
" Pak Habibi, saya minta maaf bila mengatakan hal ini," ucap nya Imam.
Habibi diam mendengar ucapan pria tersebut. Ia masih menunggu apa yang ingin di sampaikan Imam kepadanya.
" Saya menginginkan rumah yang saat ini ditempati Eka. Saya mohon kepada pak Habibi agar mau menjual rumah itu kepada saya," ucap Imam.
Habibi memandangnya.
Imam tersenyum. " Saya tahu sebenarnya saya juga berat untuk meminta rumah itu, namun Eka sangat menyukai rumah yang saat ini di tempatinya. Mengingat rumah itu memiliki begitu banyak kenangan nya bersama dengan Daffa. Setelah nanti Ia menikah tidak mungkin lagi Eka untuk tetap tinggal di sana. Jadi karena itu saya ingin mengambil rumah itu sebagai kado pernikahan adik saya. Saya harap pak Habibi mau melepaskan rumah itu untuk saya," ucap Imam.
Habibi tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Baiklah saya akan menjual rumah itu kepada pak Imam. Saya mau menjual nya, karena untuk Eka," ucap Habibi.
Imam begitu sangat senang saat mendengar ucapan Habibi. " Pak Habibi tentukan saja harganya berapa, insya Allah saya tidak akan menawar," ucap Imam
Habibi tertawa mendengar ucapan pria itu.
" Rumah itu saya jual dengan Pak Imam, saya tidak akan mungkin menjual rumah itu dengan harga yang tinggi. Saya akan menjual rumah itu dengan harga kekeluargaan, karena saya sudah menganggap kalian seperti keluarga saya sendiri," ucap Habibi.
Imam melihat bahwa Habibi begitu sangat tulus mengatakan hal tersebut.
Imam tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. " Terima kasih Pak Habibi sudah mau menjadikan Kami keluarga Pak Habibi," ucapnya kemudian.
Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan bisnis mereka yang sempat tertunda siang tadi karena ia membatalkan pertemuan dengan Habibi.
Habibie memandang kagum kepada pria tersebut. Ia tidak menyangka rekan bisnisnya itu itu ternyata Abang dari wanita yang dianggapnya seperti Adiknya sendiri. selama ini ia menilai Imam sebagai laki-laki yang kaku, dan jenis manusia pekerja keras. terlihat dari watak pria itu yang tampak begitu sangat. dan Ia baru melihat sisi berbeda dari pria yang menjadi rekan bisnisnya itu.
***
Arumi mendengarkan semua penjelasan yang disampaikan oleh Eka. Ia kemudian tersenyum saat menceritakan Eka menceritaka seluruhnya kepadanya. " Kak Eka sekarang gak perlu lagi merasa seperti tidak memiliki keluarga karena mereka masih ada menyayangi kakak. abang kandung kak Eka sangat perduli dan juga sangat menyayangi kakak. ucap Arum.
Eka mengusap air matanya. " Iya, Kakak bersyukur masih memiliki Mas Imam. Mas Imam juga mengatakan kepada kakak bahwa dia yang akan menikahkan Kakak nanti bila Bapak tidak bersedia untuk menjadi wali kakak," ucap Eka.
" Arum doain semoga Kakak bahagia. Kakak berhak bahagia, kakak harus membuka lembaran baru. Sudah saatnya kakak bangkit dan melakukan masa lalu kakak. Sudah saatnya kakak menata hidup yang baru, membuka lembaran baru ,' ucapnya.
Eka menangis memeluknya selama ini.
__ADS_1
" Arum yang menjadi penyemangat kakak, Daffa yang menjadi penguat kakak. Disaat kakak tidak berani untuk menatap mata-mata orang yang memandang Kakak dengan jijik, Arum selalu menguatkan hati kakak dengan memberikan Kakak semangat yang luar biasa. Karena Arum kakak bisa menjadi seperti sekarang. Karena Arum dan keluarga mas Habibi, Daffa bisa bisa tumbuh sehat dan juga pintar Seperti sekarang," ucapnya yang tidak ada henti-hentinya untuk mengucapkan kata terima kasih.
Arum tersenyum memandangnya bagi Arum melihat Kakak bahagia melihat Daffa juga bahagia rasanya sudah cukup Kak ucapnya.
Setelah Eka membangun usahanya, bisnis butiknya berjalan sangat baik selama setahun ini. Ia sudah tidak mau menerima uang pemberian dari adik angkatnya itu, karena Ia sudah yakin Ia bisa mendapatkan uang sendiri. Ia juga sudah berhasil membuktikan bahwa usaha yang di rintisannya berjalan dengan sangat baik karena dukungan dari adik angkatnya itu pasti nya.
