
" Kak May, Arum minta tolong agar Kak May melunasi semua tagihan Kak Eka waktu berada di rumah bidan," ucapnya kepada May sarah.
" Untuk tagihan semuanya sudah saya lunasi termasuk sewa rumah Ibu Eka yang menunggak 2 bulan. saya langsung menyelesaikan semua utang piutang Ibu Eka. Saat Ibu meminta saya menyelesaikan semua tagihan hutang-utangnya. Sewaktu saya datang ke rumah Bidan, Bidan itu sebenarnya menolak untuk Saya membayar uang persalinan Ibu Eka, bidan itu mengatakan Ia ikhlas membantu namun saya tetap meminta agar Bidan itu menghitungnya saja. Pemilik rumah sewa itu juga sangat baik, waktu saya datang mengantarkan sisa uang tunggakan sewa rumah Ibu Eka Yang sudah menunggak 2 bulan. Ibu pemilik rumah itu tampak begitu berat menerima nya. Ibu pemilik Rumah itu mengatakan seandainya tidak dibayar pun tidak apa-apa," ucap May Sarah.
Arum tersenyum. " Ternyata masih ada orang yang peduli sama Kak Eka," ucapnya saat mendengar apa yang disampaikan oleh May Sarah.
" Sepertinya mereka kasihan melihatnya," ucap May sarah.
" Sampai sekarang Arum masih belum ngerti melihat sikap keluarganya kak Eka. tidak seharusnya mereka berbuat seperti itu terkadang anak serta cucunya. karena kesalahan yang dilakukan oleh anaknya mereka memang benar-benar tidak ingin mengakui anaknya itu lagi.
seharusnya mereka membimbing anaknya untuk ke arah yang lebih baik. bukan membenci dan kemudian mengusir anaknya.
mereka melupakan tugasnya sebagai orang tua. tugas orang tua itu bukan hanya membesarkan anak tapi juga mendidik anak.
dan bila anaknya bersalah melakukan suatu kesalahan maka kewajiban orang tualah untuk membimbing anaknya ke jalan yang benar," ucap Arum.
Maisarah menganggukkan kepalanya.
" kebanyakan orang tua hanya memikirkan malunya saja, mereka tidak memikirkan Bagaimana nasib anak serta cucunya. dalam kondisi seperti itu sebenarnya dukungan dari keluarga lah yang sangat dibutuhkan," ucap May Sarah.
Arum menganggukkan kepalanya.
" Arum sekarang sangat sibuk jadi gak bisa ke tempat Kak Eka untuk ngecek kondisinya di sana. Arum minta tolong ya Kak May untuk sering ngecek kondisinya Kak Eka dan juga kalau ada apa-apa dengan bayinya kabari Arum," ucapnya.
" Kondisinya sangat baik sekarang dia juga tampak jauh lebih ceria dari pada awal-awal Ia tinggal di sana. Saya dan juga Heri sering datang ke sana untuk mengecek kondisinya dan juga mengantarkan berbagai macam keperluannya," ucap May Sarah.
" Apa Kak May tahu siapa ayahnya Daffa?" tanya Arum yang masih penasaran tentang ayah bayi tersebut.
" Gak tahu, saya pernah tanya ke buk Eka.
Bu Eka menangis saat saya menanyakan hal tersebut Ia mengatakan bahwa saat Ia diusir dari rumah orang tuanya Ia tidak membawa apa-apa termasuk ponselnya yang tertinggal di rumah orangtuanya tersebut. Selama Ia berhubungan dengan pria itu Ia memang tidak pernah memiliki foto pria itu, karena pria itu tidak mau difoto dan Ia sempat mengambil foto pria itu yang yang ada di profil wa nya namun posisi foto itu menyamping sehingga saya tidak bisa melihat jelas Wajah pria tersebut," ucap Mai Sarah.
Arum menganggukkan kepalanya.
sangat sulit kita melacak orang tersebut Eka mengatakan Ia mempunyai akun Facebook namun saat akun itu dicari ternyata akun itu sudah dihapus nya. semua biodata yang ada semuanya palsu jadi memang kita enggak ada petunjuk ucap Arum.
__ADS_1
mesara menganggukkan kepalanya Ia memang sudah mengetahui hal tersebut.
Kak Mai Arum minta Kakak carikan Universitas Swasta yang terbaik untuk bidang Desain Busana kemudian kalau bisa ambil yang D3 saja ya Kak biar lebih cepat selesai, Dan daftarkan Kak Eka di universitas itu ucap Arum.
Eka mendengarkan perintah bosnya tersebut Ia menganggukkan kepalanya. "Saya akan mencoba untuk mencari universitas terbaik di bidang designer busana," ucap May Sarah.
