
Eka menganggukkan kepalanya, Mas duduk aja dulu di sini," ucapnya yang menunjuk kursi tersebut. Eka mau ke dalam sebentar, tadi ada yang sedang eka kerjakan," ucapnya.
kalau gitu mas ikut aja sama kamu, banyak yang bisa kita ceritakan," ucap Adam yang berusaha memegang tangannya.
Eka langsung menepis tangan pria itu ketika pria itu akan menyentuh tangannya. " aku sudah mengatakan tolong jangan pegang,"0 ucapkan Eka.
Adam memandangnya. " Kenapa kamu sekarang tidak mau mas sentuhan?" ucapnya.
Eka tertawa saat mendengar ucapan pria tersebut. " Mas kita tidak ada ikatan apa-apa Aku bukan istri kamu yang bisa kamu pegang, tolong ingat itu," ucapnya kemudian.
" Mas akan menikahi kamu, kita akan membesarkan anak kita bersama," ucapnya.
" Dulu juga kamu mengatakan hal itu," ucap Eka.
" Mas tau, mas salah. Mas minta maaf, mas mau kamu mau menikah dengan mas. Walau bagaimanapun anak kita pasti membutuhkan ayahnya. Berapa tahun sekarang usianya?
Dia perempuan atau laki-laki?" ucapnya kemudian.
Eka tersenyum memandangnya." Dia anak yang lahir diluar nikah. Mas harus tau, bahwa anak yang lahir diluar nikah murni milik ibunya," ucapnya.
" Tapi dia darah daging ku," ucap Adam.
Eka tersenyum memandang pria itu. " Saat aku melahirkan nya. Aku mengosongkan nama ayah bayi. Bahkan sampai sekarang, nama ayah nya masih aku kosongkan. walaupun Ia sudah masuk sekolah. Apa kamu tau apa alasan nya?" tanya Eka yang memandang nya.
Adam diam saat mendengar ucapan wanita yang dulu ditinggalkan nya. Ia tau bahwa Ia sudah membolongi Eka mengenai nama aslinya. Semua biodata nya palsu.
" Kenapa?" tanya nya yang berpura-pura tidak tau
" Karena aku tidak tau siap nama laki-laki yang menghamili aku," ucap Eka.
" Mas tau mas salah, mas minta maaf. Mas janji akan menebus semua kesalahan mas selama ini. Mas harap kamu mau menikah dengan mas, agar mas bisa menjaga dan melindungi kamu dan anak kita," ucap Adam.
" Kamu mengatakan anak kita? apa yang sudah kamu beri untuk dia, dan bahkan kamu tidak tahu berapa umurnya, dia perempuan atau laki-laki. Apa kamu pantas mengatakan kamu ayahnya?" ucap Eka.
" Mas minta maaf ya sayang, waktu itu mas sedang dalam masalah. Mas sebenarnya memiliki istri dan pada saat itu istri mas juga sedang hamil. Jadi Mas harus mengutamakan istri mas dan sekarang status Mas adalah laki-laki bebas, Mas sudah bercerai dengan nya. Mas akan menikahi kamu," ucapnya.
Hati nya terasa begitu sangat sakti saat mendengar ucapan pria tersebut. " Aku tidak minta kamu nikahi, begitu mudah nya kamu mengatakan hal ini" ucap Eka.
" Tapi izinkan Mas bisa kembali bersama kamu agar Mas bisa bersama dengan kalian. Kita akan menjadi keluarga yang utuh," ucapnya.
Eka hanya diam saat mendengar ucapan pria itu.
" Kamu belum menikah, Mas yakin kamu mau menerima lamaran mas," ucap Adam.
Eka menggelengkan kepalanya. " Kita bahas nanti saja Mas. Aku mau masuk dulu ke dalam tadi aku ada mengerjakan pekerjaan, aku takut nanti pekerjaanku itu tidak jadi selesai karena aku belum menyimpannya. Mas tunggu di sini sebentar," ucapnya kemudian.
__ADS_1
" Mas akan ikut kamu," ucap Adam.
Eka menggelengkan kepalanya. " Tidak usah aku hanya sebentar saja," ucapnya.
" Baiklah mas akan menunggu kamu disini," ucap Adam yang duduk di kursi yang tadi ditunjuk oleh Eka.
Eka tersenyum dan kemudian meninggalkan pria itu.
Eka masuk ke dalam ruangan nya. Ia duduk di kursi nya. Ia merasa dadanya seakan terbakar oleh rasa marah dan juga benci saat melihat pria itu. Ia mengusap air matanya yang menetes begitu saja. Rasa sakit yang selama ini terpendam di dalam hatinya meluap begitu saja saat melihat wajah pria tersebut. Ia merasa tangannya bergetar saat Ia harus menahan rasa emosinya.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ponsel Imam.
