Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 211


__ADS_3

Anita menyambut kelahiran cucu pertama nya. Ia begitu terharu saat melihat wajah bayi cantik tersebut, suara tangissan bayi tersebut, merupakan suara terindah yang di dengar nya. Ia langsung mengendong bayi perempuan dan Ia juga yang memotong kan tali pusar cucunya. Ia sendiri yang langsung membersihkan cucunya. Tanpa sadar, air matanya nya menetes saat melihat bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,4 kg dan panjang 51 cm. setelah memastikan bayi itu terlahir sangat sehat dan pipinya juga begitu tembam dan sangat mengemaskan.


Habibi menatap bayi mungil tersebut. Anita kemudian meletakkan cucunya diatas dada ibunya. Guna melakukan proses Inisiasi menyusui dini. yang di lakukan selama 30 menit.


Arum begitu bahagia saat melihat anak yang bersusah payah di lahirkan nya sudah berada di pelukannya. Ia menagis saat merasakan tangan kecil mungil tersebut menyentuh kulitnya. ia menatap wajah bayi perempuan yang terlihat begitu cantik di matanya.


" Mas anak kita mas," ucap Arum melihat putri kecilnya. yang masih menagis mencari susu ibunya.


" Iya dek," ucapnya yang tidak henti-hentinya mencium istrinya. tangan nya mengusap lembut rambut putrinya. ini merupakan pengalaman yang akan diingat nya seumur hidup nya.


bayi mungil tersebut masih terus menangis bayi itu kemudian diam saat ia sudah mendapatkan apa yang di carinya.


" Mas di isapnya, isapannya kuat," ucapnya di saat Putri nya sudah mulai mendapatkan ****** susu ibunya.


**


Siti melihat Anita mengendong bayi mungil tersebut, Anita seperti seorang anak perempuan yang mendapat kan boneka baru.


Rasanya Ia tidak mau memberikan bayi itu kepada siapapun termasuk ke tangan besannya sendiri.


" sepertinya Mbak belum puas menggendong nya san," Ucap Anita.


" Ya gak apa di puasin dulu," ucap Siti sambil memandang wajah bayi yang cantik tersebut. bibir kecil merah dan berpelatuk. hidung mancung dan kecil, pipi gembul bulat.


" Pipi cucu kita Pi," ucap Anita


Jhoni mengangukan kepalanya. Jhoni memandang cucunya. Ia kemudian menapung tangannya untuk mengendong bayi tersebut. sudah sangat lama Ia tidak pernah mengendong seorang bayi. dan kali ini ia akan mengendong cucunya. ada rasa gugup saat ia hendak mengambil cucunya tersebut. namun Ia begitu ingin merasakan mengendong cucunya tersebut.


" sama opa ucap y.


pada akhirnya Anita memberikan cucuny ke tangan kakeknya.


" mirip Arum ya san," ucap Anita yang tidak puas-puasnya memandang wajah bayi mungil tersebut.


Siti menganggukkan kepalanya.


" Kita udah jadi nenek san," ucap Anita.


" Iya, gak terasa kita udah punya cucu," jawab siti


" Rasanya sudah lengkap kebahagiaan Mbak san," ucap Anita sambil memandang Siti.


Siti tersenyum memandang Anita.


" Nanti untuk akikah nya di rumah mbak ya san," ucap Anita yang sudah mulai menyusun rencana untuk Minggu depan.


" Aku setuju aja Mbak," ucap Siti.


kedua wanita tersebut tampak begitu bahagia .


***


Selamat pagi pak, saya petugas yang memandikan ibuk Arumi," ucap perawat tersebut.


" Saya saja yang akan memandikan istri saya," ucap Habibi.


Perawat tersebut memandang pria pemilik rumah sakit tersebut. Perawat tersebut nampak ragu.


" Bagaimana cara memandikan nya." ucap Habibi.


