
Heri dan juga Imam datang ke pesta pernikahan Aisah. Mereka hanya datang berdua. Heri melarang istrinya untuk ikut, berhubung istrinya yang sedang hamil muda. Daffa juga tidak ingin ikut karena ia lebih memilih untuk menjaga bunda nya.
Imam memandang Mai Sarah yang duduk sendiri sambil melihat Vira dan juga Vino yang sedang bermain. Ia memandang May sarah yang terlihat begitu sangat cantik, bahkan tambah cantik dilihatnya. Setelah pernikahan adiknya, ia tidak pernah bertemu dengan Mai Sarah. Ia begitu sangat sibuk bekerja apalagi May Sarah yang memang sudah tidak ada lagi datang ke rumah adiknya.
Ia memperhatikan May Sarah dari tempat tempat ia duduk. Ia duduk cukup jauh dari gadis itu, sehingga ia bisa puas memandangi gadis tersebut tanpa diketahui.
"Dia tersenyum begitu sangat cantik. Tapi mengapa senyumnya sangat pelit." Iman berkata di dalam hatinya ketika melihat May Sarah yang senyuman dengan begitu sangat cantiknya. Gadis itu tidak ada henti-hentinya tersenyum bahkan tertawa saat melihat anak-anak itu bermain. Imam tersenyum memandang gadis tersebut. Ia seperti seorang pria pengagum rahasia yang secara diam-diam memperhatikan gadis yang sangat disukainya. Ingin sekali dirinya mendekati gadis itu, namun bagaimana caranya. Imam sungguh tidak mengerti bagaimana caranya untuk mengajak gadis itu berbicara. Bodoh memang itulah kata-kata yang pantas untuknya.
Ia begitu malu untuk meminta nomor ponsel gadis itu.
Ia tidak ada henti-hentinya memandang senyum May Sarah yang begitu sangat jarang bisa di lihatnya.
setelah puas memandangi May Sarah dari tempat yang tidak diketahui May. Imam akhirnya mutuskan mengambil kue dan sirup.
Imam membawa kue basah di tangannya dan juga sirup. Ia kemudian duduk di samping May Sarah. " Hai," sapanya.
May Sarah memandangnya pria yang menyapanya. Ia begitu sangat terkejut saat melihat Imam yang sudah duduk di dekatnya.
"I Iya," jawabnya sedikit gugup.
"Bagaimana kabarmu? "tanya tanya Imam yang duduk di sebelahnya.
"Baik," jawab May sarah dengan sedikit menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa kamu sudah menikah?"
Terakhir kali bertemu dengan May Sarah di pesta pernikahan adiknya, gadis itu mengatakan akan dijodohkan. Ia harus memastikan status gadis itu terlebih dahulu. agar tidak mengganggu istri orang.
May sarah memandangnya dan kemudian menggelengkan kepalanya. "Setiap kali keluargaku meminta aku untuk pulang aku selalu memberi alasan," ucapnya yang sedikit tersenyum.
Imam tampak senang saat mendengar jawaban gadis tersebut matanya terbuka lebar mendengar jawaban gadis itu.
"Apa kamu sudah tahu dengan calon kamu?" tanyanya.
"Aku melihat fotonya," ucap May Sarah.
"Apa dia tampan?"
"Kamu menyukainya?" tanya Imam.
May Sarah menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu mencintai seseorang?" tanya.
May Sarah memandangnya, pertanyaan pria itu seperti jebakan untuknya.
"Aku tidak mungkin mencintai orang yang belum aku kenalin sama sekali. Aku hanya melihat fotonya. Bisa saja dia foto pakai kamera jahat. Jadi jerawat-jerawat yang berjejer di jidat tidak tidak terlihat," ucap May Sarah dengan sedikit becanda.
__ADS_1
Imam tersenyum saat mendengar ucapan gadis tersebut."Ternyata kamu pandai bercanda, tapi candaan kamu kurang lucu, " ucapnya.
May Sarah diam saat mendengar ucapan Imam, wajahnya kembali kaku seperti biasa.
"Candaan Kamu lucu," Imam tersenyum. "Mengapa aku bodoh sekali, bahkan untuk bercanda pun dia tidak pandai." Imam berkata di dalam hatinya.
"Anak-anak ini rame yang menjaga?" tanyanya. Ia melihat Bodyguard Habibi ada dimana-mana.
May sarah tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Apa itu artinya aku boleh mengajakmu jalan-jalan ?" Imam sedikit tersenyum.
"Aku akan memberikan perintah terlebih dahulu dengan Aldo agar dia lebih fokus menjaga anak-anak ini. Aku juga akan berpamitan dengan mas Rio sebenar," ucapnya. Tanpa menolak ajakan Imam.
Imam menganggukkan kepalanya. "Aku akan ikut dengan mu?" ucapnya.
May sarah tersenyum dan menggelengkan kepalanya. " Tunggu saja di sini," ucapnya.
kemudian pergi meninggalkan Imam. "Baiklah." Imam memandang gadis tersebut. Ia melihat gadis itu dari belakang. "Dari belakang aja udah cantik apa lagi di lihat dari depan," ucapnya dalam hati. Ini untuk pertama kalinya Imam mengagumi seseorang wanita.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya.
__ADS_1
🙏🙏😊😊