
Arumi masuk ke dalam kamarnya, ia melihat kamarnya yang memang sangat kecil. Kosan yang saat ini ditempatinya, tidak menyediakan fasilitas ruang tamu. Langsung kamar dan di tambah kamar mandi yang kecil di dalam kamarnya. Kamar mandi yang menyediakan keran air dan kloset jongkok tanpa ada bak mandi. Arum memilih kos ini karena harganya yang sangat murah. Kalau ada tamu laki-laki yang datang, maka Arum harus membawa masuk ke dalam kamarnya langsung. Walaupun tidak mengunci pintu dan membuka pintu dengan lebar. “Apa Arum harus cari rumah sewa ya biar lebih nyaman. Tapi rumah sewa, sudah pasti mahal. Arum harus menabung. Arum pikir nanti aja, biasanya yang datang cuman Ardi. Dia juga kalau datang gak pernah lama,” gumam Arumi. Arum kembali mengingat Ardi, dia udah janji menjelaskan tentang Androw. Walau bagaimanapun Ardi satu-satunya sahabat terbaik yang dia punya. Mulai dari kampung sampai di Jakarta sekalipun Ardi tidak pernah menjauhi nya. Ardi selalu memberikan perhatian yang sangat berlimpah sebagai sahabat Seperti apa pun kondisinya. Ardi tidak pernah malu berteman dengannya. Arum juga merasa sangat aneh saat melihat Androw yang selalu datang ke kosnya. Apa bule itu kurang kerjaan pikir Arum.
Arum berencana untuk menelpon Ardi. Tapi ternyata hp nya berbunyi. Arum langsung melihat panggilan telepon. Ternyata Ardi. Dengan cepat Arum mengangkat telpon tersebut.
“Hallo Assalamu’alaikum.” Kata Arumi.
“Wa’alaikum salam. Apa bule itu sudah pulang,” tanya Ardi.
“Sudah,” jawab Arumi.
“Sejak kapan kamu kenal bule itu?”
“Beberapa hari yang lalu. Dia seorang investor yang sedang membangun cabang mall nya dan memakai jasa pembangunan dari kantor aku.
“Kenapa dia datang ke kos kamu? Apa dia sering datang,” tanya Ardi.
“Arum juga gak tau. Iya dia sering datang.”
__ADS_1
“Apa dia pernah pegang-pegang kamu?” Tanya Ardi.
“Gak pernah, dia cukup sopan dan menjaga prinsip Arum. Arum gak mau bersentuhan sama laki-laki. Dia tau itu.”
“Kamu harus pandai-pandai jaga diri. Ingat Arum ini Jakarta. Kalau aku gak mikirkan buat laporan dan tugas. Aku gak bakalan pergi dari kos kamu. Oh ya, nanti kalau aku gak sibuk. Aku bawak kamu makan di restoran padang aja ya. Kamu pasti lapar. Setelah semua nasi di habiskan si bule tadi.” Ardi yang tampak masih kesal.
“Iya. Tapi dia juga ada bawakan Arum makan malam.”
“Udah di makan?”
“Belum.” Balas Arum
Arum terdengar tertawa kecil. “Oke pak dokter.” Balas Arum
“Ya udah istirahat ya.”
“Kamu lagi apa,” tanya Arum.
__ADS_1
“Ini aku lagi ngetik tugas.”
“Oke. Makasih ya Di. Assalamu’alaikum.”
“Iya sama-sama. Wa’alaikum salam.”
Arum membuka makanan yang di bawak Androw. Dia mulai mencoba masakan jepang. Ternyata yang di bawakannya mie ramen. Arumi mencobanya untuk pertama kali. Walaupun terasa sedikit berbeda di lidah tapi ternyata sangat enak. Arum mulai memakannya. Karena tidak sanggup untuk menghabiskan akhirnya Arum menyisakan beberapa sosihnya untuk sarapan pagi dan memasukkannya ke dalam rice cooker agar tetap panas.
*******
Danill sedang memperhatikan bosnya. Bosnya itu terlihat sedikit aneh. Dia biasanya tidak akan pernah lama di Indonesia. Kalau sudah selesai masalah yang di urusnya dia akan langsung pulang kenegaranya. Tapi kenapa dia di seakan betah berada di Indonesia. Bosnya juga, tidak pernah meminta untuk di carikan wAnita kencan untuknya. Danil tampak mengerutkan keningnya.
“Aku ingin sedikit lebih lama beranda di sini,” ternyata Androw bisa membaca pikiran Danill yang merupakan orang kepercayaannya.
“Iya pak.” Danill menjawab.
“Aku merasa, di saat aku di dekat dengan gadis itu. Aku merasa sangat nyaman.” Ternyata Androw tidak mampu menyembunyikan perasaan kepada Danill.
__ADS_1
Danill menganggukkan kepalanya.
“Dia gadis yang sangat berbeda. Aku merayunya untuk ku berikan apertemen tapi dia menolak.”