Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 237


__ADS_3

Andro masuk ke kamar perawatan istrinya.


Ia baru saja menyelesaikan sholat Jumat di masjid yang ada di rumah sakit tersebut.


Ia melihat istrinya sudah ada di atas tempat tidur beserta dengan keluarganya dan juga Arumi.


"Bagaimana sayang ?" ucapnya sambil mengusap kepala istrinya.


Istrinya hanya tersenyum memandang nya.


" Apa sudah boleh makan?" tanya nya.


" Ara nggak lapar Ara cuman haus," ucapnya.


" Apa sudah boleh minum?" tanya Androw.


" Belum masih nungguin Dokter Dina datang," ucap Arum.


Tidak lama Dokter Dina dan juga Dokter Natalie masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Selamat ya Pak Androw," ucap Dokter Dina sambil tersenyum ramah.


" Terima kasih Dokter, kamu telah menyelamatkan istri dan anakku," ucapan Androw dengan penuh rasa syukur.


" Sudah menjadi kewajiban kami Pak Androw," jawab Dokter Dina.


" Aku tidak menyangka ternyata kau menikah juga dan memiliki anak," ucap Dokter Natalie memandangn Androw. Ia ingin memeluk Androw. Namun pria itu langsung menolaknya.


" Aku sekarang sudah menjadi muslim," ucapnya kepada Natalie sambil tersenyum.


Natalie tertawa. " Maafkan aku, aku lupa," ucap Natalie yang memang sudah biasa melakukan sapa dengan memeluk dan juga mencium pipi seperti biasa.


" Tidak Apa, Terimakasi kamu sudah mau datang ke sini untuk membantu istri ku" Ucap Androw yang sungguh-sungguh.


Natalie tertawa. " sebenarnya Dokter Dina sudah sangat bagus hanya saja kau terlalu mencemaskan nya ucap Dokter Natalie,"


Androw tersenyum kepada sahabatnya itu


" Bagaimana mungkin aku tidak mencemaskannya, mereka nyawaku saat ini," ucapnya.


Natalie tersenyum memandangnya. " Aku tahu, cintamu begitu besar untuk Anak dan istrimu," ucap Natalie.


Androw hanya tersenyum.


"Aku tidak menyangka Playboy sepertimu ternyata bisa juga serius dan mencintai istrimu dengan sangat besar," ucap Natalie memandang perubahan sikap sahabatnya yang sangat dikenalnya tersebut.


Natalie sangat mengenal Androw, Ia bersahabat dengan pria itu semenjak mereka masih sekolah. Ia juga menjadi seorang dokter spesialis kandungan yang dipakai oleh keluarga Smith. Natalie tergolong Dokter yang sangat bagus di Amerika.


" Apakah istriku sudah boleh minum dan makan,"tanya Androw. yang melihat bibir istrinya begitu kering.


" Sebentar saya akan memeriksa nya terlebih dulu," ucap Dokter Dina


Androw menganggukkan kepalanya.


" Untuk minum sudah boleh hanya saja jangan banyak dan untuk makan tunggu beberapa jam dulu," ucap Dokter Dina setelah Ia melakukan pemeriksaan.


"Terima kasih Dok," ucap Androw.


" Baiklah kami permisi kalau ada apa-apa pencet saja bel ucap Dokter Dina dan juga Natalie yang kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Linda langsung mengambilkan Air minum untuk putrinya yang sejak tadi sudah mengatakan sangat haus.

__ADS_1


" Aku saja umi yang memberi Ara minum," ucap Androw kepada mertuanya tersebut menggunakan bahasa Indonesia. Ia Mama sudah mulai pandai berbahasa Indonesia namun bahasanya masih sangat berantakan.


" Boleh," Jawab Linda. Linda kemudian memberikan gelas yang berisi air hangat itu kepada minantunya.


Dia kemudian memberikan minum kepada istrinya. " Minumnya jangan banyak ya sayang," Ucapnya.


Ara menganggukkan kepalanya dan langsung meminum air didalam gelas tersebut memakai sedotan.


setelah meminum hampir seperempat gelas, Androw menghentikan istrinya.


" sudah dulu ya sayang, nanti minum lagi," ucapnya yang merasa sangat kasihan melihat istrinya yang masih sangat kehausan.


Ara mengikuti apa yang diucapkan oleh suaminya Ia menganggukkan kepalanya.


Andro mencium kening istrinya tersebut.


" Terima kasih ya sayang," ucapnya sambil mencium punggung tangan istrinya.


Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Apa yang kamu rasakan sayang," tanya Androw.


" kaki Ara nggak bisa digerakin mas," ucapnya yang merasa kakinya begitu sangat kebas.


"Sabar ya sayang itu efek bius," ucapkan Androw kepada istrinya.


" Iya," Jawab istrinya.


perawat datang dengan mengantarkan bayinya ke ruangan ibunya.


Androw langsung mengambil putranya dan menggendongnya.


" Lihatlah sayang dia sangat tampan mirip aku," ucapnya begitu bangganya.


"Bibirnya mirip Ara," ucap Linda yang memandang cucunya.


Ara langsung tersenyum dengan begitu senangnya ternyata masih ada bagian wajahnya yang diambil oleh putranya.


Ara begitu senang saat melihat putranya tersebut.


Arista yang memandang cucunya itu, langsung mengendong nya.


