Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 283


__ADS_3

Habibi melihat istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidur, istrinya duduk sambil selonjor kan kakinya, punggungnya bersandar di kepala tempat tidur. Matanya tertuju dengan ponsel yang ada di tangannya.


" Ada apa?" tanya Habibi yang duduk di sebelahnya.


Arum hanya diam sambil memandang suaminya.


Melihat sikap isterinya tersebut, ia mengambil ponsel yang ada di tangan Istrinya. Ia melihat layar ponsel tersebut.


Ia mengusap kepala istrinya. "Adek rindu Rangga?" ucapnya.


Arum memandangnya, Ia kemudian mengangukan kepalanya. " Rangga lagi apa ya mas," ucapnya yang memeluk pinggang suaminya.


" Jam segini, dia pasti sudah tidur sayang. Rangga itu begitu sangat disiplin dengan waktu. Subuh dia sudah bangun untuk salat di mushola," ucap Habibi. Ia tau sekali kegiatan anak kecil tersebut.


Arum menganggukan kepalanya. " Sampai kapan dia bersama dengan kita. Terkadang Arum ada rasa kasihan saat lihat Rangga. Namun juga Arum terkadang merasa begitu sangat egois. Arum ingin memiliki nya untuk selamanya. Arum sering takut bila kedua orang tuanya datang menjemputnya," ucap Arum.


Habibi diam, Ia memandang istrinya kemudian mengusap kepala istrinya tersebut " Jangan," dipikirin itu ucapnya.


"Apa bila Rangga kita bawa ke rumah, dan tinggal sama kita. Apa Vira sudah bisa menerima mas?" ucapnya

__ADS_1


"Kita pelan-pelan saja, kita akan membiarkan Rangga beradaptasi secara bertahap. Sejak lahir dia sudah di sana, mas takut Rangga merasa tidak nyaman berada di rumah kita. Walau bagaimanapun kondisi di rumah dan di rumah sakit itu berbeda," ucap Habibi. Mereka akan membawa anak itu tidur di rumah nya selama 2 hari dan kemudian di rumah sakit 2 hari, begitu seterusnya.


Arum menganggukan kepalanya. " Nanti bila kita pulang, kita akan bawa Rangga jalan-jalan terus tidur di rumah satu Minggu full ya Mas," ucapnya yang begitu sangat merindukan anak tersebut.


" Iya jawab Habibi.


"Arum rindu Rangga," ucapnya yang memeluk suaminya.


"Besok siang ditelepon ," ucap Habibi.


Arum menganggukan kepalanya.Ini untuk yang pertama kalinya, mereka pergi tidak membawa Rangga. Biasanya mereka akan membawa anak itu Keman-mana.


"Sekarang tidur," ucapnya yang menarik tubuh istrinya dan memposisikan istrinya di atas dadanya.


" Mas!" ucapnya ketika ia merasakan tangan suaminya sudah meraba bagian panggul nya.


Habibi tersenyum saat istrinya memukul dadanya.


"Tidur pricing mata, ini Kenapa tangannya liar," ucap Arum yang memegang tangan suaminya yang sudah meraba tubuhnya.

__ADS_1


" Iya tidur tapi sebelum tidur buatin Adek dulu untuk Vira. Ingat sayang kita wajib banyak usaha biar adik Vira cepat dapat," ucap mencium istrinya.


Arum sudah tidak mampu lagi untuk berbicara ketika suaminya sudah menguasai tubuhnya. " Mas Rangga nangis gak ya di tinggal sendiri," ucapnya ketika suaminya sudah membuka baju yang di pakai nya.


"Rangga bukan anak yang cengeng, nanati kita cari waktu liburan ke Jepang. Kita bakal bawa Rangga jalan-jalan ke negri sakura. Tapi sekarang konsentrasi dulu buat adek vira" ucapnya yang kemudian mencium bibir istrinya.


Arum tersenyum. " Mas janji," ucapnya.


Habibi menganggukkan kepalanya. "Iya janji,"


Ucapnya


" Sudah ya sayang kita mulai," ucapnya dengan suaranya yang terdengar sudah serak.


" Tunggu Arum belum selesai bicara," ucapnya yang sengaja mengerjai suaminya.


Habibi mengusap wajahnya, Ia memandang wajah istrinya." Mau bicara apa lagi sih Dek? Mas udah nggak tahan ini," ucapnya


Arum tertawa saat melihat sikap suaminya tersebut. Ia kemudian mencium suaminya, ia mencium suaminya begitu sangat lembut namun suaminya membalas ciuman istrinya dengan sangat buas.

__ADS_1


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya Reader. Terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏


__ADS_2