
Dari hasil informasi dari Heri, bahwa tidak ada satu rumah sakit pun yang berada di luar Jakarta yang menerima pasien tertembak.
Sudah beberapa hari Maya melakukan pencarian bukti dan informasi namun tidak ada menemukan bukti yang pasti tentang pelaku tersebut. Mantan Rio yang ada 3 orang, Mereka semuanya sudah menikah dan tidak mungkin mereka salah satu orang yang menginginkan kematian Rio mengingat hubungan mereka dengan keluarganya sangat baik dan mereka juga tidak pernah lagi berhubungan dengan Rio. Maka Maya mencoret 3 nama tersebut lokasi dari mereka pun cukup jauh ada yang tinggal di Jawa tengah kemudian Kalimantan dan juga satu lagi ada yang di Jawa barat.
Pagi itu Habibi datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Rio, Ia masuk ke dalam ruangan perawatan Rio yang sudah dipindahkan ke kekamar pasien. Alat-alat yang dipakai nya sudah di lepas kan terkecuali oksigen dan juga infus. Sampai saat ini Rio masih belum sadarkan diri namun menurut informasi dari Wahyudi, bahwa kondisi Rio sudah sangat membaik. detak jantungnya sudah stabil, tidak ada masalah yang terjadi dan operasi berjalan dengan lancar.
" Bagaimana apa sudah diketahui siapa pelakunya?" tanya Habibi kepada Maya saat mereka duduk di kursi yang ada di depan kamar perawatan Rio.
"Belum Pak sampai saat ini kita belum dapat menemukan pelakunya, bahkan setiap rumah sakit dan praktek dokter yang ada di luar dari Jakarta pun sudah di lacak. untuk mencari informasi. Namun tidak ada yang menerima pasien tertembak" jawab Maya.
Habibi mendengarkan semua penjelasan Maya.
" Maya juga sudah cari kemungkinan orang-orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ini namun juga tidak ada bukti-bukti tentang keterlibatan orang-orang tersebut, dan saat ini ada beberapa kemungkinan yang mungkin bisa saja," terjadi ucap Maya.
"Apa?" tanya Habibie
"Yang pertama, pelaku memang menginginkan kan Pak Habibi yang menjadi target utama dari penembakan tersebut.
Yang kedua target sebenarnya dari penembakan itu adalah mas Rio.
Namun dari hasil penyelidikan Maya saat ini target utama mereka itu mas Rio namun mereka juga diperintahkan untuk membunuh Pak Habibi. orang yang terkait dalam kasus ini memang sudah mencari pelaku yang memiliki dendam dengan mas Rio.
Sehingga nanti bila kasus ini terungkap mereka hanya mengatakan target utamanya mas Rio, karena ada terkait dendam pribadi sedangkan pelaku dapat selamat namun sampai saat ini maya tidak tahu siapa pelakunya,"
Habibi diam saat mendengarkan ucapan dari Maya
"Sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap siapa pelakunya," jawab Habibi.
__ADS_1
" Maya tahu, pelaku ini begitu pintar. namun orang suruhan nya, hanya lah pembunuh amatiran. mereka tidak akan sanggup mengambil tawaran tersebut, jika tidak memiliki dendam pribadi dengan mas rio," jawab Maya.
"Saya harap kamu bisa bersabar, yakinlah Rio akan baik-baik saja, saya sudah meminta bantuan kepada seorang ditektif suasta. dan nanti orang itu akan datang ke sini bersama dengan Heri, kamu bisa bekerja sama dengan orang tersebut. penjagaan di rumah sakit ini juga sangat ketat sehingga tidak akan ada yang bisa bebas untuk masuk ke kamar Rio," ucap Habibi
maya menganggukkan kepalanya.
" Apakah orang tuanya mas Rio nggak dikasih tahu pak?' tanya Maya kepada Habibi.
Habibie menggelengkan kepalanya.
" Heri mengatakan bahwa Rio pernah berpesan kepadanya agar jangan memberitahukan apapun tentang kondisinya walaupun dalam kondisi terburuk sekalipun ia tidak ingin orang tuanya mencemaskannya,"
Air mata Maya mengalir saat mendengar ucapan Habibi.
maya menganggukkan kepalanya. Maya mengerti pak. ucapnya yang sangat mengenal sifat Rio.
****
seperti apa yang biasa dilakukannya Ia tetap melakukan hal yang sama ia selalu berbicara dengan Rio walaupun pria itu tidak pernah menjawab ucapannya.
"Mas ini sudah tiga hari Mas tidur bangun dong Mas. Apa Mas enggak lapar nggak harus," ucap Maya.
"Mas maafin aya ya ayah terpaksa mencari tahu informasi tentang kehidupan pribadi mas. Sebenarnya aya nggak mau mencari tahu tentang hal tersebut tapi aya terpaksa melakukan nya. Aya harap Mas nggak marah sama Aya. Aya janji nggak akan cemburu kok sama mantan-mantan mas," ucap Maya sambil menangis.
"Mas maafin Aya juga ya mungkin Aya cengeng," ucapnya lagi sambil menghapus air matanya dengan punggung tangan Rio.
" Mas maaf ya Aya belum menemukan siapa pelakunya, tapi Mas sabar aja sebentar lagi Aya akan mendapatkan nya. Mas jangan ragukan keahlian Aya dalam mengintai orang," ucap Maya yang terus mengusap air matanya.
__ADS_1
Ia masih selalu mencari informasi tentang orang-orang terkait dengan Rio. bahkan karena kondisi nya yang tidak bisa meninggalkan Rio untuk mencari langsung informasi, Maya meminta bantuan ahli IT.
Maya tidak pernah meninggalkan Rio, selama di rumah sakit ia masih tetap terus mencari informasi Ia juga mengurus Rio merapikan rambut memotong kuku mengkilap badan hal itu selalu dilakukan hanya dengan terus berbicara kepada Rio terkadang dia mengadu, terkadang dia berusaha untuk menunjukkan bahwa ia kuat, namun terkadang juga dia menangis.
****
Habibie memerintahkan kepada heri untuk memperketat pengawasan terhadap Maya dan juga Rio setiap yang masuk ke dalam kamar tersebut harus mendapat izin dari pihak rumah sakit.
Pengantar makanan pun semuanya di waspadai mengingat pelaku belum diketahui sebenarnya Apa motif dari penembakan tersebut.
Sampai saat ini Arumi belum tahu tentang kondisi yang terjadi terhadap Rio. Mereka masih merahasiakan semua ini dari Arumi. mereka . fokus kepada pemecahan kasus tersebut. Habibi ingin secepatnya menyelesaikan kasus ini.
Sudah banyak kasus yang diselesaikan oleh maya namun ini kasus yang terumit yang dihadapinya menemukan nya. Maya menemukan informasi yang mana informasi tersebut terkait dengan orang yang pernah dekat sekaligus sahabat Rio. seorang gadis yang dulu satu fakultas dengan Rio.
Maya mulai mencari informasi tentang gadis tersebut yang bernama mawar jingga.
namun lagi-lagi Maya harus berhenti, saat melihat ternyata mawar telah meninggal 2 tahun yang lalu dan kepergiannya pun terkait dengan bunuh diri.
dari informasi yang didapat maya bahwa mawar jingga adalah sahabat Rio jadi kemungkinan bunuh dirinya itu bukan faktor karena Rio.
****
maaf ya salah kirim fael.
itu fael yang belum teredit.
baca ulang ya.
__ADS_1