
Dino dan Elly memandang putrinya yang dari tadi duduk hanya menundukkan kepalanya.
" Intan, Tia bawa kaponakan kalian main keluar," ucap Eli yang memerintah kan kedua putrinya.
Mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka setelah Daffa pergi dari rumah tersebut.
Mereka ingat Bagaimana cara mereka datang ke butik milik putrinya tersebut. " Ada apa dengan Eka," tanya Dino.
" Ada seorang pria yang datang untuk melamar Eka dan aku berencana untuk menikahkan Eka di Jakarta. Bapak adalah ayah kandung kami. Aku datang ke sini untuk memberitahu kepada bapak agar menjadi wali Eka nanti saat menikah," ucap Imam yang terdengar begitu sangat tegang dan berwibawa.
" Sama siapa?"; tanyain Dino.
" Sama Mas Heri yang kemarin waktu Bapak datang kebutik. Dia yang masuk ke butik Eka," jawab Eka yang mengingatkan bapak nya.
" Apa kamu yakin dengannya, kamu adalah wanita yang memiliki anak tanpa suami. Ibu takut nanti orang itu hanya ingin memanfaatkan kamu," ucap Eli.
Eka diam dan kemudian Ia menganggukkan kepalanya." Eka percaya dengan Mas Heri bu, Eka mengenal Mas Heri sudah lebih 5 tahun. Selama itu juga Mas Heri selalu menunjukkan perhatiannya untuk kami, Eka dan juga Daffa. Selama ini yang selalu melindungi kami berdua adalah mas Heri," ucapnya yang mengusap air matanya.
"Bagaimana kamu bisa memiliki usaha itu?" tanya Dino kepada Eka.
Eka menceritakan semuanya kepada orang tuanya tersebut, Ia menceritakan Bagaimana Ia hamil kemudian, Ia melewati persalinan sendiri. Ia juga berjuang di rumah sakit sendiri dan saat Ia berjumpa dengan teman yang bernama Arumi. Ia menceritakan semua babak demi babak yang di lewati nya. Bagaimana keluarga Arumi menolongnya hingga sampai saat ini.
__ADS_1
Dino dan Eli tidak ada henti-hentinya menagis saat mendengar putri nya bercerita.
" Mereka keluarga yang sangat terpandang, namun mereka tidak pernah jijik melihat Eka. Mereka bahkan berusaha untuk membantu Eka, agar Eka bangkit dari masa lalu Eka. Mereka juga sangat menyayangi Daffa. Arum memiliki anak yang seusia sama Dengan Dafa, anaknya perempuan. Mereka memperlakukan Daffa sama seperti anaknya sendiri. Bahkan maminya pak habibi yang seorang dokter dan juga dosen. Selalu menyempatkan diri nya datang untuk melihat Daffa. Ia memberikan Daffa mainan bila Ia membelikan cucunya mainan. Mami Anita juga selalu memperhatikan vitamin untuk Daffa. Berada di lingkungan mereka yang membuat Eka mampu untuk bertahan. Walaupun banyak orang yang menghina Eka , namun mereka berusaha untuk membangkitkan semangat serta kepercayaan diri Eka," ucapnya.
" Setelah Eka wisuda, Eka membuka butik, Eka membuka butik itu dari uang tabungan Eka yang selama ini di beri Arum untuk kebutuhan Eka dan Daffa. Ia memberikan Eka uang yang cukup banyak setiap bulannya. Walaupun Eka mengatakan, uang yang kemarin masih banyak sisa agar Ia tidak memberi Eka uang bulanan. Namun Ia meminta Eka untuk menabung uang sisa tersebut. Ia tetap memberikan Eka uang setiap bulan. Ia tidak memberikan Eka uang belanja setahun belakangan ini, karena Eka menolak nya. Eka sudah sangat malu untuk menerima bantuan dari nya," ucap Eka.
Eli betul-betul menangis saat mendengar ucapan putrinya tersebut. Ia sendiri ibu kandung dari anaknya, tidak menerima kesalahan yang dilakukan oleh anaknya. Bahkan Ia sendiri juga memandang jijik terhadap anaknya tersebut. Namun orang lain yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan ikhlas membantu anaknya serta membiayai seluruh kebutuhan anaknya dan membimbing anaknya ke jalan yang lebih baik.
