
"Aku sudah membawa kan mu sarapan sarapan lah dulu," ucap Androw. Androw yang sangat fokus dengan bayi yang di gendong nya. Ia memperhatikan wajah bayi tersebut. bayi itu begitu menikmati tidur di atas tangan hangat pria tersebut.
" Mas sudah sarapan?" tanya Habibi
" Sudah," jawabnya
"Aku sarapan dulu ya Mas," ucapnya sambil berjalan ke meja makan.
Androw hanya tersenyum.
Habibi membuka sarapan yang di bawa Androw yang memakai tempat wadah makanan. Ia duduk di meja makan yang ada di dalam kamar tersebut. Ia mulai memakan nasi gorengnya.
Setelah Ia menghabiskan nasi goreng tersebut Ia kembali duduk di sofa qbersama dengan androw. sebenarnya Ia sudah berencana untuk menyuruh pengawalnya yang berjaga di luar untuk mencarikan Ia sarapan namun ternyata androw sudah membawakan nya.
" seperti nya kamu sangat lelah istirahat lah aku dan istriku akan menjaga Arum," ucap Androw.
" Sejak kemarin aku kurang tidur dan semalaman aku tidak tidur. apa kah benar mas Androw tidak keberatan bila aku tidur sebentar?" tanya.
Androw tertawa " kau seperti menganggap aku ini orang lain saja," ucap Androw
" Makasih ya mas, aku tidur sebentar saja. kepala aku rasanya sangat berat," ucapnya
"iya istirahat lah,"
pria tersebut berjalan ke arah tempat tidur istrinya. "Adek mau apa?" tanyanya.
Arum tersenym dan kemudian menjawab tidak ada.
" Adek mau ke kamar mandi gak?" tanyanya kembali.
Arum menggelengkan kepalanya.
" Mas tidur sebentar ya, nanti kalau mau ke kamar mandi atau ada butuh sesuatu, pangil aja Mas. " ucapnya.
" Ia Mas, Mas istirahat aja. ada Ara di sini yang menemani Arum," ucapnya.
pria itu kemudian mencium kening istrinya.
" Mas tidur bentar ya," ucapnya, istrinya mengangukan kepalanya. berulang kali ia mencium kening istrinya, dan kemudian ia pergi ke tempat tidur yang di sebelah istrinya.
Ia tidur di tempat tidur khus untuk menunggu pasien. tidak butuh waktu lama, Ia sudah bisa tertidur.
"Tadi kak Sarah wa Ara katanya mereka mau ke sini," ucap Ara.
" Siapa aja yang datang? tanya Arum.
" Kaka Sarah, bang Doni, bang Ari dan bang Ardi . jawab Ara.
" jam berapa? tanya Arum
"katanya tadi lagi siap-siap," jawab Ara
"Ica nggak ke sini?" tanya Ara.
nanti ke sini pas udah pulang sekolah Jawab Arum.
__ADS_1
"Sejak kemarin Ica minta ke rumah sakit cuma ibu gak mau bawa, karena kan Arum nggak tahu kapan melahirkannya. jadi nanti pulang sekolah Ica langsung ke sini sama ibu.
dia udah merengek-rengek minta ke sini mau nengokin keponakannya ucap Arum menjelaskan kepada ara.
Ara membulatkan bibirnya.
"Arum mau apa?
biar Ara yang ambilin,"
" Belum ada," ucap Arum
" Arum tidur aja kalau ngantuk, kami akan jaga di sini," ucap Ara.
"Iya Arum ngantuk banget," jawabnya.
" Mas Androw apa gak capek megang Vira?
kalau capek, letak di sini aja," Ucapnya.
" Tidak aku sangat suka melihat wajah nya," jawab Androw.
" Arum istirahat aja, nanti kalau Vira haus, Ara banguin Arum," ucapnya.
"Arum tidur ya," ucapnya.
