia dan Androw masuk kedalam ruangan itu. Ara yang di bantu perawat, berjalan ke tempat tidur operasi. Androw memegang tangannya.


dokter dina dan timnya melakukan doa sebelum Ia melakukan operasi Cesar tersebut.


" Biusnya hanya bius setegang ya pak, dari payud**a ke atas tidak kena bius. Biusnya bekerja dari perut kebawah ucap Dokter Dina.


Andow mengangukan kepalanya, di dalam ruangan itu, terasa amat dingin. Ia memeluk istrinya Ketika Dokter meminta istrinya untuk duduk dan membungkuk. kemudian Dokter Natali menyuntikkan anestesi epidural di bagian tulang belakang.

__ADS_1


Androw mendengar istrinya mengeluh sakit saat Ia merasakan jarum itu masuk ke dalam tulang sumsum nya.


Suara mesin pendeteksi jantung itu terdengar begitu keras, mungkin karena suasana yang cukup hening.


" Kamu menginginkan hadia apa nanti sayang," Ucap androw ketika para dokter dan tenaga medis itu bekerja mengeluarkan bayinya.


" Gak," tau jawabannya.


" Apa kamu mau pesawat jet?" tanya nya.


" pesawat jet untuk apa?" tanya Ara.


" Untuk kamu keliling dunia sayang," Ucapnya.


" Mas Sudah punya pesawat jet.untuk Apa lagi Ara punya pesawat jet. Lagi pula punya pesawat jet itu biaya nya sangat besar. uang pajak pesat , bayar bandara, gaji pilot dan pramugari, kemudian juga biaya perawatan nya," ucap Ara,"


" Kapal pesiar apa kamu mau sayang," Ucapnya lagi menawarkan.


" Gak mau," jawab Ara.


" Bagaimana kalau hotel," Ucap Androw.


Ara Tersenyum dan kemudian mengangguk kepalanya. " Kalau hotel Ara mau Ucapnya.


" Ternyata kamu mata rupiah sayang," Ucapnya saat mendengar ucapan istrinya.


Ara tersenyum. " Ara bukan mata rupiah mas, tapi mata dollar," Ucapnya.


Dokter Dina dan Dokter Natalia hanya senyum-senyum saat mendengarkan kedua suami istri itu bercerita.


Androw hanya memandang wajah istrinya. Ara begitu asik bercerita dengan suaminya, sehingga Ia tidak begitu merasa takut.


suara tangis bayi nya terdegar begitu keras.


" Alhamdulillah, suaranya sangat keras. sepertinya Ia tau bahwa calon istrinya sudah menunggu kelahirannya," ucap Dokter Dina saat mengeluarkan bayi tersebut. Androw melihat bayi nya yang angkat Dokter Dina.


Air matanya menetes begitu saja saat melihat bayi nya tersebut.


" Mas anak kita," ucap Ara.


Androw menangis dan memeluk istrinya berulangkali ia mencium kening istrinya. " Terima kasih sayang," ucapnya.


" Ara udah jadi Mami, Mas," ucapnya sambil memeluk suaminya.


Androw langsung mengadzani putranya tersebut. setelah putra nya di bersihkan. Seorang perawat kemudian meletakkan bayi tersebut keatas dada ibunya.


" Alhamdulillah sesuai permintaan Pak Androw, bayinya lahir saat akan masuk waktu sholat Jumat,". ucapnya ketika Ia menyelesaikan Ibu bayi tersebut.


" Alhamdulillah Terima kasih Dok," ucap Androw yang begitu bersyukur melihat kelahiran putranya.


" Operasi kita berjalan dengan sukses Ya pak Androw. ibunya akan kita masukkan ke ruang observasi selama kurang lebih 1 jam, jadi pak Androw sudah bisa meninggalkan Ibu Ara untuk melakukan sholat Jumat ucap dokter dina. saat putra nya sudah di bawa ke ruangan bayi.


Androw tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


sayang aku pergi salat dulu ya ucapnya kepada istrinya.


Ara menganggukkan kepalanya.


Tim medis yang bekerja menangani operasi istrinya semuanya perempuan.


*******


Like komen dan votenya ya reader.

__ADS_1


terimakasih atas dukungan nya.


😊😊🙏🙏


__ADS_2