Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 150


__ADS_3

habibi dan Arum masuk ke dalam kamar hotel yang berkelas VVIP. kamar yang sangat besar dan juga mewah


alas tempat tidur yang berwarna putih. di taburi kelopak bunga mawar merah yg berbentuk love.


kamar yang hanya di terangi oleh lilin-lilin.


makan malam yg sudah di tata dimeja makan yang di letakkan lilin-lilin sebagai penerang.


tampak sangat romantis. gadis tersebut tampak kagum dan senang melihat semua itu.


Arum duduk bibir tempat tidur king size tersebut. habibi duduk di sebelah nya.


melingkarkan tangannya di pinggang istri nya.


saat ini mereka sudah Shah. tidak ada lagi rasa takut akan dosa dan sebagainya. tidak perlu lagi menahan nafsu yang menggebu-gebu namun tidak bisa di salurkan.


saat ini apa yang mereka lakukan sebelum nya akan menjadi dosa. namun sekarang, semuanya akan menjadi pahala dan ibadah.


iya menatap mata bening istri nya. iya mengusap pipi istri nya dengan tangan nya sebelah kanan. dan kemudian ia mulai mengecup bibir mungil tersebut berkali-kali.


mas Arum gerah. baju nya berat banget. sambil memandang baju yg di kenakan nya.


pria tersebut tampak tertawa.


sini mas bantu buka baju nya.


ih, mas. dengan membesar kan matanya.


udah halal dek. ucap sang suami.


Arum bisa sendiri.


ucap sang istri. yang berjalan menuju meja rias dan duduk. iya Mulai mencabut jarum pentul yang melengket di lilitan hijabnya. satu persatu. habibi berdiri di samping istri nya, sambil mencabuti jarum pentul tersebut.


setelah tampak lilitan hijabnya mulai terlepas.


pria tersebut membuka jas nya.


dek, mas Udah bantu cabutin pentol.


sekarang, bantu mas dong buka kancing baju.


mata Arum terbuka lebar.


mas!!!!!


iya Tampak geram melihat tingkah suaminya. mana debaran jantungnya udah gak teratur. suaminya gak ada henti-hentinya menjahili nya.


ya Allah dek, baru nikah aja udah galak amat.

__ADS_1


Arum melihat ke arah suaminya, yang menanggalkan dasinya.


iya mulai melepaskan hijab tersebut. rambut hitam nya sudah tampak terlihat. yang di ikat membulat.


mata habibi melihat sang istri tanpa berkedip. iya memperhatikan leher jenjang istri nya yang putih.


sang istri mendekati nya yang sedang berdiri mematung. Arum berdiri di dekat suaminya.


iya membuka kancing baju suaminya


pria tersebut memang tangan istri nya.


dek, boleh sekarang gak?


tanya nya kemudian.


Cubitan kecil menempel di pinggang nya.


gak mau.


mandi dulu.


titah sang istri.


habibi tersenyum jahil.


mas.


jangan mesum gitu dong.


ucap sang istri.


udah mandi sana. sambil mendorong sang suami.


dek, tas.


ucap pria tersebut.


Arum mengambil kan tas kecil yang ada di kamar nya. mereka hanya 1 malam.ya wajar kalau Tante Lasmi memberikan barang yg sedik pikirnya. lagi pula, sang mami biasanya tau benar apa yang mereka butuhkan.


Arum memberikan tas tersebut


tidak lama habibi mandi terdegar suara air yang sudah di matikan. pria tersebut sedang mencari baju ganti nya atau piama tidur.


namun ia tidak menemukan nya. yang ada hanya celana dalam saja yang masih di dalam kemasan. dan di lihatnya lagi baju untuk sang istri. lingerie seksi transparan berwarna hitam. dan bra merah berenda dan juga celana dalam merah berenda.


dan kemudian farfum, alat makeup dan lipstik. iya tertawa memikirkan wajah sang istri saat melihat isi tasnya.


selera Tante Lasmi oke juga. ucap pria tersebut.

__ADS_1


iya pada akhirnya memakai celana dalam dan kemudian melilitkan handuk di pinggang nya.


dan kemudian keluar dari dalam kamar mandi.


Arum memandang sang suami yang tidak memakai baju. iya menelan air ludah nya berulang kali. ini untuk pertama kalinya ia melihat laki-laki yang hanya memakai handuk di depan nya. kulit putih bersih suaminya terlihat amat jelas. dada bidang dan bagian perut nya yang tampak berkotak-kotak.


membuat Arum harus menunduk kan kepala nya. dada nya sudah berdetak dengan hebatnya.


mas, kok gak pakai baju sih?


omel sang istri.


ngapain pakai baju. nantikan mau di buka juga. habibi menjawab dengan senyum jahil nya. membuat sang istri berdecak kesal. dan kemudian menghentikan kaki nya kelantai dan masuk ke kamar mandi. bahkan ia tidak membawa handuk.


Arum membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi dengan di siram air shower hangat. tubuhnya yang terasa lengket, kini sudah semakin segar. iya baru ingat kalau dia gak membawa handuk.


Arum membuka tas kecil tersebut.mata nya terbuka dengan sempurna saat melihat isi dari dalam tas tersebut. apa Tante Lasmi lupa masuk kan iya piama.


habibi yang berbaring di atas tempat tidur, udah gak sabar melihat sang istri keluar dari dalam kamar mandi.


dan kemudian terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi tersebut.


mas


suara sang istri mengejutkan nya yang sedang melamun.


iya sayang ada apa?


mas, Arum lupa bawak handuk.


tolong ambilkan mas.


iya jawab pria tersebut.


mas, apa dek?


di kamar masih ada tas lain gak?


tanya sang istri yang membesarkan suaranya, agar di dengar jelas oleh suaminya.


gak ada dek.


ucap sang suami.


sambil mengetuk pintu kamar mandi.


pintu kamar mandi terbuka sedikit. dan tangan nan putih tampak keluar dari bilik pintu kamar mandi tersebut. habibi meletakkan handuk tersebut di tangan istri nya. setelah Anduk di ambil sang istri.


pintu kamar mandi tertutup kembali.

__ADS_1


__ADS_2