
Maya selalu ada di samping Rio.
" Mas, hanya untuk kali ini aja Aya jadi penguntit. Aya mau mencari keadilan untuk Mas. Aya janji setelah ini Aya gak bakalan mengerjakan pekerjaan ini lagi,"
ucap Maya yang masih terus mencium punggung tangan Rio.
Ia memasukkan kartu memori kecil tersebut ke dalam laptopnya. Ia duduk di sofa yang ada tidak jauh dari tempat Rio berbaring. Maya mulai melakukan pencariannya melalui satelit khusus. Ia mengecek kendaraan yang di gunakan pelaku. yang ternyata plat polisi dari motor tersebut palsu.
Maya melakukan penyelidikan nya terhadap orang yang terlibat dengan Habibi. Namun ia tidak menemukan hasil dari penyelidikan nya.
setiap saat matanya memandang Rio yang tertidur. ya Maya mengatakan bahwa Rio sedang tidur.
Sudah berjam-jam Maya melakukan pencarian. namun belum ada hasil di dapat kannya.
Maya mencoba menghubungi Heri
" Halo jawab heri saat sambungan telepon itu di angkat nya.
"Halo Mas Heri, Maya minta tolong, tolong cek ke rumah sakit yang ada di Jakarta, yang menerima pasien korban penembakan. Maya yakin pelaku pasti mencari rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," ucap Maya.
" Baiklah mas akan langsung mencari informasi tentang pasien yang masuk akibat tertembak. Bagaimana keadaan Rio?" ucap Heri.
__ADS_1
"Masih belum ada perubahan mas. mas doain mas Rio ya," ucap Maya.
" Mas selalu mendoakan nya. mas akan memberikan informasi secepatnya. ucap Heri dan kemudian mematikan sambungan telepon tersebut.
" Mengapa ia tidak memikirkan hal tersebut sejak dari tadi," pikirnya.
Heri mengerakkan seluruh anggotanya untuk mencari rumah sakit yang menerima korban tertembak. namun ternyata Ia tidak menemukan nya.
Heri kembali menghubungi Maya.
"Halo Mas bagaimana?" tanya Maya.
"Tidak ada satu rumah sakit pun yang ada di Jakarta ini menerima pasien yang tertembak," jawab Heri.
"Baiklah," jawab Heri.
Cukup lama Maya menunggu berita dari Heri karena memang jumlah dokter sangat banyak di Jakarta.
Heri tidak melewatkan satupun tempat praktek dokter, Ia berseta rekannya selalu mendatangi tempat praktek dokter namun ternyata hasilnya sama tidak ada yang menerima pasien tertembak.
Heri kembali menghubungi Maya waktu itu sudah jam 12 malam Maya mengangkat telepon dari Heri yang memberitahukannya tidak menemukan pasien korban tertembak tersebut dan Maya kembali meminta agar hari melakukan pencarian di rumah, sakit rumah terdekat dari Jakarta dan pencarian tersebut akan dilakukan Heri besok pagi.
__ADS_1
malam ini maya tidur di samping tempat tidur Rio. Ia meletakkan laptopnya di nakas di samping tempat tidur Rio. Ia tidur sambil duduk di kursi sambil memegang tangan Rio.
" Mas maafin Aya ya, Aya masih belum bisa memukan pelakunya," ucap Maya yang merasa cukup sedih saat itu.
Selama ini Ia selalu bisa mendapat petunjuk paling lambat 3 jam, namun sampai saat ini maya belum bisa mendapatkan satu petunjuk pun, semua petunjuk yang diperolehnya tidak ada yang membuahkan hasil.
sampai saat ini belum ada petunjuk tentang siapa pelaku dari penembakan tersebut, dari awal Maya sudah yakin , bahwa pelaku memakai plat palsu dan untuk mencari pemilik motor yang keluaran Kawasaki ninja itu jumlahnya ratusan bahkan ribuan.
peluru yang bersarang di tubuh Rio untuk mengetahui siapa pemilik senjata api ternya tidak bisa memberi petunjuk. senjata api yang dipakai oleh pelaku itu senjata api rakitan jadi tidak bisa di ketahui pemilik dari senjata api tersebut.
Maya sudah mencoba untuk mencari tahu tentang orang-orang sekeliling Habibi. orang-orang yang kemungkinan terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersebut. Namun lagi-lagi Ia mendapatkan suatu informasi bahwa tidak ada orang yang terkait dalam kasus tersebut. hal ini membuatnya semakin berfikir motif dari penyerangan tersebut.
bisa di katakan, Maya tidak ada tidur sama sekali, walaupun wajahnya di tempelkan nya dengan punggung tangan Rio, dengan memejamkan Matanya. namun ia tidak bisa tertidur sedikit pun. pikirnya masih tertuju kepada pelaku penyerangan tersebut. Maya terus memikirkan kasus tersebut. Seperti menemukan sebuah praduga, Maya mulai mengkait-kaitkan permasalahan satu dengan yang lain nya. tampak ada kejanggalan dalam kasus ini. untuk semtara ada 3 praduga yang disimpulkan Maya. yang mana pelaku memang mengincar habib, dan yang kedua pelaku menginginkan kematian Rio, dan yang ketiga, pelaku memang mengincar Rio dan habibi. jadi karena itu maya akan mencari informasi tentang kehidupan pribadi Rio.
Maya mulai mengakses informasi tentang calon suaminya, selama ini Ia tidak pernah menanyakan tentang hal pribadi kepada pria tersebut. walaupun Maya bisa untuk mencari informasi tentang Rio secara diam-diam, namun Ia tidak mau melakukan nya. Ia begitu percaya kepada Rio. masa lalu bagi Maya bukanlah hal yang harus di permasalahkan. Namun kali ini Maya akan mencari tahu tentang biodata pribadi Rio. Termasuk orang-orang yang pernah dekat dengan Rio, dan juga para wanita yang pernah menjadi kekasih Rio. Maya juga mencari tau tentang orang-orang terdekat calon suaminya.
Sampai jam 4 subuh Maya masih terus mencari informasi informasi tersebut. Ia menemukan beberapa nama yang kini sedang dipegangnya yaitu nama mantan-mantan Rio.
Maya baru tidur setelah ia merasa kepalanya sangat pusing. Ia tidur di samping tempat tidur Rio, Maya tidur dengan posisi duduk di atas kursi sambil memegang tangan calon suaminya.
****
__ADS_1
like, komen dan votenya author harapkan ya.
makasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