Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 92


__ADS_3

Tok...tok...


“Iya masuk.” Terdengar suara ibu menjawab dari dalam. Saat pintu terbuka, ibu melihat salah seorang art yang datang.


“Ibuk, makan siang sudah siap.”


“Iya. Siapa nama kamu?” Tanya Siti


“Mirna buk.”


“Iya makasih ya Mirna. Sebentar lagi saya turun. Ibu masih merasa sedikit pusing karena habis menempuh perjalanan jauh dan turun dari mobil.”


“Baik buk. Saya permisi.”


Saat ibu turun dari kamar dan menuju meja makan. Semuanya sudah berkumpul dan Habibi ikut bergabung bersama dengan mereka. Mereka makan bersama dengan berbagai candaan-candaan ringan. Terlebih lagi melihat Aisah yang tidak ada berhentinya cerita. Setelah selesai makan mereka bersiap-siap untuk ke rumah Habibi.


*********


Melihat kedatangan keluarga Arumi Anita menyambut mereka dengan hangat. Ibu Arumi memperhatikan rumah besar dan mewah tersebut. Mata Siti tidak henti-hentinya memperhatikan rumah tersebut. Dengan berbagai barang-barang yang tampak sangat mahal terpajang di dalam rumah. Siti sedikit gugup untuk berjumpa dengan Anita dan Jhoni.


Apa mereka menyuruh dia untuk datang membicarakan tentang Arum. Meminta Arum untuk menjauhi Habibi? Berbagai pertanyaan mengumpul di benak kepada Siti. Seharusnya anaknya tahu diri bahwa mereka orang miskin. Keluarga bosnya sudah baik terhadap anaknya. Anaknya tidak boleh ngelunjak.


Saat berjumpa dengan Anita dan Jhoni. Mereka menyambut kedatangan Siti serta keluarganya dengan sangat ramah dan bersahabat. Melihat keramahan kuarga tersebut benar-benar membuat hati menjadi nyaman.


“Apa kabar ibuk Siti?” Sapa Anita yang terdengar sangat ramah.


“Baik buk Anita.”


Siti melihat mata, serta raut wajah Anita. Tidak menyimpan kepura-puraan. Siti sangat terkejut, saat Anita menyalaminya dan memeluk serta menempelkan pipi kanan dan pipi kiri ke Siti. Kemudian dia menyalami Arum, terlihat Arum menempelkan punggung tangan Anita ke keningnya. Anita memeluk anak gadisnya serta mencium kening gadis tersebut.


Arum menyalami Jhoni dan menempel punggung tangan Jhoni kekeningnya. Jhoni mengelus kepala Arum dengan sangat lembut. Seketika Siti merasa lega. Ternyata keluarga Habibi sangat menyayangi anaknya.


Siti memperhatikan Anita yang terlihat sangat awet muda. Cantik dengan tubuh yang terawat dan body yang terlihat masih sangat seksi. Tubuh yang tinggi dan langsing.


“Ini Aisah ya,” saat Anita melihat gadis kecil yang berjalan kearahnya.


“Iya tante, aku Aisah. Tante apa kakaknya mas Habibi?”

__ADS_1


Anita tertawa saat mendengar pertanyaan dari Aisyah. “Loh kok kakak sih. Apa tante tampak masih muda?” Tanya Anita.


“Iya tante masih muda dan sangat cantik.” Balas Aisah.


“Pi, tolong kasi Aisah uang kes 1 juta karena udah puji mami.”


“Iya sayang, nanti papi kasi.”


“Apa,” mata Aisah terlihat bulat sempurna dengan tatapan berbinar saat mendengar mau di kasi uang 1 juta. Memuji aja langsung dapat 1 juta.


“Makasih ya tante.” Balas Aisah.


“Gak usah buk. Itu banyak sekali. Kasih 10 ribu aja buk.” Siti menolak dengan sangat halus.


Anita tertawa mendengar permintaan Siti. Terlihat wajah Aisah langsung cemberut. Kemudian Aisah menyalami Jhoni.


“Om pasti papinya mas Habibi ya.”


“Oh iya, om papinya mas Habibi.” Jawab Jhoni


“Om awet muda sekali. Pantas aja mas Habibi ganteng banget. Ternyata papinya ganteng sekali.”


“Wah, om tambah 1 juta lagi.”


“Alhamdulillah. Terimakasih om tante. Semoga om dan tante di berikan reski yang banyak, dan selalu di berikan kesehatan dan panjang umur.”


“Amin.”


“Kak Arum. 2 juta, bisa beli hp.” Aisah yang berbisik di telinga Arumi. Namun bisikannya bisa di dengar oleh orang lain.


“Uangnya gak usah beli hp. Hpnya nanti tante yang belikan.”


“Beneran tante.” Tanya Aisah yang tampak tak percaya.


“Iya beneran. Sekalian hp untuk Azzam.”


“Makasih ya tante.” Aisah dan Azzam tampak kompak menjawab.

__ADS_1


“Ini pasti Azzam kan.” Tanya Anita.


Azzam menyalami tangan Anita. “Iya tante.”


“Wah kamu ganteng sekali.”


“Terimakasih tante. Tapi maaf tante saya gak ada uang 1 juta.” Sambil mengaruk kepalanya.


Mereka tertawa saat mendengar Azzam berbicara seperti itu.


“Tante yang kasi kamu 1 juta.” Balas Anita.


“Makasih tante.” Kata Azzam dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Kemudian menyalami Jhoni.


“Om tambah bonus kamu 1 juta lagi.” Balas Jhoni.


“Makasih ya om.”


*******


Arum, Habibi, Jhoni serta Azzam dan Aisah mereka berkumpul di halaman belakang. Duduk di gajebo. Para asisten rumah tangga datang membawakan minuman serta berbagai macam cemilan menemani sore mereka.


Anita dan Siti tampak akrab berdua. Duduk di ruang tamu. Mereka bercerita tentang anak-anak mereka.


“Bagaimana tadi di perjalanannya buk.”


“Capek sekali buk. Maklum saya gak pernah jalan jauh. Lama duduk di mobil. Terimakasih ya buk. Ibuk sudah memperlakukan anak saya dengan sangat baik.”


“Sama-sama buk Siti. Arum itu sudah menyelamatkan nyawa Habibi serta papinya.”


“Maksud ibuk?” tanya Siti kebingungan.


Anita mulai bercerita tentang peristiwa Habibi yang di serang oleh orang suruhan dari om nya sendiri. Arumi yang menyelamatkannya. Sampai Arumi dikirimnya ke sekolah bodyanguard,. Arum yang menyelamatkan Jhoni di kantor karena di todong oleh koruptor dikantornya.


Siti mendengarkan cerita dari Anita.


“Jadi setelah ayah Arum meninggal, ibuk sendiri yang membiayai anak-anak ya buk.” Tanya Anita.

__ADS_1


“Setelah ayah Arum meninggal. Arum menjadi tulang punggung di keluarga saya. Saya sakit jantung sehingga tidak di perbolehkan kerja keras dan banyak pikiran. Jadi Arum yang harus membantu mencari reski. Sejak Arum kelas 6 SD ayahnya meninggal. Arum berjualan gorengan di sekolah nya. Sampai Arum tamat SMA.”


“Ayah Arum sudah berapa lama meninggalnya buk.” Tanya Anita.


__ADS_2