Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 285


__ADS_3

Aunty Aisah dan Om Ardi bakalan nikah ya mi?" ucap Vira yang duduk di atas pangkuan pipinya.


Arum menganggukkan kepalanya. "Iya aunty Aisah bakalan nikah sama Om Ardi bentar lagi," ucapnya.


Vira menarik nafasnya dengan sangat panjang dan kemudian menghempaskan nya.


"Kenapa?" tanya Habibi saat melihat sikap putrinya tersebut.


"Itu artinya Vira nggak boleh lagi dong dekat sama Om Ardi," ucapnya.


Arum tersenyum saat mendengar ucapan putrinya tersebut."Kenapa nggak bole" tanya.


"Aunty Aisah bisa saja cemburu sama Vira saat melihat kedekatan Vira dengan om Ardi," ucapnya. Ia berbicara dengan bibir yang runcing-runcing ke depan.


Arum tertawa saat mendengar ucapan putrinya tersebut. "Ya nggaklah masak aunty Aisah akan cemburu," ucap Arum.


"Mimi bayangin aja, gimana aunty nggak cemburu Kalau Om Ardi itu dekat sama Vira. Secara Vira kan jauh lebih cantik dari pada aunty Aisah," Ucapnya yang begitu sangat percaya diri.


Habibi tertawa saat mendengar ucapan putrinya tersebut.


"Mimi sudah telpon Rangga belum mi?"ucap Vira.


Arum m engangguk kan kapalnya. "Sudah," jawab Arum.


"Gimana kabar Rangga mi?" tanyanya.


" Baik," jawab Arum.


" Mami apa udah sudah kasih tau Rangga bila kita akan pulang ke Jakarta tidak lama lagi?" ucapnya.


" Iya sudah," jawab Arum.


"Baguslah kalau begitu, Vira harap dia sabar menunggu kita kembali," ucapnya.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apa Rangga ada tinggalkan pesan untuk Vira?" tanyanya.


"Iya ada," jawab Arum.


"Apa mi," Ucapnya yang begitu sangat senang.


"Rangga pesan, katanya Vira jangan genit-genit bila sama cowok. Anak gadis gak boleh genit," ucap Arum yang menyampaikan pesan anak tersebut.

__ADS_1


"Hu.... dia selalu saja seperti itu," ucap Vira yang menghembuskan nafasnya.


Habibi hanya senyum-senyum saat mendengar pembicaraan putri dan Istrinya.


"Mi jangan lupa, besan mimi harus di beri tau," Ucapnya.


" Siapa?" tanya Arum.


"Mami Ara dan papi Androw," ucapnya yang tersenyum malu.


Habibi tidak ada henti-hentinya tertawa saat mendengar putrinya itu berbicara


" Masih sangat lama," ucap Habibi yang mengusap kepala putrinya.


****


Sayang apa kamu sakit?" tanya Androw. Istrinya duduk di atas pangkuan nya Sambil memasangkan dasi nya. Ia melihat wajah istrinya tampak pucat.


Ara tersenyum dan menggelengkan kepalanya." Nggak Mas cuman mungkin Ara masuk angin kali ya, rasanya sedikit mual. "Mas jangan pakai parfum yang ini lagi," ucapnya.


"Kenapa sayang?"ucapnya.


"Ara gak suka aromanya buat mual," ucap nya.


Bahkan aku tidak pernah mengganti aroma parfum ku selama hampir 7 tahun karena kamu menyukainya," ucapnya yang merasa aneh akan sikap istrinya.


"Iya mas, tapi itu dulu, sekarang sepertinya Ara sudah bosan sama aroma parfumnya," ucapnya.


"Begitu ya sayang. Aku akan mengganti dengan aroma yang baru. Kamu ingin aku pakai aroma apa sayang?" ucapnya.


"Aroma strawberry," ucap Ara yang membuat mata suaminya terbuka lebar.


"Sayang jangan mengkerjaiku," ucap nya.


"Ara gak mengerjain Mas, Ara serius. Ara mau mas pakai parfum yang aromanya strawberry," ucapnya yang memajukan bibirnya.


Androw diam mendengarkan ucapan istri nya.


Bagaimana mungkin ia memakai parfum yang beraroma strawberry. Bukankah aneh, bila seorang pria memakai parfum yang beraroma strawberry seperti permintaan istrinya


"Ya mas, parfum nya di ganti,"ucap Ara.


Dengan ragu ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


l " Aku akan mencari nanti aroma itu," ucapnya


"Apa kamu akan ke rumah sakit?" tanyanya.


Ara menggunakan kepalanya." Iya Arum sedang tidak ada di sini, jadi Ara wajib ke rumah sakit. Lagi pulang Arum nitipin Rangga ke Ara untuk sering dilihat-lihat," ucapnya.


Androw menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan istrinya tersebut. "Tapi bila kamu sakit kamu kasih tahu aku . Aku akan menjemputmu," ucapnya.


Ara menganggukan kepalanya, Ia kemudian keluar dari kamar tersebut bersama dengan suaminya. Ya sudah tidak berani lagi bermesraan dengan suaminya disaat pagi-pagi seperti ini, ia takut pangeran kecilnya akan masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Ara duduk di meja makan bersama dengan Androw. Putranya sudah lebih dulu duduk di meja makan tersebut.


"Pi berapa lama lagi Vira akan kembali?" ucap Vino sambil memakan burger nya.


"Mungkin satu bulan lagi," jawab Androw.


"What?" ucapnya yang begitu sangat terkejut.


"Mungkin," jawab Androw.


Ara yang duduk di meja makan itu hanya tertawa saat mendengar ucapan suami dan juga putranya.


"Aku bisa pusing bila Vira begitu lama kembali," ucapnya yang menarik sedikit rambutnya.


"Vino lupa pesan Mami?" tanya ara yang membesarkan matanya.


"Ya mi," ucapnya lemas. Ia kemudian diam dan mengunyah burger di mulutnya.


Iya mendekati Papinya dan sedikit berbisik ditelinga papinya tersebut." Pi, aku ingin menghubungi Vira nanti saat mami tidak ada. jangan lupa kasih tahu aku bila kondisi aman," ucapnya yang berbisik di telinga Androw.


Androw tertawa saat mendengar ucapan putranya. Ia kemudian menganggukkan kepalanya..


"Mas jangan melakukan konspirasi bersama dengan Vino," ucap Ara yang membesarkan matanya kepada suami dan juga putranya.


Vino hanya diam sambil memakan sarapannya.


Setelah sarapan ia kemudian mengantarkan putranya ke sekolah, dan mengantarkan istrinya ke rumah sakit


Hari ini ia akan sangat sibuk. Ia akan melakukan audit data-data pendapatan Mall-mall miliknya.


Namun ia begitu sangat menghawatirkan istrinya. Melihat wajah pucat istrinya membuat ia takut istri sedang sakit. Namun ia mengerutkan keningnya saat ia mengingat permintaan istrinya yang meminta ia ganti aroma parfum. Bahwa istrinya juga meminta Menganti aroma parfum mobilnya dengan aroma strawberry.


***

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Insyaallah authtor akan up lagi nanti. mohon maaf bila ada teypo. karena kepala Author begitu sangat pusing, sehingga gak bisa baca ulang. Bila ada typonya Author akan revisi nanti. terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏


__ADS_2