" Usahakan untuk rambut di basuh, sebaiknya menggunakan air hangat dan kemudian saat menyampokan rambut, pijatnya yang pelan dan halus. dan kemudian saat menyabuni kulit, juga halus dengan lembut. " ucap prawat tersebut menjelaskan.


Baik lah terima kasih. ucapnya.

__ADS_1


" Ini pak, perlengkapan mandi. baju ganti, handuk sandal, dan kemudian ini untuk perlengkapan mandi nya. shampo, sabun dan idol gigi," ucap perawat tersebut.


" Iya terima kasih," ucapnya. dan perawat tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah berpamitan.


" Mau mandi sekarang?" tanya nya.


Arum mengangukan kepalanya. " kenapa gak perawan aja yang mandiin arum?" tanya nya.


Habibi memandang istrinya. " Mas bisa sayang, kenapa harus orang." ucapnya


Arum tersenyum memandang suaminya. " Terimakasih ya Mas," ucapnya.


" Mas juga mau bilang makasih sayang. adek tuh penyemangat hidup Mas," ucapnya sambil mencium punggung tangan istrinya.


saat ini mereka sudah tinggal berdua, Anita dan siti sudah pulang ke rumah untuk mandi.


" Mas sakit, jahitan nya banyak. isi perut Arum serasa mau keluar mas," keluhnya saat Ia berdiri. kepalanya juga terasa pusing.


" Nanti Mas minta obat yang paling bagus biar bisa cepat kering dan sembuh" ucap nya.


" Ya udah mas gendong aja," ucapnya yang di jawab angukan kepala dari istrinya.


Habibi memandikan istrinya sesuai dengan arahan dari perawatan tersebut, saat Ia menyabuni kulit istrinya ia merasa kulit tersebut terasa begitu halus dan lembut. mungkin karena itu di anjurkan agar mengusap kulit dengan sangat lembut. pikirnya.


setelah ia selesai memandikan istri nya, Ia juga memasang kan stagen yang khusus untuk wanita melahirkan yang memiliki pelekat. ia juga mengoleskan gel di bagian jahitan tersebut. yang membuat ia merasa nyeri dan juga ngeri saat menyentuh jahitan yang cukup panjang tersebut.


setelah selesai Ia kemudian menyuapi istrinya sarapan. sebenarnya mertuanya mengatakan akan mengurus istrinya. namun Ia menolak nya. Ia ingin Ia sendiri yang mengurus istrinya.


****


Pagi-pagi Ara dan Androw sudah datang ke rumah sakit menjenguk Arum.


Habibi berjalan ke pintu saat ia mendengar suara ketukan di pintu tersebut.


"Assalamu'alaikum," ucap Ara dan Androw ketika mereka akan masuk ke dalam kamar tersebut.


"Waalaikum salam. ucap Habibi yang sudah membuka pintu.


" Arum selamat," ucap Ara yang begitu antusias dan berjalan ke arah tempat tidur.


" Makasih," jawab Arum


Ara melihat bayi yang tidur di sebelah Arum .


"Cantik sekali," puji nya. Ia kemudian mengendong bayi tersebut.


" Ara gemes, pengen bawa pulang," ucapnya sambil melihat wajah bayi yang sedang terlelap tersebut.


" Gak bisa, walaupun kita tetangga depan rumah, tapi aset masih-masing," jawab Habibi.


dengan sedikit tersenyum.


" Anda tidak boleh pelit tuan Habibi,siapa tahu nanti putri anda yang cantik ini yang selalu datang mengetuk pintu rumah kami untuk melihat putra tampan kami." Ucap Androw sambil bercanda.


" Mas cantik banget Mas, Ara mau," ucap Ara sambil berjalan ke arah suaminya.


" Keluarkan dulu yang ini sayang,nanti kita akan buat lagi setelah lewat 40 hari. " ucap Androw sambil memegang perut istrinya yang sudah berdiri di depan nya. Ia tersenyum mesum dan mengkedip kan matanya kepada istrinya.