Seperti janjinya kepada Eka, bahwa Ia yang akan membiayai seluruh kebutuhan temannya serta anaknya tersebut. Ia juga memberi fasilitas yang baik untuk temannya itu.
****
Arumi kembali melanjutkan kuliahnya setelah masa cutinya habis. Ia kembali membagi waktunya, kuliah kemudian mengurus rumah sakit dan juga mengurus putrinya.
Ia akan bermain dengan putrinya bila Ia sudah pulang dari kampusnya atau setelah kembali dari rumah sakit. Ia akan bermain dengan putrinya hingga putrinya tertidur.
Ia tetap memberikan putrinya ASI, Di saat Ia kuliah, Ia akan memompa ASI nya setiap 2 jam sekali. begitu jam mata kuliahnya habis Ia akan masuk ke dalam mobil untuk memompa asi nya. Ia akan menyimpan ASI nya ke dalam bak Asi yang selalu dibawanya. Bila tabungan ASI nya sudah sampai 240 mil atau 500 mil, maka Ia akan meminta May Sarah untuk mengantarkan asi tersebut pulang ke rumahnya. Ia menyimpan stok ASI nya di dalam kulkas.
Habib melihat istrinya yang duduk di atas karpet yang ada di dalam kamarnya.
Istrinya sedang bermain-main dengan putrinya. Ia mendengar ketawa putrinya yang sudah cukup besar.
Ia kemudian duduk di samping istrinya.
Arum meletakkan tumpukan bantal di bagian kanan kiri belakang dan juga di depan putrinya agar bila putrinya nanti terjatuh ke belakang kepalanya tidak terbentur ke lantai atau kiri dan juga kanan karena posisi duduk Putrinya belum begitu kuat.
" Main cilub ba," jawab istrinya yang menutup wajahnya dengan kain Kemudian menarik kain itu dan mengatakan ci lub ba. Putrinya akan tertawa ngakak.
Tumpukan boneka dan juga mainan begitu banyak di dalam kamar tersebut.
Habibie mengambil satu buah menikah ia kemudian menekan perut boneka itu sehingga boneka itu mengeluarkan suara putrinya akan ketawa saat mendengar suara yang keluar dari boneka tersebut.
" Vira udah tumbuh gigi mas Arum sudah beberapa kali di gigit-gigit nya waktu nyusuin.
sakit banget, " ucapnya mengadu dengan suaminya sambil mengusap dadanya.
Habibi hanya tersenyum saat mendengar ucapan istrinya tersebut. mana giginya?
__ADS_1
pipi mau lihat ," Ucapnya.
" Mas mau Arum buatkan minum gak?" tanya kepada suaminya yang baru pulang dari kantor.
" Nggak usah sayang nanti dibawa aja biar Bik Ani yang buat," ucap Habibi. Ia tahu bahwa Istrinya sangat lelah, Istrinya harus kuliah, mengurus anak, dan juga mengus rumah sakit. Ia melihat istrinya sangat kurang dapat istirahat.
" Mas mau mandi? biar Arum ambilin baju," ucapnya kemudian.
" Iya Mas mau mandi, Mas aja nanti yang ngambil bajunya,"; ucap Habibi.
Arum kemudian tersenyum memandang suaminya tersebut.
Setelah Ia disibukkan dengan kuliahnya, suaminya tidak ingin lagi menambah pekerjaan istrinya untuk mengurusnya seperti biasa.
" Mas mandi dulu ya ucapnya kepada istrinya.
Arum menganggukkan kepalanya. " Iya Mas," jawabnya yang masih melanjutkan bermain dengan putrinya. Ia memencet perut boneka yang tadi di pegang suami nya. suara dari perut boneka itu mampu membuat putrinya tertawa ngakak. Arum juga membunyikan alat musik untuk putrinya.
Habibi keluar dari kamar mandi dan kemudian Ia mengambil bajunya untuk dipakainya di rumah.
" Mau main kebawah gak?" tanya kepada istrinya.
" Boleh," jawab Arum.
Habibi kemudian mengambil anaknya dan menggendongnya. " Bentar aja gak ketemu udah kangen banget," Ucapnya yang kemudian mencium pipi putrinya.
Putrinya tertawa sambil memukul-mukul wajahnya.
Anita dan Joni sering datang ke rumah anaknya tersebut untuk bermain dengan cucunya.
Ia sudah sampai di rumah anaknya dan langsung menggendong cucu kesayangannya tersebut.
Mereka kemudian makan malam bersama.
setelah menyelesaikan makan malamnya Anita kemudian pulang bersama dengan Jhoni.
__ADS_1
*****
Jangan lupa like komen dan votenya nya ya reader