Ia menangis Begitu juga dengan Dino .
" Kami malu selaku orangtua kami hanya menuntut kelebihan anak kami tanpa mau menerima kekurangannya. Kami adalah orang tua yang gagal untuk mendidik anak-anak kami," ucap Dino penuh penyesalan.
apa yang saat ini didengarnya dari Putri serta putranya tersebut benar-benar membuka mata hatinya selaku orang tua. Ia begitu menyadari Di mana letak kesalahan dan kekurangan yang selama ini mendidik anaknya.
" Setelah peristiwa itu Eka tidak pernah lagi berhubungan dengan siapapun bu. Setiap laki-laki yang melihat Eka, banyak yang suka. Namun setelah tahu seperti apa masa lalu Eka dan status Eka mereka semuanya tidak ada yang mau memandang Eka. Mereka bahkan memandang jijik saat melihat Eka. Mereka mengatakan Eka hanya berkedok sok alim untuk menutupi aib sendiri. Mereka menghina Eka, mereka menganggap Eka wanita murahan bahkan ada yang ingin boking Eka untuk ke hotel. Eka juga tidak pernah mempermasalahkan setiap kali mereka menghina Eka. Lama-lama Eka kebal sendiri dengan hinaan itu," ucapnya sambil tersenyum.
Dino dan Eli hanya diam mendengarkan putrinya bercerita.
" Mas Heri begitu tulus kepada eka, selama ini Ia yang selalu menjaga dan melindungi kami. Walaupun Arum tidak memerintahkan Dia untuk datang melihat kami, namun dia selalu datang untuk memastikan Eka dan Daffa dalam keadaan baik. Ini sudah kali ketiganya Mas Heri mengatakan ingin menikahi Eka, dan bila kali ini Eka menolak. Ia tidak akan meminta untuk yang keempat kalinya. Eka mohon Bu Pak Restu Eka, Eka juga ingin bahagia sama seperti wanita-wanita lainnya. Eka juga ingin memiliki keluarga yang sempurna. Eka gak mau Daffa selamanya dihina karena gak punya ayah. Eka sudah menjalani hukuman dari kesalahan yang buat. Eka tau kesalahan Eka begitu sangat besar. dan Eka pantas menerima hukum itu semua."
Dino mendengarkan putrinya berbica.
__ADS_1
" Mas Heri laki-laki terakhir yang Eka pilih untuk menjadi suami Eka. Apa bila Eka tidak menikah dengan nya. Mungkin tidak akan ada lagi laki-laki yang akan Eka pilih. Hanya dia yang mampu membuat Eka percaya. Hanya dia yang memandang Eka baik. Hanya dia yang dengan tulus menyayangi Eka dan juga Daffa," ucap nya yang berusaha untuk meyakini kedua orang tuanya.
" Apa keluarganya mau menerima kamu?" tanya Eli.
Eka menganggukkan kepalanya. " Mas Heri mengatakan keluarganya tidak ada masalah. keluarganya mau menerima Eka, Bahkan Ia sudah sering membawa Daffa menemui keluarganya. Daffa sudah sering bermain di rumahnya tanpa sepengetahuan Eka," ucap nya.
" Hubungi dia suruh dia datang ke sini. Beri alamat kita kepadanya tanya. Kapan pastinya Dia beserta keluarganya akan datang. kita akan menunggu mereka," ucap Dino.
" Dia tahu kok pak alamat di sini, ucap Eka.
Dino dan Eli mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan putri mereka.
" Sewaktu Eka datang ke sini sama Daffa 3 tahun yang lalu, dia yang mengantarkan kami. hanya saja waktu itu Eka melarang mas Heri untuk turun. Eka takut bapak dan ibu berfikir negatif saat melihat nya. jadi dia menunggu di mobil. jawab Eka.
" Bapak malu kalau buat acara lamaran di Jakarta, Eka di rumah itu menumpang," ucapnya.
" Kita akan membuat acara lamaran di rumah Imam pak. Bapak dan ibu siap-siap untuk ke Jakarta. Kita juga akan datang ke rumah keluarga pak Habibi untuk mengucapkan terima kasih," ucap imam.
Dino dan Eli mengangukan kepalanya.
" Bapak dan ibu siap-siap, kita akan berangkat ke Jakarta hari ini juga," ucap Imam.
__ADS_1
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.