
"Gimana sih masak pengantin baru disuruh ngurusin dua anak," ucap Habibi ketika mendengar istrinya mengatakan akan menitipkan anak-anaknya kepada Ara dan Androw yang akan kami Amerika.
"Ya mau gimana lagi sih mas, kasihan Rangga Kalau ditinggal," ucapnya yang memandang suaminya.
"Pusing Mas," ucap Habibi
"Kenapa?" tanya Arum yang merasa tidak bersalah.
"Dilarang yang ini, lepas yang itu," Ucapnya memandang istrinya.
"Mas mau kita di omelin Vira selama 3 bulan karena nggak bisa ke Amerika padahal Ara, Mas Androw dan Vino berangkat ke Amerika?" ucapnya.
Habibi hanya diam sambil mengusap wajahnya. Ia tidak bisa mencegah Vira dan Rangga untuk pergi ke Amerika saat istrinya sudah memberi izin.
Arum melihat wajah suaminya yang terlihat sedikit marah. Ia kemudian memeluk suaminya dan mencium bibir suaminya. "Vira cuma pergi sebentar. Lagian Vira dan Rangga perginya sama Ara, Ara juga nggak mungkin ninggalin Vira dan juga Rangga Kalau nggak sama Aisah," ucapnya.
Habibi memandang Istrinya. "Kenapa nggak ngasih tahu dulu kalau mau ngasih Vira pergi ke Amerika?" ucapnya.
Arum diam saat mendengar ucapan suaminya Ia tidak menyangka suaminya akan marah. "Arum nggak tega lihat Vira, makanya Arum titip ke Ara," sesalnya.
"Perginya ke sana, bisa kapan-kapan aja," ucap Habibi.
"Gak apa ya, Vira ke Amrik sama Ara. Arum mau mesrah-mesraan sama mas," ucapnya yang merayu suaminya. Arum memeluk suaminya dan mencium aroma tubuh suaminya.
Habibi diam saat melihat sikap manja Istrinya. Ia baru ingat, bahwa saat ini istrinya sedang hamil. Gak seharusnya dia marah-marah, yang akan membuat istrinya stres nantinya.
"Ya sudah gak apa, biar aja Vira jalan-jalan dengan calon suaminya," ucap Habibi.
Arum tersenyum dan mencium bibir Suaminya. "Maafin Arum yang gak minta izin dulu sama mas," ucapnya.
"Kapan si centil berangkatnya?" ucapnya yang mengusap perut istrinya.
"Lusa," jawab Arum.
"Kasih tahu Aisah kalau Vira mau berangkat ke sana," ucap Habibi.
"Iya," jawab Arum yang mencium leher suaminya.
"Si kembar lagi apa?" tanyanya yang mengusap perut istrinya.
"Lagi pilih posisi," ucap Arum yang tersenyum.
Habibi mencium perut istrinya. "Ini besok pandai juga minta ke Amerika?" ucapnya yang mencium perut istrinya.
Arum tertawa saat mendengar sindiran Suaminya. "Pandai dong, ada kak Vira yang bawa," ucapnya sambil tersenyum imut.
Habibie hanya diam memandang istrinya ya kemudian mengusap kepala istrinya. "Sama Aisah enggak segan, tapi sama Ardi yang gak enak. Mana mereka pengantin baru lagi disuruh ngasuh anak-anak," ucapnya.
"Nggak apa-apa hitung-hitung Mereka lagi kursus," ucap Arum santai.
__ADS_1
***
"Mas Arum nggak jadi ke amerikanya, "ucap Ara.
"Kenapa?"ucapan Androw.
"Arum lagi hamil," jawabnya.
Androw memandang istrinya dan mengerutkan keningnya. "Hamil? "ucapan Androw.
"Iya," jawab Ara.
Androw yang duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur memandang istrinya. "Hamil?" tanya kembali.
"Iya Arum hamil anak kembar malah," ucap Ara.
"Bukannya kemarin kamu cerita, programnya tidak berhasil dan gagal lagi?" ucapan Androw yang masih tidak percaya.
"Iya Ara ngomong gitu, tapi ternyata mas Habibi main buang-buang aja nggak dilihat dulu," ucapnya yang membuat Androw hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Bersyukur cepat ketahuan," ucapnya.
