Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 45


__ADS_3

“Ya udah ayo kita langsung berangkat. Ibuk mau ajak kamu keliling Jogja.” Kata Anita kepada Arumi.


“Beneran buk?” Terlihat arum sangat senang dan antusias.


“Iya bener dong.”


Jhoni hanya menyimak pembicaran Anita dan Arumi. Tampak Anita sangat senang sekali jumpa Arumi.


“Arum, ambil barang-barang dulu ya buk.”


“Gak usah barang-barang kamu sudah di mobil.”


“Tapi tadi tas arum masih di kelas buk.”


“Udah di ambil pak Diman.”


“Udah ayo,” Anita langsung menarik tangan Arum ke parkiran. Arum naik ke atas mobil. Di bangku belakang bersama Anita. Sedangkan Jhoni duduk di sebelah pak Diman.

__ADS_1


Mobil melaju meninggalkan parkiran sekolah. Yuda berlari mengejar Arum. Namun Arum sudah lebih dulu menghilang. Ia tidak menyangka kalau Arum akan pergi lebih awal. Arum merasa sangat sedih, karena tidak bisa mengucapkan selamat tinggal untuk teman-temannya. Berkumpulnya mereka semalam adalah hari terakhirnya bersama teman-temannya. Bahkan Arum belum sempat meninggalkan nomor hpnya ke pada teman-temannya. Arum sedih. Namun dia juga merasa senang bisa kembali bekerja. Arum tau kalau ibuk Anita tidak menginginkan dia berpamitan dengan teman-temannya.


“Kita mau jalan kemana aja ini buk?” Tanya arum yang sangat penasaran. Sekaligus melepaskan penatnya yang selama 28 hari tidak pernah keluar dan berkomunikasi.


“Apa kamu pernah ke Jogja Rum?” Anita balik bertanya.


“Belum buk. Ini perdana.”


“Kita mau ke Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis dan malamnya kita ke pasar Malioboro.”


Pak Diman melajukan mobilnya ke Candi Prambanan. Sesampainya di candi Prambanan, Arum membeli kacamata hitam dan topi yg lebar. Anita hanya membeli topi, kaca mata hitam miliknya selalu ada di dalam mobil. Arum melihat candi tersebut dengan takjuk. Candi yang selama ini dia lihat hanya di foto, buku sekolah, dan di google. Dan kali ini bisa melihat langsung. Candi yang berdiri sekitar abad ke 8 ini. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Rakai Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram. Namun ada juga yang mengatakan bahwa candi ini di bagun satu malam. Jumlahnya  99 candi, sedangkan Roro Jonggrang meminta 1000 candi dalam waktu 1 malam. Melihat candi yang sudah tua tersebut masih sangat kokoh, Anita meminta pak Diman untuk merekam wisata mereka. Anita selalu mengandeng tangan Arumi. Begitu akrabnya mereka. Mereka memasuki ruangan demi ruang yang ada di candi tersebut. Setiap saat Anita meminta agar Jhoni memfoto mereka. Dan sekali-kali Jhoni yang difotokan.


“Ya,” cuman jadi tukang foto bisik Jhoni dalam hati. Jhoni yang merasa cemburu melihat istrinya sibuk dengan Arumi sehingga dia jadi korban keacuhan sama istrinya.


Arum, Anita, Jhoni naik ke atas kuda untuk mengelilingi perkarangan candi tersebut. Mereka menungagi kuda dan di ikuti oleh pemilik kuda dari samping. Setelah merasa puas bermain di Candi Prambanan. Mereka meninggalkan kawasan candi tersebut. Dan mereka mencari restoran ciri khas Jogja yang menyediakan Gudeg Jogjanya.


Arum gak menyangka kalau dia akan jalan-jalan seperti ini bersama ibuk Anita. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan ke Candi Borobudur. Candi berbentuk Stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen buddha terbesar di dunia. Dengan perkarang yang sangat luas. Arumi dan Anita berpose tidak henti-hentinya.

__ADS_1


“Pi, foto mami di sini.”


“Iya sayang,” ckrek...


“Pi di sini.”


Ckrek...


“Di sini pi.”


Ckrek....


“Pi yang ini juga.”


Ckrek...


Entah sudah berapa banyak pak Jhoni memetik kamera yang di miliki Anita, sedangkan pak Diman di beri tugas merekam.

__ADS_1


__ADS_2