Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 36


__ADS_3

sebelum nya author mau minta maaf ke pada reader setia novel author🙏. efek sibuk dengan usaha+ anak-anak author yang bayi-bayi. jadi author Lamat up nya. di tambah lagi mata author yang suka berair kalau ngetik kibot di hp. dan ngantuk yang sangat luar biasa. alhasil author terpaksa mencicil mengetiknya. dan terima kasih sekali atas semangat dan dukungan dari reader. maaf ya author gak balas komentar nya reader satu persatu🙏.


########


Habibi membawa barang-barang Arumi kedalam ruangannya. Di letaknya buku dan Al-Qur'an di mejanya. Mukena yang ada di tangannya di ciumnya. ia mencium aroma wangi gadis tersebut wangi yang sangat lembut. ini farfum apa, bisik dalam hatinya.


Sebenarnya arumi tidak memakai farfum. Ia hanya memakai pewangi pakaian saat mencuci. Ia suka dengan salah satu aroma pelembut dan pewangi pakaian yang bermerek Dove berwarna merah. Selain murah juga sangat wangi. Habibi tak henti-hentinya mencium mukena tersebut. Ia merasa jauh lebih nyaman. ia juga melihat buku yang bg berjudul the key to success in life. Buku yang tebalnya sampai mencapai 500 lebih halaman tersebut yang memakai bahasa Inggris. Apa ini memang bukunya atau buku pinjam. Habibi yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Setelah membolak balikkan buku tersebut, di halaman paling belakang ada di tulis nama Ardi. Apa dia pemilik buku? atau apa Arum???


Lamunan Habibi terhenti saat terdengar suara ketukan pintu dari luar. Habibi cepat-cepat langsung menyembunyikan mukena yang sedari tadi di berpegang dan diciumnya. Ia seperti anak kecil yang nakal, yang sedang ketakutan karena mengambil barang milik orang lain dan takut ketahuan dan pada akhirnya Bibi menyembunyikan mukena tersebut. Setelah terasa aman. Habibi menyuruh untuk masuk, ternyata yang mengantarkan saya makan siang.


“Ini pak pesanan bapak,” kata pegawai kantin. “Ini adalah menu yang sering di pesan neng Arumi pak. Arumi sangat suka dengan ayam rica-rica, tahu bacem dan sayur Cha kangkung.” Mendengar yang di sampaikan oleh mang Udin, membuat semangat Habibi langsung datang, yang awalnya dia tidak nafsu makan, namun sekarang selera makannya langsung datang.


“Baik mang. terimakasih ya. berapa total belanja saya mang?” tanya Habibi.

__ADS_1


“Total Rp.150.000,- pak termasuk untuk di pentri 9 bungkus.”


Habibi mengeluarkan uang dari dalam dompetnya. lembaran Rp.200.000,-. Sisanya untuk kamu.


“Terimakasih pak.” mang Udin keluar dari ruangan Habibi.


Habibi makan dengan lahapnya. Setelah beberapa hari dia kehilangan nafsu makan. Dan kemudian dia menggantungkan mukenah milik Arumi di ruang istirahat pribadinya. Ia mengantungkan dengan manis di samping sejadah miliknya.


Habibi mulai memeriksa berkas-berkas yang tertumpuk di atas meja. Sudah berapa hari ini, ia kehilangan semangat untuk bekerja, pikirkannya selalu di penuhi oleh Arumi, membuat modnya tidak setabil. Habibi mulai memeriksa berkas satu persatu dan menandatangani berkas yang dianggapnya sudah oke. Kemudian dia memanggil sekretarisnya, untuk mengambil berkas yang sudah di tanda tanganinya.


Setelah Habibi keluar dari ruang pantry dengan membawa barang-barang milik Arumi.


“Aku kasihan lihat pak Habibi,” kata Yuli

__ADS_1


“Sepertinya pak Habibi beneran suka sama arumi,” jawab Mila.


“Tapi Arumi ke mana ya, kenapa seperti hilang di telan bumi.” Sahut Rara.


“Gimana gak suka. Arumi itu cewek yang luar biasa cantik, baik, pintar, rajin, sopan, ibadahnya oke banget, dan hebat bela diri lagi.” tegas Yuli.


“kalau seandainya Arum gak kembali aku bersedia mengantikannya.” Rara yang tersenyum malu-malu.


Jelas saja ucapan Rara tersebut membuat cs ketawa dan sekaligus mengejek.


“Entah apa dosa dan salah nya pak Habibi, ibu Anita dan pak jhoni. kalau kamu yang gantiin Arum,” cerutu Riri. .


“Arumi tinggi, kamu pendek. Arumi langsing, kamu bulet. Arumi putih, kamu hitam. Arumi hebat bela diri, kamu lari aja gak sanggup. Arum pintar kamu. ...” dan mereka pun tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Tapi aku punya cinta yang tulus.” Rara menjawab dengan imutnya, “dan aku akan memberikan cinta suci dan tulus ini.”


Rara salah seorang CS yg bertubuh bulat dan pendek, kulitnya yang sedikit gelap namun wajahnya cukup manis, dan sifat narsisnya yang membuat miris. Kalau dia tidak ada pentri terasa sepi.


__ADS_2