
Setelah sarapan Abdul bersiap-siap untuk pergi ke pabrik. Meskipun belum pernah naik haji namun peci putih tidak pernah lepas dari kepalanya. May sarah memandang papanya yang bertubuh cukup tinggi dan sudah mulai bungkuk . "Papa jangan kerja lagi," ucapnya yang tidak ingin melihat pria yang membesarkannya itu masih harus banting tulang.
"Papa ini luarnya sudah kelihatan tua namun untuk tenaga, anak muda saja kalah," ucap Abdul yang mengepalkan tangannya dan memamerkan ototnya yang terbungkus baju panjang lengan.
"May nggak mau papa kerja lagi," ucapnya yang memeluk tubuh Abdul.
Abdul memandang putrinya dan tersenyum. "Papa kerja di bagian kantor Jadi nggak capek," ucapnya.
"Papa, May antar," ucap saat menyalami tangan papanya ketika akan pergi bekerja
Abdul tersenyuman. "Boleh," jawabnya.
"Mama ayo ikut," ucap May.
"Mama ambil jilbab dulu," ucap pipit yang bergegas ke kamarnya. Pipit keluar dari dalam kamar setelah memakai jilbab.
"Ayo ma," ucap May yang mengandeng tangan mama dan papanya. Mereka berjalan ke halaman rumah tempat mobil terparkir.
May tersenyum memandang kursi mobil bagian belakang. "Sudah ma, pa," ucapnya.
"Sudah," ucap Pipit menyahutnya.
May mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pabrik gula tempat papanya bekerja. "Nanti kalau uang tabungan May sudah cukup mau beli mobil," ucapnya.
"Semoga uangnya cepat terkun. Amin" Pipit sangat senang saat mendengar ucapan putrinya. Bagus kalau begitu ucapnya.
Iya ma doain uang May cepat cukup dan bisa cepat beli mobilnya," ucap May sambil tersenyum.
"Mama dan papa selalu doakan Imay," ucap Pipit yang memandang suaminya.
May tersenyuman dan memberhentikan Mobilnya di depan pabrik tempat papanya bekerja.
***
Pipit masuk ke dalam kamar putrinya dan melihat May yang asik dangan ponsel di tangannya. "Sayang, capat siap-siap kita ke salon," ajak Pipit yang duduk di bibir tempat tidur.
"May malas ma," ucap May yang tidak bersemangat untuk pergi ke salon. Ingin rasanya Dia berpenampilan yang begitu sangat jelek sehingga pria itu lari dan tidak jadi melamarnya.
"Sayang, ayolah Kamu ini mau dilamar. Besok kita sudah tidak sempat ke salon. Keluarga laki-laki dan calon suami May akan datang. Mama besok akan sibuk masak untuk menjamu keluarga mereka," ucap Pipit yang merayu putrinya.
"Mau lamaran aja kenapa seribet ini sih ma," ucap May yang kemudian duduk,"
"Cepat ya mama tunggu didepan," ucap Pipit yang keluar dari kamar putrinya.
"Iya ma," jawab May dengan sangat malas.
"Ma May sudah siap," ucapnya yang berdiri di belakang mamanya.
Pipit memandang penampilan putrinya yang memakai jilbab berwarna hitam, baju kaos panjang tangan yang besar dan celana training. "Bagaimana cowok mau suka sama kamu penampilan kamu kayak gini," ucap Pipit sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
May hanya diam sambil menarik tangan mamanya.
*****
"Assalamu'alaikum," ucap Arum saat membuka pintu ruangan Eka.
"Waalaikumsalam, masuk," ucap Eka yang tersenyum memandang adik angkatnya tersebut.
__ADS_1
"Mas Heri mana Kak?" tanya Arum.
"Kakak minta beliin es rumput laut. Jadi Mas Heri lagi cari es rumput laut," ucapnya.
"Pantas gak keliatan," ucap Arum
Eka tersenyum memandang Vira yang berdiri disamping miminya. "Vira, "ucap Eka yang mengembangkan tangannya.
"Tante apa kabar," ucap Vira saat memeluknya.
"Kabar Tante sehat, Vira gimana kabarnya? Tante kangen Vira," ucap Eka yang baru berjumpa dengan gadis kecil tersebut. Eka mencium pipi Vira berulang-ulang kali.
"Vira juga kangen, Vira baik-baik saja," ucapnya yang tersenyum lebar. Vira memperhatikan wajah Eka sambil menempelkan tangannya di pipi Eka.