"Iya," Jawab Ara.
"Jadi bagaimana dengan calon menantu aku, Apakah dia tidak jadi ke Amerika?" tanyanya.
Ara tertawa saat mendengar suaminya mengatakan Vira calon menantunya. "Arum nitip ke kita," ucapnya.
"Ya enggak tau, Arum pasti kasih tahu Mas Habibi," ucap Ara.
"Nanti kita bawa calon menantu berjumpa langsung sama nenek mertuanya," ucapnya.
Ara memukul tangan suaminya. "Mereka masih kecil mas," ucapnya.
Androw tertawa saat mendengar ucapan istrinya. "Waktu itu cepat berlalu sayang, tanpa terasa kita sudah tua,," ucapnya.
"Iya tapi jangan dipikirin sekarang," ucap Ara.
Androw hanya tersenyum saat mendengar ucapan istrinya.
"Arum minta Vira diantarkan ke apartemennya Aisah," ucap Ara.
Androw menganggukkan kepalanya. "Aku akan pastikan calon menantu ku selamat sampai di tempat tujuan," ucapnya yakin.
"Rangga juga ikut," ucap Ara.
"Apa, Rangga juga dititipin sama Aisah?" tanya Androw.
"Iya," jawab Ara.
"Bagaimana Arum itu orang pengantin baru disuruh ngasih dua anak," ucapan Androw.
__ADS_1
Kata Arum mereka udah lama jadi pengantin barunya Jadi sekarang disuruh urus 2 anak," ucap Ara yang membuat Androw tertawa.
"Sepertinya usil calon menantu aku sudah berpindah ke Arum," ucap Androw.
Ara diam saat mendengar ucapan suaminya. "Iya juga sih," ucapnya.
"Hai Beby, apa yang sedang kamu lakukan?" ucapnya.
"Dianya masih proses pesan hidung yang mancung," jawab Ara
"Sweet girl, Papi," ucapnya yang mencium perut Istrinya.
"Bagaimana kalau ternyata dia laki-laki," ucap Ara memandang suaminya. Ara teringat akan ucapan Arum.
"Tidak masalah sayang perempuan atau laki-laki aku tetap suka. Hanya saja saingan kegantengan aku akan bertambah. Bagi aku yang penting kamu dan dia sama-sama sehat dan selamat," ucapnya
Ara senang saat suami yang tidak mau menuntut anak perempuan. Walaupun dia begitu sangat menginginkan anak perempuan.
***
"Sudah siap?" tanya Imam yang memandang calon istrinya ketika mereka akan berangkat ke Jakarta
May sarah tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Barang-barangnya sepertinya sudah semua,"ucapnya.
"Hanya ini!" ucap Imam melihat barang yang dibawa oleh calon istrinya
"Iya Mas, May ke Jakarta sebentar ngasih tahu Bu Arumi kalau May akan berhenti. Jadi ya barangnya cuman ini aja. Lagi pula nanti barang-barang May banyak yang akan May bawa pulang ke kampung."
Imam memandang calon istrinya dan mengusap kepalanya. "Enggak kebayang rindunya," ucapnya.
May tersenyum saat mendengar ucapannya.
May masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kursi kemudi setelah berpamitan dengan orang tuanya. May tersenyum memandang calon suaminya. Ia memandang wajah calon suaminya begitu sangat tampan.
"Mas diliatin terus apa nggak bosan ?"tanya Imam saat menjalankan mobil yang di kemudikannya.
May tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya dengan wajah yang merona gadis itu harus mengakui bahwa ia tidak akan pernah bosan memandang wajah calon suaminya. "Mas itu ganteng, pintar terus juga jabatannya Oke. Kenapa nggak pernah punya pacar?" tanya yang masih penasaran.
"Lebih senang ketemu langsung sama calon istri dan nikah. Jadi pacarnya setelah menikah.
"Mau rindu Vira, gak kebayang gimana rasanya kalau gak jumpa sama dia," ucap May.
Imam tersenyum memandangnya dan mengusap kepalanya. "Besok yang seperti Vira kita produksi sendiri," ucapnya.
Wajah merah saat mendengar ucapan calon suaminya ya kemudian memandangnya dan tersenyum. "Iya mau," jawabnya malu-malu.
***
jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏
__ADS_1