" Ih Mas kebiasaan deh," omel Ara yang kesal saat melihat sikap suami nya yang terkesan tidak tau malu.


" Aku hanya memberikan solusi sayang, karena kamu begitu menyukai yang seperti itu, maka aku akan memberikan nya setelah 40 hari. ucapnya yang lebih menjelaskan.


" Bila nanti kau melihat istri mu melahirkan, aku yakin kau tidak berminat untuk memiliki anak," ucap Habibi yang berbisik di telinga Androw.

__ADS_1


wajah pria itu tampak lebih pucat.


kemudian Ia diam dan tidak berani untuk melanjutkan kata-katanya.


Ara memberikan bayi tersebut ke tangan androw. androw begitu telaten mengendong bayi tersebut. Ia mengendong bayi itu dengan santai.


Habibi memperhatikan cara Androw mengendong bayi tersebut." Ternyata mas sangat pandai mengendong bayi," Ucapnya yang tampak kagum melihat cara Androw mengambil bayi tersebut tampa ada takut.


" Mengendong yang besar saja aku mahir, apa lagi yang kecil," ucap pria tersebut sambil tersenyum kecil memandang istrinya yang sudah duduk di pinggir tempat tidur Arumi.


" Mengendong yang besar aku sangat mahir, tapi kalau gendong yang sekecil ini aku masih takut," ucap Habibi


Androw tertawa. " Aku akan mengajari mu," ucap pria tersebut. penuh percaya diri.


" Tangan mu harus berada di posisi ini," ucapnya sambil menunjukkan telapak tangan nya yang di posisi menahan kepala bayi. Dan tangan yang satu lagi harus berada di bagian punggungnya. Seperti ini," ucap Androw yang menjadi mentor mengendong bayi.


Androw kemudian memberikan bayi tersebut agar pria yang baru berstatus ayah itu bisa mengendong bayi nya.


Habibi mencoba mempraktekkan apa yang di perintahkan Androw, tangan nya Tampak gemetar saat awal Ia memegang bayi mungil tersebut. Ia kemudian tersenyum ketika Ia Merasa sudah sempurna saat mengondong bayi nya.


Androw kembali mengambil bayi tersebut. " Kamu memiliki banyak waktu untuk menggendongnya, Sedangkan aku tidak. Jadi selama aku di sini, gadis cantik ini akan ada di tangan ku," Ucapnya sambil tertawa.


" Tentu tidak masalah aku tidak ingin pelit dengan tetangga," ucapan Habibi.


" Apa sudah di kasih nama?" tanya Ara.


Arum mengangukan kepanya. " sudah,"


"Siapa," tanya Ara


" Vira," jawab Arum .


"Mas namanya Vira," ucap Ara yang membesarkan volume suaranya agar suami nya mendegar ia.


" Kenapa?" tanya Arum.


" Kami sudah siapkan nama putra kami vino.


Jawab Ara


" kok bisa ya, " ucap Arum


" Arum kenapa tidak memberi tau Ara kalau mau melahirkan," ucap Ara.


" Udah gak ingat mau ngasih tahu, soalnya sudah sakit banget." Ucap Arum.


" Iya sih," ucap Ara.


" waktu melahirkan, di larang jangan teriak Arum bisa. tapi gitu di jahit, Arum teriak-teriak. ucapnya mengingat peristiwa tersebut.


" Ara hanya diam, sambil membayangkan.


****


maaf baru bisa up. soalnya WiFi atur habis tanggal jadi. he...he... ini bersyukur ada yang


mau membagi paket data. jadi bisa up. 😂😂


minta like komen dan votenya ya.


kalau ada kalimat yang gak pas. itu karena mata author sudah lelah dan minta untuk di pejamkan. he...he...


seperti ini ya visual bayi Arumi dan Habibi. buat auotur gemes deh.

__ADS_1



__ADS_2