"Ada apa?" ucap Eka saat melihat wajah gadis kecil itu memperhatikannya.
"Tante sekarang gendut, " ucap Vira.
Eka tertawa saat mendengar ucapan Vira.
"Iya tante sekarang gendut," ucapnya sambil memegang pipinya.
"Apa di dalam sini sudah ada adek bayi?" ucapnya yang memegang perut Eka.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Vira gak tau kapan perut Mimi akan gembung seperti ini. Tante bisa seperti ini pasti karena banyak makan. Gak seperti Mimi yang makannya sedikit-sedikit sehingga perutnya gak gembung-gembung," ucap Vira yang memajukan bibir kecilnya yang runcing.
"Eka tersenyum dan mengusap kepalanya. sebentar lagi vira pasti punya adek," ucapnya.
Arum hanya diam sambil memandang putrinya.
"Tante buat baju cantik untuk Vira," ucap Eka.
yang memandang gaun berwarna pink yang begitu sangat cantik.
"Vira mau," ucap Vira.
"Hai Vira," ucap Daffa yang berdiri di samping nya
"Daffa di sini," ucap Vira saat melihat Daffa yang sudah berdiri di sampingnya.
"Tadi sepulang sekolah Ayah bawa aku ke sini," ucapnya. Daffa sangat senang ketika tidak melihat Vino.
"Apa bajunya boleh Vira pakai?"tanya Vira.
Melihat gaun yang begitu sangat cantik tersebut, membuat Vira tidak sabar untuk memakannya.
"Iya boleh, tante buat baju ini sebagai sampel. untuk sementara Tante sudah buat tiga warna. Nanti Vira difoto ya untuk jadi model tante," ucap Eka yang tersenyum lebar.
"Itu artinya Vera diambil untuk jadi model baju tante?" ucap Vira yang berpose genit.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Vira setuju kalau begitu," ucap Vira dengan mata berbinar saat mendengar dia akan menjadi model busana.
"Aku juga," ucap Daffa.
__ADS_1
"Daffa pakai baju yang mana?" tanya Vira
"Sudah ada beberapa baju yang disiapkan bunda," ucapnya.
" Bila Tante masih kekurangan model maka saya bersedia untuk menjadi modalnya," ucap Rangga yang sejak tadi hanya diam mendengarkan mereka berbicara
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Tapi sebenarnya Tante masih nungguin Akilla," ucapnya Eka.
Rangga memandangnya. "Kenapa dengan Akila?" tanya Rangga.
Rangga akan tante pasangin sama Akila," ucapnya.
Rangga diam dan menganggukkan kepalanya.
"Demi profesionalitas saya tidak masalah," ucapnya.
Arum tertawa saat mendengar ucapannya.
"Bagaimana mungkin anak sebesar Rangga mengerti profesionalitas," pikirnya.
Eka meminta agar Arum datang ke butiknya bersama dengan Rangga dan juga Vira. Eka meminjam anak-anak itu untuk menjadi model busananya keluaran terbaru.
Arum duduk di kursi yang ada di depan Eka.
saat pegawai butik Eka Menganti pakaian serta menyiapkan anak-anak itu untuk melakukan sesi pemotretan.
"Kak May Sarah mana?" ucap Eka yang sejak tadi tidak melihat May Sarah.
"Kak May pulang kampung," ucap Arum.
"Sejak kapan?" tanya Eka.
"Baru semalam," Jawab Arum.
"Ada acara apa, Kenapa mendadak?" tanya Eka.
"Kak May mau dilamar," ucapnya.
Eka menganggukkan kepalanya. "Ternyata kak May sudah punya calon ya. kakak kirain belum ada calon suami," ucapnya.
"Dijodohin," jawab Arum.
Eka menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Arum. "Kapan acara lamarannya?" ucap Eka.
"Besok," jawab Arum.
Eka diam saat mendengar jawaban Arum.
"kata Mas Heri, Kak May dekat sama Mas Imam. Waktu kembali dari acara Ica mas imam ngusir mas Heri karena mau pulang sama kak May," ucap Eka.
"Arum baru tau," ucap Arum yang membedakan matanya.
***
author minta maaf ya, anak-anak Author lagi pada sakit jadi terkendala up nya. Jangan lupa like komen dan votenya ya reader
terimakasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏
__ADS_1