" Kapan rencananya kakak mau nikah sama Mas Heri?" tanya Arum.
Eka menggelengkan kepalanya. " kakak belum tahu, soalnya kata Mas Imam bakalan ke kampung dulu. Kakak juga ikut ke kampung sama Mas Imam, kami akan menemui bapak dan ibu. Nanti mas Imam akan membahas masalah ini dengan pihak keluarga," ucap Eka.
" Semoga semuanya lancar Kak, Arum sangat berharap dan mendoakan agar acara pernikahan kakak lacar," ucap nya.
Eka tersenyum. " Makasih Arum ," ucapnya.
****
Pagi-pagi imam sudah datang ke rumah adiknya. Ia akan membawa adiknya ke rumah orang tuanya. Sudah saatnya Ia bertemu dengan kedua orang tuanya. Ia selalu berdoa dan berharap agar kedua orang tuanya bisa berubah. 8 tahun Ia tidak pernah bertemu dengan orang yang telah melahirkan serta membesarkan nya. Ada rindu yang begitu besar dirasakan nya. Ia begitu sangat gugup bila nanti bertemu dengan kedua orang tuanya. Serta adik-adik nya. yang dulu saat di tinggalkan nya masih kecil-kecil.
Eka tersenyum saat melihat Abang kandungnya itu datang. Ia melihat abangnya yang terlihat begitu sangat tampan dengan baju kaos berkerah berwarna gelap, dengan dada yang bidang. Saat dia terakhir berjumpa dengan abangnya, abangnya memiliki tubuh yang kurus dan juga tinggi dengan kulit sedikit agak item. berbeda jauh sekarang, saat ini tubuh abangnya berisi dan atletis dengan kulit yang bersih dan putih. penampilannya juga begitu sangat rapi.
keponakannya sudah sangat keren dengan memakai baju kemeja panjang lengan panjang berwarna biru dongker dan juga celana jeans dan sepatu.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Sudah mas," ucapnya.
" Kaponakan om ganteng banget," ucapnya yang menggendong Daffa.
Daffa tersenyum memandangnya. " Banyak yang bilang aku itu ganteng," ucapnya dengan begitu sangat sombongnya.
Imam tertawa saat mendengar ucapan kepunahannya tersebut. " Kalau gitu udah punya pacar dong ya," ucapnya kepada keponakannya yang duduk di sekolah Tamam kanak-kanak tersebut.
" Belum Om baru PDKT," jawabnya.
Imam tertawa saat mendengar ucapan keponakannya. " Om kalah jauh dong," ucapnya kemudian.
" Kenapa om kalah jauh ?" tanya Daffa.
__ADS_1
" Om gak punya kenalan cewek buat PDKT," jawabnya.
Daffa mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Sama Tante May Sarah aja om. cantik pintar bela diri lagi," ucap Daffa.
" Tante May sarahra itu siapa?" tanya Imam.
" tante May Sarah itu bodyguard nya mimi Arum . Orang nya cantik, tinggi, postur tubuhnya, ideal banget. jago bela diri lagi ," ucap nya menjelaskan.
" Mau dong om," ucap imam
" Tante May sarah itu sering kerumah liatin Daffa om," ucap nya.
Imam mengangukan kepalanya.
" Udah berangkat dek," ucapnya mengajak adiknya.
" Iya Mas," ucap Eka. mereka tidak tidak membawa banyak pakaian karena mereka tidak berencana pulang langsung ke Jakarta mereka hanya membawa satu pasangan baju ganti saja.
Mereka pergi hanya bertiga, Imam sengaja tidak ingin membawa Heri. Ia tidak ingin heri mendengar permasalahan di dalam keluarganya. Ia juga membawa sopir untuk mengemudikan mobilnya.
Ia duduk di bangku penumpang bersama dengan Eka dan juga dapat Daffa.
Tempat mereka tidak terlalu jauh dari Jakarta hanya sekitar 3 jam perjalanan. Selama di perjalanan itu mereka tidak henti-hentinya bercerita dan juga tertawa.
Daffa tertidur di dalam mobil. Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang begitu sangat sederhana.
Melihat mobil yang terparkir didepan, si pemilik rumah langsung keluar dari dalam rumahnya. Mereka sangat terkejut saat melihat ada tamunya datang dengan memakai mobil yang tampak begitu sangat mewah.
***
jangan lupa vote komtar dan likre nya ya.
terimakasih. ,🙏🙏
__ADS_1