
"Mimi bacakan cerita," pinta Vira.
Arum tersenyum saat mendengar ucapan putrinya tersebut. Hampir setiap malam Arum akan memberikan putrinya dongeng sebelum tidur. "Vira pilih cerita yang mana. Coba ambil bukunya bawa sini," ucap Arum.
"Ayo Rangga, kita pilih bukunya," ucap Vira yang kemudian melompat dari atas tempat tidur bersama dengan Rangga. Kedua anak itu sibuk memilih-milih buku dongeng yang tersusun rapi di di rak buku yang ada di dalam kamar tersebut.
Vira naik keatas tempat tidur dengan memanjat tempat tidur tersebut.
"Mi, Vira mau yang ini." Vira tersenyum memberikan buku yang ada ditangannya.
Arumi mengambil buku yang diberikan oleh putrinya. "Vira mau dengar cerita kera yang serakah?" tanya Arum.
"Mau Mi," Jawab Vira.
Arum menganggukkan kepalanya tangannya melingkar di pinggang kedua anak tersebut. Rangga berbaring di samping Habibie sedangkan Vira berbaring disampingnya.
Habibi tangannya melingkar di kedua tubuh anak-anaknya.
Arum mulai membaca dongeng untuk putrinya. Iya membuka lembar buku yang berisi dongeng tersebut. Sebenarnya Arum sudah sangat hafal ceritanya. Namun Ia tetap memegang buku itu dan berpura-pura membacanya.
Suatu hari, Kura-kura pergi mencari makanan di hutan. Ia ingin memakan buah yang manis, dan buah-buah yang manis hanya ada di hutan.
Tiba-tiba dari arah berlawanan, semua binatang berlari sangat cepat. Mereka tampak ketakutan. Kura-kura bingung. Ia pun mencegah Monyet, dan menanyakan apa yang terjadi.
“Apa yang terjadi, Monyet? Mengapa semua binatang berlari sangat kencang?” tanya Kura-kura.
“Ada pemburu, Kura-kura. Ayo, cepat lari! Nanti kau tertangkap!" kata Monyet, panik.
Kura-kura pun berbalik arah hendak pulang ke rumah. Namun...
Hap!!!
Olala, Kura-kura tertangkap oleh pemburu. Pemburu pun membawa Kura-kura pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Kura-kura dimasukkan ke dalam kandang. Kakinya diikat, dan ia diberi banyak makanan.
“Makanlah yang banyak, Kura-kura. Agar dagingmu banyak, dan keluargaku kenyang memakanmu," pikir pemburu.
Sebenarnya Kura-kura masih takut dan bingung. Namun karena ia sudah sangat Iapar, ia pun memakan makanan itu. Tak Iama setelah itu, Monyet datang menghampiri.
“Hai, Kura-kura. Tampaknya makananmu sangat banyak,” ucap Monyet.
“Memang benar pemburu sangat menyayangiku. Kini, aku tak perlu repot-repot Iagi mencari makanan ke hutan,” balas Kura-kura.
“Wah, jika aku bisa menggantikan Kura-kura, pasti aku tak akan kelaparan,” pikir Monyet.
Monyet pun mencari akal. Aha! Monyet mempunyai ide yang cemerlang.
“Apa kau tak rindu dengan rumahmu dan keluargamu? Pasti sekarang mereka sedang mencarimu,” ucap Monyet.
“Benar juga katamu, Monyet. Aku ingin pulang ke rumah,” kata Kura-kura, bersedih.
“Tidak usah sedih, Kura-kura. Aku bersedia menggantikanmu,” ucap Monyet, berpura-pura baik. Padahal, ia hanya menginginkan makanan Kura-kura.
Setelah kepergian Kura-kura, monyet yang serakah itu menghabiskan makanannya. Namun, tiba-tiba pemburu datang. Monyet menjadi ketakutan. Pemburu bingung, karena Kura-kura telah berganti menjadi Monyet.
Tapi, ia tak peduli, asalkan ia bisa makan daging malam ini.
Sejak saat itu, Monyet yang serakah tidak pernah terlihat Iagi di hutan.
ucap Arum yang membacakan buku Sampai selesai. Arum tersenyum ketika melihat kedua anak itu sudah memejamkan matanya.
Arum memandang suaminya. "Sudah tidur," ucapnya.
Habibi tersenyum saat mendengar ucapan istrinya tersebut. "Kita pindah kamar ya," ajaknya ya.
Arum tersenyuman saat mendengar ucapan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Mau ya sayang," ajak Habibi yang merayu Istrinya.
Arum tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Arum turun dari atas tempat tidur dengan sangat berhati-hati agar kedua anak itu tidak terbangun yang diikuti oleh suaminya.
Habibi membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan. Ia kemudian meninggalkan kamar itu bersama dengan Arum.
Rangga membuka matanya dan mengusap air matanya yang menetes. Sejak tadi ia tidak tahan untuk tidak menangis. Di saat ia bisa merasakan pelukan hangat orang yang sangat menyayanginya. Selama ini Rangga merasa apa yang dirasakannya saat ini mungkin hanya bisa di dapatkan nya di dalam mimpinya. Selama ini ia hanya berani berangan-angan dan menghayal tanpa berharap semuanya Itu nyata. Rangga memeluk Vira yang tidur di sebelahnya dan mencium kening Vira. " Kak Vira tenang aja selama aku ada, aku akan selalu jagain Kak Vira," ucapnya. Selama ini dia tahu bahwa Vira lebih besar dari padanya. Namun ia gengsi untuk mengakuinya.
"Aku tidak menyangka bahwa Allah masih sayang denganku. Walaupun orang tuaku tidak menginginkanku dan menyayangiku namun masih ada orang yang begitu sangat tulus menyayangi aku," ucapnya mengusap air matanya. Ia kemudian tidur sambil memeluk Vira di sampingnya.
***
"Pak imam, saya duduk di belakang saja," ucap May Sarah ketika akan membuka pintu belakang mobil.
Imam memandangnya. "Apa kamu kirain saya sopir," ucap Imam.
May sarah sedikit tersenyum. "Mas Heri duduk di depan," ucapnya.
"Heri sudah duluan sama mobil yang di depan tadi," jelas Imam.
May sarah menganggukkan kepalanya. jadi di mobil ini hanya saya dengan bapak?" tanyanya.
"Iya. Depan," ucapnya.
"Baik Pak," jawab May sarah.
May Sarah membuka pintu mobil bagian depan dan duduk di sebelah kursi kemudi. May Sarah memasang sabuk pengamannya. Ia tidak menduga akan berdua saja dengan Imam. Dadanya terasa berdetak dengan begitu hebatnya saat harus berada dalam posisi seperti ini.
***
Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.
__ADS_1
😊😊🙏🙏