Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 258


__ADS_3

" Setelah beberapa hari di rumah sakit, Eka belajar duduk sendiri, Eka juga belajar jalan sendiri setelah Cesar. Saat sakit bekas potongan itu terasa Eka hanya menangis sendiri tanpa bisa mengadu ke pada siap pun. Sebagian perawat rumah sakit itu ada yang kasihan melihat Eka. Mereka memberikan semangat agar Eka kuat demi Daffa. Dokter yang mengoperasi Eka tampak begitu prihatin memandang Eka. Waktu itu Dokter itu pernah bilang, bahwa untuk jasanya akan di gratiskan nya,"


" Di saat Eka duduk sendiri sambil memikirkan Eka keluar dari rumah sakit pakai baju apa, karena Eka gak bawa baju sama sekali. Baju yang Eka pakai saat ke rumah sakit sudah sangat kotor. Eka mikir pulang jalan kaki. Eka juga memikirkan bagaimana cara menjemput Daffa. Tiba-tiba saja Arum datang ke kamar Eka Ia berdiri di dekat tempat tidur. Eka sangat terkejut saat melihatnya ada di kamar Eka. Kami mulai bercerita, entah mengapa Eka bercerita kepadanya semuanya tanpa ada yang Eka tutupi sama sekali, tiba-tiba saja Arum membelikan Eka baju, jilbab, perlengkapan setelah melahirkan. Semuanya sudah disiapkan nya. termasuk perlengkapan bayi.


Eka sudah pasrah untuk keluar dari rumah sakit itu sendiri dan meninggalkan Daffa di sana sementara di rumah sakit. Perawat datang memandikan Eka,menggantikan baju Eka. Dokter langsung mengecek kondisi Eka. kemudian perawat datang membawa Daffa dia memberikan Daffa itu ke tangan Eka. Eka disuruh duduk di atas kursi roda didorong ke parkiran. Eka sangat bingung ketika melihat perawat itu begitu sangat baik dan juga sopan padahal Eka gak punya uang untuk membayar. Di parkiran mas Heri dan kakak Sarah sudah menunggu Eka. Perawat itu memberikan Daffa ke Eka, Eka sangat terkejut. Namun mereka menjelaskan bahwa semua nya sudah di lunasi Arum. Waktu itu Eka begitu sangat senang, semua nya seperti mimpi bagi Eka bisa membawa Daffa pulang. Mereka kemudian membawa Eka ke rumah sewa, ternyata mereka hanya meminta Eka membawa barang-barang berharga. Mereka juga mengumpulkan baju-baju eka dan mereka membawa Eka ke rumah milik Arum. Rumah itu berada di kawasan perumahan elit awal mulanya Eka mengira itu rumah Arum. Namun Ternyata rumah itu adalah rumah yang akan Eka tepati. Disana seorang ART sudah menunggu. Arum memilih Bik Surti untuk merawat Eka karena bik Surti yang biasa bekerja di rumah bidan dan Ia sudah terbiasa merawat wanita setelah melahirkan.


Di rumah itu Eka diperlakukan dengan sangat baik. Arum datang ke rumah Eka, Arum mengatakan kepada Eka dia sengaja meletakkan Eka tinggal di sana karena rumah itu yang berada di kawasan elit. Warganya tidak ada yang mau ikut campur ataupun mengurus urusan orang lain Mereka kan sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia mengatakan bahwa Eka pasti senang berada di sana. Selama itu juga dia selalu memikul biaya kehidupan Eka juga Daffa. Arum juga yang membiayai kuliah Eka, hingga kebutuhan bulanan. Semuanya dia yang nanggung, dia juga memberi uang dengan jumlah yang cukup besar sehingga uang itu selalu Eka simpan. Eka gak pernah belanja banyak-banyak, memakai uang hanya untuk keperluan yang memang sangat Eka butuhkan. Bik Surti tetap berada di rumah Eka saat Eka kuliah, bik Surti yang mengurus Daffa. Bik sangat baik dan juga menyayangi Dafa Eka menganggap nya sudah seperti ibu Eka sendiri. Walaupun sebenarnya umurnya baru sekitar 40 tahunan" ucapnya sambil tersenyum.