Akhirnya Aku mendapkan cucu laki-laki juga," Ucapnya mencium pipi cucu laki-laki nya.


Arnold juga Memandang cucu nya. " Dia sangat tampan," pujinya melihat hidung mancung cucunya.


Amin yang baru kembali dari masjid selepas sholat Jum'at, langsung melihat cucunya.


Arnold memberikan cucunya ke tangan kakeknya.


Amin membacakan doa di telinga cucunya tersebut Iya mencium cucunya.


" Sekarang aku sudah menjadi kakek,"ucapnya kepada cucunya tersebut.


Arum yang duduk di sebelah Sahabat nya itu hanya tersenyum melihat kebahagiaan sahabnya.


" dia tampan sekali," ucap arum memandang putra sahabnya itu.


" Terimakasih, Arum sudah mau nemani Ara,' ucap nya.


" Vira nungguin calon suaminya lahir," ucap Arum Sambil tertawa.

__ADS_1


" Ara Arum tinggal gak apa-apa ya. Arum soalnya udah janji rapat dengan pegawai rumah sakit," ucap Arum yang merasa tidak enak hati kepada sahabatnya itu


" Iya gak apa, lagian rame kok di sini," ucap Ara.


" Mas Androw, Arum tinggal dulu ya. mau ke atas. hari ini Arum ada rapat, dan juga ada yang perlu Arum cek," Ucapnya


" Terimakasih ya Arum, Sudah jagain istri saya," ucap nya.


" Iya Mas, Arum permisi ya, ucapnya kepada sahabatnya itu. saat Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 1. sedangkan Ia ada rapat jam 2 siang. Ia juga harus mengecek satu persatu berkas yang akan di bahas oleh nya nanti.


***


Arum naik ke lantai 7 menuju Ruangan nya. Ruangannya berada di lantai paling tinggi di rumah sakit miliknya tersebut. Ini untuk pertama kalinya Ia kembali ke rumah sakit miliknya. selama ini Ia hanya mengecek laporan rumah sakit nya melalui email yang dikirim kan wakil direktur nya, dan juga kepala keuangan nya. Untuk pertama kalinya Ia kembali memimpin rapat di rumah sakit setelah melahirkan.


Dua orang perawat, May Sarah, dan baby sitter nya mengikuti nya, perawat itu mengendong putri nya. Putrinya akan menjadi rebutan di rumah sakit tersebut baik dokter perawat dan juga para bidan akan berebut untuk mengambil putrinya tersebut.


" Bu Arumi Bagaimana keadaannya," tanya perawat yang bernama Lira.


" Sangat baik," jawab Arum .


" Sudah lama saya enggak datang ke sini," ucapnya.


"Iya Bu Arum kami sangat rindu dengan Ibu Arumi," ucap perawat yang bernama Risa tersebut.


" Selama Ibu tidak datang ke sini, kami udah gak pernah makan enak lagi," ucap Lira.


Risa Yang berdiri di sebelah nya langsung mencubit bahu temannya itu.


Arum tersenyum saat mendengar ucapan perawatnya tersebut.


" Maaf saya lupa soalnya saya sibuk ngurusin Vira," ucapnya. Biasanya setiap hari Jumat Ia akan membuat makan bersama di rumah sakitnya untuk seluruh karyawan yang ada di rumah sakit tersebut.


" Sebelum Sholat Jum'at tadi catering datang kan tanya. biasanya setiap sebelum salat Jumat nasi catering yang dipesannya untuk makan bersama sudah datang. Para karyawannya yang sudah lapar sebelum salat Jumat biasanya akan makan terlebih dahulu.


namun ada juga yang makan setelah selesai salat Jumat.


" Datang Bu," ucap Risa.


Bu Arum kok cepat langsing nya tanya lyra.


efek menyusui jawab Arum. yang tidak perlu diet karena putrinya ASI.


" Bu Arum hebat ya saya benar-benar salut lihat ibu," ucap Risa. walaupun punya suami yang super kaya punya rumah sakit tapi tetap aja mau ngasih ASI ke anak nya. padahal Ia masih sangat muda. kebanyakan mama muda tidak mau menyusui anak mereka dengan alasan ASI yang tidak keluar.


Arum tersenyum memandang kedua perawat tersebut yang usianya jauh di atasnya.


Arum masuk ke dalam ruangannya yang begitu besar. Ia sangat merindukan ruangan yang sudah hampir 3 bulan ditinggalkannya.


Ia duduk di kursi kerjanya. Ia melihat kepadatan ibu kota dari kaca besar yang ada di dalam ruangannya. jendela besar yang berkaca tersebut langsung mengarah ke jalan.


Ia mulai bekerja di depan monitor komputer yang ada di depannya, Ia mengecek keseluruhan dari rumah sakit miliknya.


Ia mengecek persediaan obat-obatan, tenaga medis yang dimilikinya. ruang dan juga berbagai kelengkapan fasilitas di rumah sakitnya. Ia juga memeriksa keuangan di rumah sakit milik nya itu.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.


maaf author baru bisa up. untuk Ardi dan Aisah author tidak terlalu membahas di sini.


untuk kisah Ardi dan Aisah bisa langsung ke novel author " Aisah jodoh ku ya. sudah up 82 capter.

__ADS_1


terimakasih ya atas dukungan nya.


πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2