Matanya selalu melihat Adam yang masih duduk di tempat yang tadi ditunjukkannya. Ia tidak ingin mendengar apapun alasan pria itu. pria yang telah meninggalkannya dan menipu nya. bertahun-tahun Ia hidup dalam hinaan. Rasa sakit bisa saja Ia lupakan, namun hinaan dan cacian. Yang di tanggung nya bersama dengan anaknya. Bertahun-tahun Ia hidup dalam kebenci, dan dibuang keluarganya. Setiap orang melihat putranya, semua orang mempertanyakan ayahnya. Begitu mereka tau bahwa putranya lahir tanpa ayah, mereka memandang putranya dengan tatapan jijik. Bahkan tidak sedikit yang mengejek dan mentertawakan putranya sebagai anak haram.
Sambungan telepon itu diangkat oleh imam.
" Halo assalamualaikum," ucapnya.
" Halo waalaikumsalam Mas," jawab Eka.
" Ada apa dek?" tanya Imam.
"Mas orang yang dulu menghamili Eka datang ke butik," ucapnya. Ia tidak ingin mengatakan bahwa orang itu adalah Ayah dari anaknya.
" Apa?" ucap imam dengan suara yang terdengar begitu sangat keras saat mendengar ucapan adiknya tersebut.
" Tahan dia, jangan sampai lari," ucap Imam.
" Iya Mas dia masih ada di dalam butik tadi Eka nyuruh dia untuk menunggu Eka. Dia sekarang masih duduk di kursi yang Eka tunjuk," ucapnya yang memandang cctv yang berada di depannya.
" Mas akan langsung ke sana tunggu mas," ucap imam yang begitu sangat marah saat mendengar ucapan adiknya. Akhirnya orang yang dicarinya bisa ditemukannya. Ia begitu sangat senang karena orang itu yang datang sendiri.
" Mas, Eka mau telepon mas Heri," ucapnya.
Imam diam saat mendengar ucapan adiknya itu. " Mas takut Heri tidak bisa mengontrol emosinya," ucapnya. Ia tidak ingin calon adik iparnya itu sampai membunuh pria tersebut. apa lagi adik nya akan menikah dengan Heri.
" Eka gak mau nanti Mas Heri salah paham," ucap Eka.
" Baiklah hubungi lah dia, mas akan langsung ke sana," ucap Imam.
Eka mematikan panggilan telepon tersebut, Ia kemudian menghubungi nomor Heri melalui sambungan Vidio call. Dengan cepat pria itu menjawab panggilan telepon nya.
" Ada apa sayang," ucapnya saat melihat wajah calon istrinya yang memenuhi layar ponsel nya.
" Mas," ucap Eka yang tidak melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
" Iya, ada apa?
Kangen ya?" ucapnya sambil tersenyum.
Eka mengangukan kepalanya. " Mas orang itu datang," ucapnya.
" Orang yang mana?" tanya Heri yang sedikit binggung dengan ucapan calon istrinya.
" Orang yang dulu nipu Eka," ucapnya.
Heri Memandang nya.
" Orang yang sudah menghamili Eka mas," ucapnya sambil menutup mulutnya menahan tangisnya.
" Mas langsung ke sana, mas bakal rontok kan gigi nya," ucapnya yang begitu sangat kesal.
" Mas tapi jangan di matiin ya ," pinta calon istrinya.
" Kenapa?
Masih cinta?" ucap nya.
Eka menggelengkan kepalanya. " Eka gak mau mas masuk penjara," ucap nya.
Heri tersenyum memandang wajah cantik calon istrinya. " Gak sampai mati kok di pukul nya. Mas langsung ke sana, tahan dia jangan sampai kabur. tutup pintu butik, agar tidak ada berita," keluar ucap Heri.
" Gak bisa mas butik lagi rame," ucap Eka.
" Bawa dia ke lantai atas. tapi ingat jangan sendiri," ucap Heri,"
" Iya Mas jawab Eka,"
***
Sudah dulu ya. Author sambung lagi nanti. Cup jangan bilang sedikit. 😀
😊😊😊
Jangan lupa like komen dan votenya nya reader. Author gak pelit up nya. Reader jangan pelit like nya. 😊
makasih ya dukungan nya. Insyaallah kisah Dokter arumi akan segera tamat. untuk penulisan, Author sudah revisi hingga bab 107. Insyaallah revisi akan selesai.
agar yang ingin membaca ulang, bisa nyaman. Kisah Dokter Arumi merupakan novel pertama Author. Karena itu banyak terdapat kesalahan dalam penulisan.
Terimakasih atas Doa-doa nya, hingga Author bisa tetap up. hanya mungkin tidak bisa banyak seperti biasa. Efek kondisi belum stabil. makasih ya reader semua.
__ADS_1
Assalamu'alaikum.