Ara berjalan ke arah kursi sofa tempat suaminya, ketika di lihat nya sahabnya itu sudah tidur. Ia berjalan sambil memegang perutnya.
" Kenapa sayang?" tanya Androw.
" Perut Ara kram mas, ini keras bangat mas ucapnya sambil menunjukkan perutnya yang bagian atas. androw mengusap perut istrinya.
Ara tertawa. " Bisa jadi mas pantat nya lagi nungging," ucapnya.
" Aku sungguh tidak sabar untuk menunggu kehadiran nya," ucap Androw.
sini, ucapnya sambil menepuk pahanya agar istri nya berbaring di atas sofa dan menjadikan pahanya sebagai bantal.
Ara menuruti perintah suaminya. ia berbaring di atas sofa yang panjang dan tidur di pangkuan suaminya. tangan Androw masih memeluk bayi tersebut di pelukannya.
sebentar lagi vino bakalan lahir sayang. ucap androw sambil melihat ke arah istrinya. tangan nya satu lagi mengusap kepala istrinya.
Ara Tersenyum. " Ara udah gak sabar mas, mau nungguin anak kita lahir. ucap nya
tapi aku mencemaskan kamu sayang. ucap pria tersebut dengan tatapan yang sendu. ia memegang tangan istrinya.
"Mas doain Ara, Ara sangat takut. "
"Androw mengangukan kepanya.
tapi aku yakin kamu pasti bisa sayang. kamu adalah calon ibu yang kuat dan hebat," ucapnya.
"Amin," jawab Ara.
"Tapi kok bisa ya mas nama anak Arum sama calon anak kita mirip banget.
__ADS_1
" Jodoh mungkin sayang," ucap pria tersebut asal.
Androw melihat istrinya yang berulang kali menguap. tidur saja sayang, ucapnya sambil mengusap kepala istrinya.
"Nanti kalau Vira nagis bangunin Ara ya," ucapnya sebelum tertidur di atas paha suami nya.
androw Mamandang istrinya yang sudah tertidur.
suara ketukan dari pintu mengalihkan pandangan pria itu, ia tidak bisa untuk berdiri dan membuka nya.
masuk ucapnya.
Ardi dan teman-temannya masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Mas Androw ," ucap Ardi menyapa Androw. Doni dan Ari juga menyapa pria tersebut
"Androw Tersenyum. maaf aku tidak bisa berdiri," ucapnya. sambil melirik istrinya yang sedang tidur di pahanya.
"Tidak apa mas nyantai aja," jawan Ardi.
Ardi melihat Arum yang sedang tertidur dan juga Habibi.
"Pada tidur semua ya Mas? tanyanya.
" Ia," jawab Androw.
setelah Ardi mencuci tangannya. ia kemudian mengendong bayi perempuan tersebut.
" Cantik sekali," ucapnya. saat ia melihat bayi tersebut.
Sarah melihat bayi yang di gendong Ardi, " Aku ingin mencoba mengendong nya, " ucpa sarah
" Nanti setelah aku puas, " jawab Ardi.
cukup lama mereka bercerita dengan Androw. hingga bayi tersebut menangis karena kehausan.
Arum bangun saat di degarnya suara tangis putrinya yang ngebas. begitu juga dengan Ara.
" kami sudah berusaha untuk tidak ribut. namun ternyata bayi kecil nya haus," ucap Sarah
" Ia Vira nya belum nyusu," jawab Arum yang merubah posisi nya.
Sarah mengondong bayi yang terus menangis tersebut untuk memberikan ke tangan ibunya.
"Asi?" tanya nya.
" Ia tapi ASI nya belum keluar jadi susu formula dulu jawab Arum.
Ia menekankan tombol untuk memanggil perawat.
tidak lama perawat datang bersama dengan dokter anak.
*****
author minta like dan komen nya ya.
__ADS_1
author akan usahakan up 2x.
makasih ya reader ππΌππΌππ