Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 166


__ADS_3

Arum duduk di tempat tidur dengan menselonjorkan kaki nya dan juga meletakkan beberapa bantal di punggungnya. ia sedang memegang benda pipih tersebut.


Arum menghubungi ibu nya.


Siti yang sudah mendapatkan kabar dari Anita dengan cepat mengangkat telpon tersebut.


hallo assalamualaikum nak.


ucap wanita itu. saat melihat wajah sang putri yang sudah memenuhi layar ponsel nya.


waalaikum salam hangat Bu.


selamat ya nak. ibu gak nyangka sebentar lagi ibu bakalan jadi nenek.


Arum tersenyum melihat wajah sang ibu.


nak, jangan kecapean ya, harus banyak istirahat, makan rebusan kacang hijau. biar nanti bayi nya kecil tapi padat.


kalau pakai jelbab jangan di lilit-likitkan di leher. handuk juga, kasih tau bibi ya.


emang nya kenapa gak boleh Bu?


nanti anaknya terlilit tali pusar.


mulut Arum Tampak membulat seperti huruf O.


jangan duduk di lantai tanpa alas.


kenapa Bu?


tanya putri nya.


nanti ari-ari bayi nya lengket.


iya iya lah bu gak boleh duduk gak pakai alas. ntar masuk semut. tapi Arum pakai celana kok. ucap gadis tersebut.


yang membuat sang ibu Tampak kesal.


gak boleh duduk di pintu.


nanti bayi nya nyangkut di pintu.


yang mendapat jawaban dari sang putri


yang mengatakan kalau itu menghambat jalan orang keluar masuk. dan kalau mendorong bisa jatuh.


masih banyak lagi yang di sampaikan oleh sang ibu. anak nya tampak ketawa kecil mendengar mitos-mitos tersebut.


setelah puas ia berbicara dengan sangat ibu. mereka mengakhiri sambungan telepon tersebut.


Arum, membuat Ig nya. iya melihat 3 buah foto yang di upload Ardi. dari foto tersebut, tampak bahwa Ardi betrada di kampung.


iya merindukan sahabatnya itu.


sejak ia menikah,. hubungan nya dengan ardi sudah semakin menjauh. ya wajar, ia sekarang sudah berstatus istri. dan mereka harus bisa menjaga jarak agar tidak terjadi kesalah fahaman dan juga fitnah.


Arum tau Ardi selalu bisa menempatkan semuanya pada tempat nya. pria itu begitu pandai menjaga Marwah dan agama nya.


Arum mencoba menghubungi nya.


iya begitu rindu dengan suara sahabat nya itu.


telpon nya langsung di angkat.


hallo asalamualkum.

__ADS_1


istri orang.


waalaikum salam calon adek ipar.


membuat mereka tertawa dengan Sapan yang mereka buat.


kamu apa kabar?


sudah beberapa bulan?


pertanyaan dari Ardi membuat Arum terkejut. Dari mana Ardi tau kalau ia sedang hamil.


apa ibu nelpon Tante Mira?


tanyanya kemudian, yang merasa cukup heran saat mendengar ucapan sahabat nya.


Ardi tertawa mendengar pertanyaan tersebut.


gak ah. jawab nya kemudian.


terus tau dari mana?


tanya Arum yang tampak penasaran.


ya mana mungkin kamu nelpon aku.


ini pasti karena lagi ngidam. seperti nya kamu nyidam cowok ganteng.


ucap Ardi dengan senyum di wajahnya.


Arum tertawa.


apa gitu ya.


udah berapa bulan bunting nya


tanya Ardi kemudian


ih jangan bilang bunting dong. emang nya Arum sapi.


Ardi tertawa.


ya udah deh hamilnya udah berapa bulan tanya nya lagi.


baru telat 3 Minggu.


belum USG. tapi udah di periksa mami


OOO berarti sekitar 5 atau 6 Minggu ya.


ucap pria itu lagi yang mendapat kan angukan dari sahabat nya.


selamat ya ucap pria dari sebrang sana.


makasih ya di. balas arum.


m


hai calon ponakan.


jangan suru mommy kamu sering-sering telpon om. nanti papi kamu cemburu. ucap nya. yg membuat Arum tertawa.


jadi kamu masih di kampung?


tanya arum.

__ADS_1


iya, aku lagi di perkebunan papa. papa minta aku untuk mengurusi perkebunan selama libur. ucap nya.


gak bisa malam mingguan sama anak gadis di sana dong. ucap perempuan itu.


Ardi tertawa, Udah kena boycott aku sama mak-mak di sini.


loh kenapa,


tanya Arum.


mama sudah memberitahu kan ke warga. kalau akubtuh udah di jodohkan.


ucap nya yang mendapat kan balasan ketawa dari cinta pertama nya itu.


calon istri aku apa kabar?


tanya nya lagi


baik, kamu hubungi lah calon istri kamu.


ucap perempuan itu.


Ardi tertawa, gak ah.


takut di ciduk kak Seto. ntar aja aku hubungi kalau calon istri aku dah dewasa.


sebenarnya rasa sakit di hatinya masih sangat terasa. saat ia mengucapkan kata-kata tersebut. ia memegang dadanya. menahan rasa sesak di dada nya.


Aisah hanya sebagai penghibur nya. agar ia dapat mengalihkan perhatian orang.


agar ia bisa di anggap sudah mengikhlaskan cinta pertama nya.


namun ia sendiri tidak tau. kapan rasa sakit itu akan hilang. namun melihat wanita cantik pertama nya bahagia. ia merasa cukup lega.


Arum tidak ada habisnya tertawa saat berbicara dengan ardi


ya udah ya aku lagi ngawasin orang kerja.


kamu jaga kesehatan,. jangan kecapean, dan ingat, wajib sering makan. walaupun nantinya morning sickness. tapi tetap di isi lagi.


iya makasih ya di.


ucap Arum


hai ponakan, baik-baik di sana ya. jangan nakal. ucap nya dengan memegang dadanya. yang terasa semakin sesak.


iya om di.


assalamualaikum.


waalaikum salam.


***********


hari ini miting pertama Arum berserta karyawan di rumah sakit milik nya. ia di temani Anita, Habibi dan juga Wahyudi. ia duduk di kursi pimpinan tertinggi, kursi direktur utama. ini seperti mimpi bagi nya.


iya tidak pernah bermimpi untuk memiliki sebuah rumah sakit besar seperti ini.


melihat wajah-wajah yang ada di dalam ruangan tersebut yang terdiri dari dokter sepesialis dan dokter umum.


kemudian kepala perawat, apoteker dan beberapa karyawan lainnya. tiba-tiba saja, rasa percaya diri nya hilang.


Habibi memegang tangan istrinya. Arum meremas tangan suaminya erat. terasa tangan istrinya dingin. pria itu berbisik di telinga istrinya.


di sini adek bos nya. jadi harus yakin dan percaya diri. ucap nya untuk membangkitkan kepercayaan diri sang istri.

__ADS_1


__ADS_2