
" Gimana sayang sudah siap?" tanya Habibi ketika melihat istri dan juga Putrinya sudah terlihat sangat cantik.
"Sudah Mas kita berangkatnya barengan sama Ara ?" tanyanya kemudian.
" Iya Kita langsung sama rombongan pengantin pria," jawaban Habibi yang kemudian mengambil putrinya dari tangan istrinya.
" Wah sayang pipi sudah cantik sekali," ucapnya saat melihat putrinya yang memakai jilbab . Wajah Putri nya begitu bulat dengan pipi yang tembem membuat Ia tidak tahan untuk mencium pipi bulat tersebut. Ia kemudian mencium pipi putrinya berulang-ulang kali.
Mas jangan gitu ciumnya kasihan," ucap Arum yang melihat suaminya mencium putrinya dengan gemas. Putrinya terlihat mulai tidak nyaman saat Pipi nya menciumnya dengan kuat. Tangan nya mulai menangkis ciuman dari pipinya tersebut.
" Tuh kan lihat Vira aja nggak mau di ciumin seperti itu, Lihat tuh tangannya nangkis," ucap Arum yang begitu kesal melihat suaminya.
Habibi berjalan ke arah istrinya Ia melihat istrinya dengan bibir yang sudah panjang ke depan. Ia kemudian mencium pipi istrinya dengan sangat kuat karena dia melampiaskan kegeramannya.
" Mas dilarang jangan cium Vira, kenapa buatnya Ke Arum," ucap istrinya memprotes
" Gak tahan sayang, gemes banget. kasihan kalau Vira di cium gitu, pipinya bisa merah. makanya di lampiaskan ke Mimi nya aja ," ucapnya kembali yang mencium pipi istrinya. tanpa rasa bersalah.
Arum diam dan memanjangkan bibirnya ke depan. Ia juga begitu gemas melihat wajah putrinya saat memakai jilbab namun Ia tetap menahan diri untuk tidak mencium putrinya dengan sangat kuat. Ia kemudian memegang wajah suaminya Ia mencium pipi suaminya dengan sangat gemas melampiaskan kegeramannya kepada putrinya.
" Kok gitu sih sayang ciumnya," ucap Habibi yang merasa pipinya dicium istrinya dengan sangat kuat.
" Sejak tadi Arum tuh udah gak tahan lihat pipinya Vira, pengen cium kuat-kuat biar puas. Tapi Arum kasihan cium Vira, nanti pipinya sakit kalau Arum cium kayak gitu bisa merah. makanya Arum lampiaskan nya sama Mas aja," ucapnya.
Habibi hanya tersenyum kecil saat mendengar ucapan istrinya. Ia tidak menyangka bahwa istrinya akan mengembalikan Ucapnya semua.
Mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua nya Maya. Hari ini akad nikah sekaligus resepsi pernikahan nikah Rio.
Arumi keluar dari dalam kamarnya bersama dengan suami serta putrinya. Mereka memakai baju yang sama, Habibi memakai baju batik.
" Lama banget sih Kak," ucap Aisah yang sudah cantik duduk di ruang tamu menunggu kakaknya keluar dari kamar.
Sejak pagi Ia sudah dijemput oleh Heri dari rumahnya. Namun Ia menunggu kakaknya keluar, make up yang sudah dipakainya akhirnya luntur juga " Make up Ica jadi hilang deh," ucapnya.
Arumi tertawa saat mendengar ucapan adiknya tersebut. " Sini kakak tambahin makeup nya," ucapnya kemudian.
Ia kembali merapikan make up adiknya yang sudah mulai luntur tersebut.
" Kakak sih lama banget," ucap Aisah
" Bagaimana gak lama sih dek orang kakak juga kan ngurusin Vira" ucap Arum yang mencoba untuk mengelak.
" Vira sudah di urus baby sister," jawab Aisah.
Arum hanya tersenyum saat mendengar adik bungsunya ngomel. " Sudah Dek, Sudah cantik," uvalnya ketika Ia sudah selesai merapikan makeup adik bungsunya itu.
Aisah memandang wajahnya dari pantulan cermin yang ada di ruang tamu tersebut.
" Genit amat sih dek masih kecil udah pakai makeup gini," ucap Arum saat melihat riasan wajah adik bungsunya tersebut.
" Namanya juga ke pesta Kak nggak mungkin dong Icha mau ke pesta tanpa makeup," ucapnya dengan gaya genitnya.
__ADS_1
Habib hanya tersenyum saat memandang adik ipar dan istrinya tersebut Kalau berdebat.
" cepat sayang, Mas Androw dan Ara udah nungguin itu" ucap Habibi ketika melihat mobil Androw yang sudah berhenti di depan rumahnya.
" Iya Mas," jawab Arum.
Ia bersama istrinya serta adik iparnya naik ke dalam mobil mereka akan menuju lokasi pesta. yang memiliki jarak tempuh sekitar dua setengah jam dari Jakarta.
Mobil pengantin pria berada di posisi paling depan.
Akad nikah dijadwalkan jam 9 pagi di masjid dekat rumah Maya, mereka berangkat dari Jakarta sekitar jam 6 pagi.
