
Ara duduk di pangkuan suaminya, ia menghadap ke depan sambil memasangkan dasi suaminya.
Androw memandang wajah istrinya yang begitu sangat cantik dan juga bersih serta berseri-seri. " Kenapa Wajah kamu tidak tua-tua sayang?"ucapnya.
Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya tersebut. " Umur Ara baru 26 tahun mas. teman-teman Ara banyak yang belum menikah. hanya Ara dan Arum aja yang punya anak sudah gede, udah sekolah TK yang sebentar lagi mau masuk SD," ucapnya.
"Apakah aku dulu terlalu cepat menikahimu," ucapan Androw.
Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Tapi aku sangat bersyukur saat itu kamu mau menjadi istriku. Bila seandainya waktu itu kamu tidak menjadi istriku, aku yakin saat ini Kamu tidak akan mau nikah denganku, "ucap Androw.
"Kenapa gitu?" tanya Ara.
" Lihat saja sayang ubanku sekarang sudah mulai banyak," ucapnya yang tidak diperbolehkan oleh istrinya untuk mengecat rambutnya.
"Tapi mas sangat ganteng walaupun sudah tumbuh uban," uca Ara yang memegang jenggot suaminya.
Wajah Androw tampak begitu sangat senang saat mendengar pujian dari istrinya. "Apakah kamu tidak berbohong sayang?" ucapnya yang mencium bibir istrinya.
Ara tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya. "Ara nggak bohong, Ara serius ," ucapnya.
"Tapi Aku begitu sangat kesal melihat anakmu," ucap Androw.
Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya tersebut. Ia tahu suaminya selalu berdebat dengan putranya. "Kenapa?" tanyanya.
Vino selalu menertawakanku, ia mengatakan Aku sudah tua. Ia mengatakan bahwa aku sangat tidak cocok dengan maminya. Dia mengatakan maminya sangat cantik dan masih muda, seharusnya maminya menikah dengan pria yang jauh lebih muda dariku," ucapnya yang terlihat begitu sangat kesal.
Ara seakan tidak mampu berbicara, mulutnya terbuka saat mendengarkan ucapan suaminya tersebut. " Apakah vino mentertawakan suami Ara?" ucapnya yang membesarkan matanya.
Layaknya seorang anak kecil yang mengadu Androw menganggukkan kepalanya. ia begitu sangat senang saat mendapatkan pembelaan dari istrinya.
Ara menggeleng-gelengkan kepalanya. " Tapi memang bener sih kata Vino kalau Mas itu sudah tua," ucapnya yang memandang suaminya.
Androw memandang istrinya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat memandang wajah istrinya tersebut. "ternyata kamu sama saja dengan anakmu," ucapnya.
Ara tertawa saat mendengar ucapan suaminya tersebut, " Tapi mas ganteng, ganteng banget buktinya aja vino ganteng mirip Mas," ucapnya memuji suaminya.
" Pujian mu membuat aku selalu jatuh cinta sayang," ucapnya yang mencium bibir istrinya.
__ADS_1
Ara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya tersebut.
" Kata orang, setiap manusia akan mendapatkan cinta sejatinya hanya satu kali. Bukan hanya itu, jatuh cinta saja katanya juga hanya satu kali. Tapi itu hanyalah kata orang sayang, bagiku setiap melihat kamu, aku selalu merasa jatuh cinta sayang," ucap Androw Sambil mengusap wajah istrinya.
cara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya tersebut. " Mas memang benar-benar pintar merayu," ucapnya. Ia sangat tau bagaimana hebatnya suaminya dalam merayu dan menaklukkan hatinya.
Androw menggelengkan kepalanya. Ia memandang wajah istrinya nya, ia menatap manik mata istrinya yang hitam. Aku tidak sedang merayu sayang, aku benar-benar serius dan bersungguh-sungguh dengan ucapanku, "ucapnya.
Ara memegang pipi suaminya, ia tersenyum dan kemudian mencium bibir suaminya dengan sangat lembut. Ara akan selalu cinta sama Mas sayang sama Mas. bagian Ara, Mas adalah suami terbaik, suami terganteng dan ayah yang yang terbaik untuk anak-anak kita," ucapnya.
" Aku begitu sangat bahagia disaar aku diberikan bidadari sepertimu. Kamu tahu sayang, Kamu adalah bidadari yang tidak bersayap. Namun kamu bisa membawaku terbang tinggi ke tempat tujuan," ucapnya.
Ara menganggukkan kepalanya. " Terima kasih Mas sudah menjadi suami yang terbaik untuk arah," ucapnya.
