Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 68


__ADS_3

Mata Androw tampak merem melek saat mencoba berbagai macam menu yang disajikan oleh restoran ini, dia tampak sangat menikmati setiap rasa yang terasa nikmat dilidahnya. Ini pertama kalinya dia masuk ke restoran padang. Rasanya sangat enak. Setelah rasanya perutnya benar-benar kenyanng, Androw mengnyudahi makannya. Begitu juga dengan Arumi.


“Kenapa pulangnya mendadak. Apa ada urusan penting?” Tanya Arum


“Seharusnya aku sudah kembali ke negara ku minggu kemarin. Tapi aku sungguh sulit untuk meninggalkan negara ini.” Jawa Androw


“Kenapa?” Arum bertanya dengan polosnya. Namun akhirnya dia menyadari pertanyaannya. Kenapa dia ceroboh. Kenapa dia memberikan pertanyaan yang akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


“Aku sangat berat untuk bisa meninggalkan mu.” Jawab Androw serius.


Arum melototkan mata namun tetap diam.


“Apa kamu tahu, sebelum aku berjumpa dengan mu hidup ku terasa hampa. Aku seperti orang yang sedang mencari kepuasan dalam hidup ku. Namun aku tidak pernah mendapatkan kepuasan itu. Di usia ku saat ini, aku tidak pernah memikirkan untuk menikah. Aku seakan sangat menikmati hidup dengan melakukan sek bebas. Namun hidup ku tidak tenang. Saat aku bersama mu. Aku merasa aku sangat nyaman, tenang, aman, aku tidak kesepian. Aku merasa aku menemukan kehidupan dalam hidup ku. Setiap waktu terasa sangat lambat bagi ku. Untuk menunggu jam 6 sore agar bisa berjumpa dengan mu. Setelah berjumpa dengan mu, waktu itu begitu cepat berlalu. Tanpa terasa sudah jam 9 kurang 15 menit. Terkadang aku sampai marah ke pada waktu yang tidak adil untuk ku.” Curhat Androw kepada Arumi.


Arum mendengarkan kata demi kata yang di sampaikan oleh Androw. Arum melihat, wajahnya yang tampak sangat sedih. Dia benar-benar sangat tampan.


“Aku tidak tau, apa kah aku mampu pergi jauh dari mu.” Androw tampak sedang menahan air matanya.


“Apa kamu perginya lama?” tanya Arum.


“Belum tau. Pekerjaan ku sangat banyak di sana untuk ku selesaikan. Dalam waktu dekat ini. Aku mungkin tidak akan bisa datang ke indonesia.”

__ADS_1


“Kita masih bisa berhubungan. VC atau telpon, chat. Kamu jangan cemas tuan.” Senyum Arum


“Aku takut, kalau aku tidak mampu menahan rindu ku.” Balas Androw.


Entah mengapa mendengar kata-kata Androw. Arumi merasa dadanya berdebar sangat kuat.


“Arum yakin. Kita pasti bisa melewati nya. Semangat mas bul.” Kata Arum sambil tersenyum.


“Ya. Aku ada sesuatu untuk mu.” Androw mengeluarkan kotak hitam dari saku celananya dan memberikan nya kepada Arumi.


Arum memegang kotak hitam itu.


Arum membuka kotak tersebut. Ternyata sebuah jam rolex lady-datejust 28 watch. Arum mengeluarkan jam tersebut dari kotanya dan langsung memakainya di pergelangan tangannya yang putih dan bersih. Jam tersebut sangat cantik di tangan Arum .


“Terimakasih ya mas. Pasti akan selalu Arum pakai."


“Aku senang kamu menerimanya sweet girl.”


“Iya makasih.”


“Aku masih ada lagi untuk kamu.” Kata Androw lagi.

__ADS_1


“Apa.” Tanya Arum.


Androw mengeluarkan kotak berwarna merah dan memberikan nya kepada Arum. “Bukalah," pintanya.


Arum membuka kotak tersebut. Sebuah gelang emas yang cantik. “Ini terlalu berlebihan mas bul.”


“Aku ingin kau memakainya.” Kata Androw.


Arum memakai gelang tersebut di tangan kanannya.


“Arum, aku tidak tau kapan pastinya aku kembali ke sini. Jadi karena itu aku inginkau memegang kartu ini.” Androw memberikan sebuah kartu berwarna hitam.


“Ini untuk apa,” tanya Arum.


“Itu untuk mu.”


“Untuk Arum?”


“Iya,” balas Androw.


“Tapi...” Arum tidak melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


__ADS_2