*****
Arum dan juga Ara melihat Maya yang terlihat begitu sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna biru muda, Maya terlihat begitu dengan memakai hijab. Maya duduk di sebelah Rio. Rio memakai baju jas berwarna hitam, yang di beri les biru muda di bagian kantong dan juga kerah baju jas tersebut. Rio mengucapkan Ijab Qabul. Jawaban Syah dari para saksi, membuat pemuda itu tersenyum. Terlihat wajahnya tampak lega setelah 3 kali Ia mengulang ijab Qabul tersebut. Sikapnya yang selalu terlihat sangat santai, namun saat Ia mengucapkan ijab Qabul tersebut tampak begitu sangat tegang.
Maya tersenyum memandang suaminya. Ia kemudian menyalami tangan suaminya tersebut dan menempelkannya di keningnya.
Begitu berat ujian yang dihadapinya sebelum hari pernikahannya ini datang. Ia begitu bahagia bisa melewati ujian tersebut dan saat ini Ia resmi menjadi istri Satrio.
Rio tersenyum melihat istrinya dan kemudian Ia mencium kening istrinya.
" Alhamdulillah Syah sayang," ucap Rio yang berbisik di telinga istrinya.
" Iya Mas makasih ya," Ucap nya yang begitu bahagia.
Arum yang duduk disebelah Ara begitu senang ketika Ia mendengar bahwa Rio sudah syaj menjadi suaminya Maya.
Setelah acara akad nikah Ia kemudian duduk di tenda yang berada di halaman rumah Maya. halaman rumah Maya begitu sangat luas sehingga tenda yang begitu besar bisa berada di halaman rumahnya.
Yudha dan juga Prima baru datang ke acara resepsi sahabnya itu. Ia melihat teman-temannya yang duduk satu meja, Ia kemudian duduk di meja tersebut bersama dengan Heri serta yang lainnya.
Yudha memperhatikan gadis kecil yang duduk di meja tersebut sedang sibuk memakan bakso yang ada di dalam mangkok.
" Siap?" tanya Yuda kepada Heri.
Aisyah memandangnya kalau mau kenalan langsung ke orangnya aja, gak usah pakai pelantar. ucapnya dengan gayanya yang judes.
Yuda kemudian tersenyum memandangnya " Apa boleh kenalan banyaknya kepada Aisah.
" Boleh aja" jawab Aisah.
Yudha memberikan tangannya kepada gadis kecil itu, gadis kecil itu menyambut tangan Yudha. " Aisah," jawabnya
" Aa Yudha," jawab Yudha.
" Mas Prima," ucap prima yang kemudian mengambil tangan gadis tersebut.
Aisah tadi sama siapa ke sini ?" tanya Yuda yang merasa heran melihat ada gadis kecil itu di meja rombongan mereka.
" Sama aku," jawab Heri
__ADS_1
" Kok bisa bawa anak," tanya Yuda.
"Tolong ya jangan panggil Aisah itu anak kecil, Ica itu udah gede" ucap Aisah yang berlagu sok besar.
Yuda ingin tertawa saat mendengar ucapan gadis kecil tersebut.
" Umurnya berapa?" tanyanya kemudian.
" Sekarang umur Ica itu udah 12 tahun," ucapnya.
Yuda tampak mengerutkan keningnya dan kemudian Ia menganggukkan kepalanya.
Tiar tersenyum memandang Yudha,. "Aisah adiknya Arumi," ucap Tiar.
" Adiknya Arumi?" tanya Udah kembali.
Ia jawab Heri.
Yudha memandang ke sekeliling nya. Ia tidak melihat keberadaan Arumi.
" Arum mana?" tanyanya.
" Itu yang ada di meja depan ucap Tiar. Tia sambil memandang 2 pasang suami istri yang membawa bayi bayi mereka
Yuda memandangnya Arum yang mengendong seorang bayi dan duduk di sebelah suaminya. Arum terlihat begitu bahagia. Ia merasakan ada rasa perih di hatinya.
Aisyah memandang kearah Yudha.
" Jangan bilang kalau Aa Yudha itu salah satu pria yang patah hati karena Kak Arum menikah," ucap Aisah yang pas sasaran.
Prima dan yang lainnya tampak menahan senyum
Yudha diam wajahnya memerah Ia tidak menyangka gadis kecil itu mampu membaca isi pikirannya. " Apa banyak cowok yang patah hati sewaktu Kak Arumi menikah," tanyanya kepada Aisah.
Gadis itu terlihat cuek sambil mengangkat bahunya yang membuat iat benar-benar geram melihat sikap gadis itu.
Ica mau ngambil kue. Aa Mau nggak tanya Aisah kemudian kepada Yudha. Ia sudah mulai akrab dengan pria berwajah manis tersebut.
" Boleh," ucap Yudha.
Mas Prima juga mau, Mas Prima ikut aja biar puas milih kue nya," ucap prima kemudian kepada gadis kecil tersebut.
" Boleh," jawab Aisah.
keberadaan Aisah di sana mampu membuat Yudha tertawa saat melihat kecerewetan, kegenitan gadis kecil tersebut.
setidaknya dengan kehadiran gadis kecil itu mampu mengalihkan perhatiannya dari wanita yang dicintainya tersebut.
****
jangan lupa like, komen dan votenya ya reader.
__ADS_1
terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