Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 326


__ADS_3

"Kita jalan-jalan?" tanya May.


"Iya," jawab Imam.


"Mau jalan-jalan ke mana?" ucap May yang tidak memandang pria yang akan menjadi suaminya. May merasa dadanya yang berdebar-debat dengan sangat hebatnya saat memandang calon suaminya.


"Kemana aja, asalkan sama kamu," ucap Imam.


May sedikit mengangkat kepalanya dan tersenyum memandang calon suaminya.


Imam memperhatikan penampilan calon istrinya yang begitu sangat sederhana. Calon istrinya hanya memakai celana kain berwarna abu-abu, baju kaos panjang tangan berwarna hitam dan jilbab segi empat berwarna hitam.


"May kalau hariannya seperti ini. Baju-baju May gini semua. Kalau lagi kerja barulah pakai baju seragam," ucap May Sarah saat melihat calon suaminya yang memperhatikan nya.


Imam tersenyuman memandangnya. "Seperi ini aja sudah sangat cantik," ucapnya.


May diam saat mendengar ucapan calon suaminya.


"Kenapa diam?" tanya Imam.


May sedikit tersenyum. Calon suaminya berkata seperti itu pasti hanya untuk menyenangkan hatinya. Untuk pertama kalinya gadis itu menyesal tidak mendengarkan ucapan mamanya yang selalu memintanya untuk berpenampilan menarik. Selama ini May terlalu cuek dengan penampilannya. May memandang calon suaminya dan mengigit bibir bawahnya. Bila ada yang melihat mereka berjalan bersama sudah pasti tidak akan ada yang percaya bahwa pria itu calon suaminya. Pria itu begitu sangat ganteng dan gagah. Penampilannya sangat elegan dan berwibawa. Berbeda dengan May, bahkan mungkin orang akan beranggapan May itu pembantunya. May begitu sangat malu membayangkan hal tersebut.


Imam tersenyum memandang calon istrinya diusapnya kepala gadis tersebut. "Apa sudah masuk?" tanyanya.


May menggelengkan kepalanya. Dia tidak tahu apa yang ditanya oleh calon suaminya. May masih sibuk dengan pikirannya.


"Sudah dicek?" tanya Imam.


"Apanya" tanya May.


"Mas sudah transfer apa sudah dicek?" ucapnya sambil tersenyum.


"Belum," jawab May yang kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.


May melihat notif SMS banking dan membuka pesan tersebut. Matanya terbuka lebar ketika melihat nominal uang yang masuk di rekeningnya.


"Ini uang untuk Apa?" tanyanya. May terlihat panik saat melihat nominal uang yang masuk di dalam rekeningnya.


"Menurut kamu untuk apa?" tanyanya.


"May akan serak kan di atas tempat tidur terus May pengen tidur di atas uang sambil foto-foto, nanti kirim ke Instagram, Facebook, wa dan di Twitter juga," ucapnya sambil tersenyum geli.


Imam tertawa saat mendengar ucapan calon istrinya. "Dijilatin sekalian gak?" tanya.

__ADS_1


May tersenyum saat mendengar pertanyaannya. "Gak kenyang mas," ucapnya.


"Gak usah jilatin duit, nanti jilatin Mas saja," ucapnya yang membuat wajah wanita itu bersemu merah.


"Aunty," ucap Daffa memanggilnya.


May tersenyum memandang anak laki-laki yang berlari ke arahnya. May mengembangkan tangannya dan memeluk tubuh montok anak tersebut. "Aku sudah yakin aunty akan menerima om aku yang paling ganteng," ucapnya yang berbisik.


May tersenyum saat mendengar ucapan anak tersebut. "Tapi Daffa minta aunty untuk terima," ucapnya malu.


"Aunty tidak akan menyesal menerimanya, lihatlah dia begitu sangat tampan, ganteng dan gagah," ucap Daffa yang mendongakkan kepalanya memandang Imam yang berdiri memandangnya


May sarah hanya tersenyum saat mendengar ucapan anak tersebut.


"Kak May selamat, Eka nggak nyangka kalau kak may akan jadi kakak ipar Eka, "ucap Eka yang tersenyum dan memeluk May Sarah.


"Makasih, kakak juga gak nyangka kalau Eka bakal jadi adek kakak beneran" ucap May sambil tersenyum.


"Kak May nolak yang lamar, apa karena sudah punya firasat kalau Mas Imam akan datang?" ucap Eka yang masih penasaran.


May diam dan kemudian menggelengkan kepalanya dan memandang calon suaminya. mana mungkin May menghayal terlalu tinggi. "Apa gak sakit perutnya jalan jauh," ucap May yang mengusap perut Eka.


"Gak kak Mas Heri bawa mobilnya pelan-pelan. Eka bosan sudah beberapa bulan ini gak boleh ke mana-mana. Makanya minta ikut sekalian jalan-jalan," ucapnya tersenyum lebar


"'Mas Imam mampir nggak bawa cincin" ucap Eka yang membuat Imam membesarkan matanya memandang adiknya tersebut


May tersenyum saat mendengar ucapannya.


"Kenapa bisa gitu,". ucapnya.


"Efek panik, pohon uang borongan nya ingat. Cincin nya lupa," ucap Eka sambil tertawa.


May tersenyum memandang Imam.


"Kak May jalan aja sama Mas Imam Kami bakal jalan Air Terjun Jumog," ucap Eka saat anggota keluarga nya sudah mulai keluar dari kamar masing-masing.


"Apa nggak jalan bareng?" ucap Imam.


"Nggak usah lah Mas Kami mau nyantai-nyantai dulu," ucap Heri.


"Enggak nyangka May sarah bakalan jadi kakak ipar Mas," ucap Heri memandangnya.


May tersenyum saat mendengar ucapannya.

__ADS_1


Mereka memilih tempat sarapan di restoran hotel yang memang sudah disediakan oleh pihak hotel.


***


"Mau jalan ke mana?" tanya Imam ketika sudah berada di dalam mobil.


"Terserah Mas aja, kalau mau keliling kota boleh. Mau jalan-jalan ke museum juga boleh," ucap May


"Jalan-jalan ke mall mau?" tanya Imam.


May tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kita sekalian beli yang kekecilan semalam,"ucapnya sambil tersenyum.


Wajah May Sarah memerah Saat mendengar ucapannya.


"Kemarin yang kekecilan apa?


Kita beli langsung," ucap Imam.


May sarah menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Nggak usah mas," jawabnya.


"Kenapa?" tanya Imam yang memandang calon istrinya.


"Ya gak usah aja," jawab May.


"Gak apa-apa, masalah harga gak jadi masalah," ucapnya yang tersenyum memandang calon istrinya.


May menelan air ludah nya ketika mendengar ucapan Imam.


"Mas itu bekerja di perusahaan asing dan jabatan mas di sana wakil direktur keuangan. Jadi gaji mas di perusahaan asing tersebut hitungan dolar Amerika. Karena memang perusahaan itu dari Amerika," ucapnya yang memberi tau calon istrinya.


"Pantas aja mas duitnya banyak," ucap May.


Imam tersenyum dan mengusap kepala calon istrinya.


May hanya diam saat mendengar ucapan calon suaminya.


***


Jangan lupa like komen, votenya, dan hadiahnya ya reader yang baik hati. 😊


terimakasi ya atas dukungannya. 😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2