" Terimakasi sayang, atas kehadiran mu didalam hidup ku. kamu selalu menguatkan ku di kala aku lemah, membantu aku berdiri di saat aku terjatuh, dan menuntun jalan ku di saat aku salah arah. Dan aku sangat bersyukur memiliki mu di dalam hidup ku
kamu adalah anugerah terindah dalam hidup ku," Ucapnya.
"Aku bisa terlambat ke sekolah bila mami dan Papi bermesraan seperti ini. Harus sampai berapa lama aku menunggu papi selesai bermesraan dan merayu mami," ucap Vino yang sudah masuk ke dalam kamar. Ia berdiri dengan memasukkan tangannya di saku celananya.
Ara tidak tahu kapan putranya itu masuk ke dalam kamarnya. Ia begitu terkejut saat melihat putranya itu sudah berdiri tidak jauh dari nya. Ia langsung turun dari pangkuan suaminya hingga ia hampir terjatuh.
" Iya mas, sudah siap," ucapnya yang merapikan dasi suaminya.
Ia langsung keluar dari kamar dengan wajah yang merah saat putranya melihat kemesraannya dengan suaminya. Ia tidak tau sejak kapan putranya itu berdiri di situ. Ia begitu malu, bila seandainya putranya melihat ia yang mencium suaminya.
Androw mandang putra nya yang kecil.
" Mengapa kamu selalu mengganggu kemesraan ku Dengan istriku, "ucapnya yang kemudian berjalan meninggalkan putranya.
Vino mengangkat bahunya saat mendengar ucapan Papinya tersebut. " Aku tidak akan menggangu, bila ini tidak di jadwal aku berangkat ke sekolah. Bisakah papi untuk tidak bermesraan di saat jam aku akan berangkat ke sekolah," ucapnya yang mengikuti langkah Papinya.
***
" Om Rio jemput Vira gak mi ?" tanya Vira saat mereka sedang sarapan.
Arum menggelengkan kepalanya." Vira berangkatnya diantarin sama Mimi dan Pipi," ucapnya nya.
Vira tersenyum saat mendengar ucapan miminya tersebut.
__ADS_1
Rangga yang duduk di meja makan itu tampak fokus dengan sarapannya.
" Cepat sarapannya pagi ini pipi ada rapat," ucap Habibi.
Vira menggigit donat ke mulutnya dengan besar mulutnya penuh saat mengunyah doant yang bergula tepung tersebut.
Arum tersenyum saat melihat putrinya itu makan.
" Mas telat dikit rapatnya nggak apa, kasihan Vira makannya terburu-buru, nanti keselek," ucapnya yang memandang suaminya.
Habibi tersenyum dan menganggukan kepalanya saat ia melihat putrinya yang makan dengan mulut yang penuh.
Vira memegang donat tersebut sambil meletakkan piring kecil di bawahnya agar gula donatnya tidak jatuh ke meja.
Rangga memakan sarapannya dengan begitu santai. Savira makan tidak usah terburu-buru nanti kamu tersedak," ucapnya.
Arum dan Habibi tersenyum saat mendengar pria kecil itu berbicara. Usianya 1 tahun dibawah Vira namun ia bergaya seperti Ia yang lebih dewasa.
Rangga, Kak Vira itu lebih besar daripada Rangga kok manggilnya Savira aja," ucap Arum yang memandang anak kecil tersebut.
" Badan saya lebih besar daripada Savira dokter Arumi. Bila orang tahu bahwa saya lebih kecil daripada Savira, yang ada mereka tidak takut kepada saya. Bila sudah seperti itu bagaimana caranya saya melindungi Savira," ucapannya.
Walaupun Rangga adiknya kak vira, Rangga tetap bisa melindungi kak Vira," ucap Arum.
Rangga menggelengkan kepalanya." Tidak akan ada yang takut dengan anak kecil," ucapnya.
viral tersenyum memandang rangka "Terima kasih sudah mau melindungi Vira," ucapnya sambil tersenyum.
Rangga tersenyum dan menganggukkan kepalanya." Kamu tidak usah cemas Savira, aku akan selalu menjagamu," ucapnya. Ia masih begitu sangat kecil namun ia sudah mengerti bahwa Arumi dan suaminya lah yang paling berjasa dalam hidupnya. Bila tidak ada mereka yang peduli dan mau menampungnya. Mungkin saat ini ia akan tinggal di jalanan. maka untuk itu, ia harus mampu menjaga dan melindungi Savira.
Vira kemudian meminum susu nya yang ada di dalam kelas Begitu juga dengan Rangga.
" Pi, Vira sudah siap sarapan," ucapnya yang tersenyum lebar.
Arum tersenyum memandang putrinya. Ia memberikan bibir putrinya yang meninggal bebas susu yang di minum nya.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya.
__ADS_1
😊😊🙏🙏