Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 33


__ADS_3

“Apa kamu yakin kalau kamu menyukai gadis itu.” Papi mulai bertanya.


“Yakin pi.” Jawab Habibi.


“Apa bukan karena rasa hutang budi. Karena gadis itu telah menyelamatkan nyawa kamu. Gadis itu masih sangat muda. Sedangkan usia kamu? Apa gak sebaiknya kamu mencari gadis yang lebih dekwasa.” Kata papi Habibi lagi mempertanyakan keputusan anaknya.


“Gak pi, Bibi sudah suka sama Arum semenjak pertama kali Bibi jumpa dengannya pi.”


“Kapan itu?” tanya papinya.


“Waktu awal dia bekerja di perusahaan kita.Bibi gak sengaja nabrak dia. Bibi langsung suka lihatnya pi. Apa lagi lihat matanya yang begitu sejuk.” Kata Habibi menjelaskan.


“Ooo gitu ceritanya. Tapi lebih baik kalau kamu Papi kenalkan dengan anak teman papi.” Papinya menawarkan pilihan lain kepada Habibi.


“Gak ah pi. Bibi akan tetap cari Arum.”


“Boleh. Yang penting kamu jaga kesehatan. Saat nanti kamu jumpa Arum. Kamu tidak perlu malu dan terlihat memprihatinkan.” Jawab papinya sambil tersenyum.


“Iya pi. Bibi janji.” Sambil tersenyum. Berusaha untuk terlihat tegar dan semangat.

__ADS_1


Setelah selesai acara di aula lantai 8. Acara di lanjutkan di central group hotel, salah satu hotel bintang lima yang di miliki central grup. Bibi sudah berada di dalam kamar presiden suite. Kamarnya bersebelahan dengan kamar mami, kamar yang luas dengan tempat tidur size king. Kamar yang memiliki ruang tamu lengkap dengan sofa besar dengan dan meja, ruang makan dan kamar mandi yang sangat luas di lengkapi bathtub yang berwarna putih. Bibi berdiri di depan jendela kaca besar yang langsung mengarah ke jalan. Ia melihatkan keindahan kota jakarta dari tempat yang tinggi. Cukup lama ia berdiri di tempat ini. Tanpa merubah sedikit pun posisinya. Matanya mulai memerah, menahan air mata yang terasa akan terjatuh, dada sesak dan sakit. Ingin rasanya menjerit dengan sekuat-kuatnya. Berfikir dengan logika yang ada di benak kepalanya.


Apa mungkin dia pergi karena tidak menyukai aku? Tapi tidak mungkin. Bahkan aku sendiri tidak ada mengatakan tentang perasaan ini. Apa dia sakit, apa dia sedang ada masalah, apa ada yang terjadi dengan keluarganya. Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam benak kepalanya, membuat kepalanya semakin sakit dan pusing memikirkannya.


“Kamu kenapa belum siap,” suara maminya membuyarkan lamunan Habibi. Bibi langsung menghapus air mata yang tertahan di pelupuk mata nya.


“Mami, subhanallah. Mami sangat cantik sekali.”


Anita yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru dongker. Panjangnya sampai ke mata kaki. Lengan yang panjang 3/4. Gaun yang terlihat simpel namun elegan. Di tambah sepatu high heels yang berwarna biru. Anita terlihat sangat anggun dengan wajah yang cantik, tubuh yang tinggi dan langsing. Dia tampak 10 tahun lebih muda.


“Udah cepat siap!” perintah maminya.


“Oke mi.”


“Wah papi dan mami benar-benar pasangan yang sangat serasi.” Kata Habibi saat melihat papi mengenakan jas berwarna biru dongker, dan baju kemeja biru muda.


“Udah jangan banyak cerita. Cepat siap-siap.”


“Oke pi.”

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan memakai baju jas yang berwarna biru dongker seperti baju papinya. Hanya saja di bagian leher di beri les putih dan bagian atas saku juga di beri les putih.


“Kamu terlihat sangat tampan nak.” Kata maminya.


“Terimakasih mi,” jawab Habibi ringkas. “Ayo kita keluar.”


Acara malam ini. Hanya di hadiri oleh kerabat. Orang-orang penting di c.g, klien dan para karyawan. Mereka memasuki ruangan tersebut.


“Nak,” sapa maminya saat sedang acara makan bersama.


“Iya mi.”


“Dari tadi kamu sangat sedikit sekali makannya. Kamu harus kuat nak. Demi Arumi.” Kata maminya. Penyemangat terbesar untuk orang yang sedang jatuh cinta. Sudah pasti mendengar nama orang yang di cintainya adalah semangat terbesar untuk Bibi saat ini. Maka saat ini, hanya nama Arumi yang bisa memberi semangat untuk Bibi. “Kamu juga belum tau. Apa alasan dia pergi.”


“Iya mi.”


“Ayo kita makan.” Mereka makan di meja yang sudah di siapkan untuk pemilik perusahaan tersebut.


Para tamu undangan sudah duduk di meja dengan makanan yang sudah di sediakan.

__ADS_1


Menu yang menggugah selera. Begitu banyak menu yang tersedia. Mulai dari nasi, dengan aneka lauk pauknya, juga ada soto, bakso, sate madura, roti jala kuah durian, martabat mesir, mie rebus dan aneka kue-kue serta minuman jus jeruk, mangga, susu milo, kopi dan teh.


Walaupun acara ini terlihat lebih internal, namun tamu sangatlah ramai mengingat karyawan dari cg mencapai 5000 orang. Aula di hotel ini bisa menampung 20.000 orang. Acara malam ini di meriahkan oleh grup band terkenal, seperti Armada, Noah, Wali, Patin Lubis, Judika, Algazali, Aurel, Rosa dan artis lainnya. Sangat menghibur tamu undangan.


__ADS_2