" Arum memasukkan Eka kuliah desainer busana karena dia tahu Eka hobi dalam merancang baju. Eka pernah menceritakan kepadanya sebenarnya Eka ingin kursus menjahit. Eka hanya menginginkan menjadi tukang jahit, namun ternyata Eka jadi desainer.


Saat Eka kuliah Mas Heri yang selalu mengantar jemput Eka disuruh Arum. terkadang Eka sampai merasa perlakuan mereka kepada Eka begitu sangat berlebihan. Rasanya Eka gak pantas menerima hal, Eka tidak tau kapan bisa membalas Budi mereka dan membalas semua jasa mereka.

__ADS_1


Setelah tamat kuliah Eka berencana membuka butik, Arum menawari Eka modal. Namun Eka menolak karena uang yang diberikan-nya sangat banyak jadi Eka bisa membuka sendiri butik ini dari uang yang Eka tabung. Awalnya Eka hanya memakai lima orang karyawan penjahit dan kemudian 1 orang penjaga toko Eka juga mengontrak satu pintu ruko. Butik Eka bisa berkembang dengan sangat cepat, hasil disain Eka terkenal selain kualitas, model dan juga harga begitu sangat bersaing dengan produk lain. pesanan busana sudah mulai merambah hampir ke seluruh Indonesia. Penjualannya meningkatkan, pesanan semakin banyak sehingga Eka menambah karyawan penjahit Hinga sekarang sudah mencapai 50 orang penjahit. Bahkan sampai sekarang Eka masih tinggal di rumah Arum," ucapnya sambil tersenyum.


Imam tersenyum memandang adiknya yang mengusap airmata adiknya yang sejak tadi tidak ada berhenti mengalir." Kamu suka rumah itu?" tanyanya.


Eka menganggukkan kepalanya. " Eka sangat suka rumah itu. Rumah itu begitu banyak kenangan Eka dan Daffa di dalamnya. Rumah itulah surga pertama yang Eka dapatkan, di rumah itu Eka akan menemukan ketenangan, di rumah itu juga eka merasakan kasih sayang," ucapnya.


" Mas akan mencoba meminta kepada teman kamu itu untuk menjual rumah itu kepada kamu. Gak mungkin kan selamanya kamu akan menumpang disana. Mas akan memberikan rumah itu sebagai kado pernikahan kamu dan juga Heri," ucapnya.


" Bila nanti bapak dan ibu menentang hubungan kamu dan Heri, mas yang akan menghadapi mereka,": ucapnya.


Apa yang sekarang Eka punya semua berkat bantuan dari Arum dan juga keluarganya. Mereka tidak ada sekali menghina Eka mereka selalu men-support Eka memberi dukungan dan juga mereka sangat peduli dengan Rafa mereka juga sayang dengan Daffa ucapnya yang menghapus air matanya.

__ADS_1


" Koleksi baju-baju yang Eka buat juga sudah sangat terkenal dan kemarin Eka juga sudah melakukan fashion show hasil desain baju hasil desain Eka. pada saat fashion show itu ibu sama bapak mulai melihat Eka, Mereka kemudian datang ke sini, mereka datang untuk menjodohkan Eka dengan laki-laki yang duda dan di kampung kita.


Mereka juga minta uang kepada Eka katanya Bapak mau buka karena Bapak membutuhkan modal satu juta hanya saja untuk awal dia minta 50 juta dan Eka kasih ucapnya kepada abangnya tersebut.


" Mas benar-benar berhutang Budi dengan orang itu Dek, mas akan temui orang itu sekarang . kamu hubungi orang itu Ya kita jumpai mereka kalau gak ada mereka lantas Seperti apa hidup kamu," ucapnya yang memandang adiknya.


Mereka telah berhasil mendidik kamu menjadi sukses seperti ini. Mereka juga berhasil mendidik akhlak kamu sehingga kamu bisa seperti sekarang kamu sudah menjadi muslimah yang serba tertutup tidak seperti dulu yang semuanya dibuka begitu saja ucapnya.


***


jangan lupa like komen dan votenya ya.

__ADS_1


.


__ADS_2