Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 163


__ADS_3

sinar matahari sudah menembus ke celah-celah jendela.


Habibi bangun ketika ia sudah mulai silau dengan cahaya yang masuk. di lihat nya jam yang ada di dinding. iya langsung duduk.


saat di lihat nya sudah jam 6 pagi.


dek, bangun sudah siang.


ucap nya sambil mengusap pipi istri nya.


mata itu langsung terbuka. tampak ia mulai menyesuaikan pandangan nya dengan cahaya dan melihat jam di dinding.


udah jam 6 mas?


ucap nya yang tampak terkejut.


kita belum sholat. mas wudhu dulu ya.


yang mendapat kan angukan dari istri nya.


Arum memegang kepalanya. yang terasa sangat pusing. keringat bercucuran dari kening nya


di lihat nya, suaminya yang sudah keluar dari kamar mandi. ia turun dari tempat tidur, ia berdiri mencoba berjalan dengan memegang keningnya. ia merasa ruangan tersebut berputar, Arum mulai kehilangan kesetabilan. ia hampir terjatuh, namun dengan cepat tangan kekar suaminya menahan pinggang istri.


ia membantu istrinya untuk kembali dudu di tempat tidur.


adek sakit?


tanyanya kemudian. tampak ia sangat cemas.


Arum pusing mas, pusing banget rasanya.


masih terus memegang kepalanya.


ya udah, baring aja dulu. mas sholat bentar ya. yang mendapat kan anggukan dari istri nya.


saat iya selesai zikir dan doa. masih dalam posisi duduk dengan melipat kan kakinya.


iya mendengar suara istri nya yg akan muntah.


Arum mulai berdiri dan mencoba untuk berjalan menuju kamar mandi. dengan cepat, suaminya mengangkat tubuh istrinya. tangan tersebut masih terus menutup mulutnya, agar muntah nya tidak keluar dan mengotori baju Koko suaminya saat ini.


begitu sampai di depan wastafel, ia menurunkan istri nya yang tampak begitu puyeng. Arum mulai mengeluarkan isi perutnya. sampai tak tersisa. semua yg di makanya semalam sudah di keluarkan nya tanpa sisa. Habibi mengusap-usap punggung istri nya.


sudah sayang, ucap nya.


ntar mas, Arum mau pipis.


pria itu mencongkong (ha...ha... author bingung ini apa namanya. jongkok gitu maksudnya, tapi gak sepenuhnya jongkok. 😂😂😂 siapa tau ada yang tau istilah lainnya. 😂) di depan istrinya.


mas mau ngapain, tanya sang istri yang tampak panik melihat posisi suami nya.


kalau kondisi lemah seperti ini. mana mungkin iya bisa melayani suami.


bantu adek buka celana. katanya mau pipis.


ucap pria tersebut tanpa dosa


ih, msa.


Arum bisa sendiri, kalau cuman buka celana.


rengek sang istri yang membuat pria tersebut memandang wajah sang istri yang tampak merona.


benaran gak mau mas bantu.


tanya nya lagi.


iya gak mau.


setelah selesai ia kembali mengendong tubuh istri nya.


mas, Arum jalan aja. mas capek kalau gendong arum terus. ia gak tega melihat suaminya harus mengendong nya.


Habibi tersenyum. gak apa. mas kuat kok.


ucap nya sambil mencium kening istrinya.


ia melihat wajah istrinya yang tampak amat pucat.

__ADS_1


di rebahkan nya tubuh istrinya.


adek kenapa?


semalam baik-baik aja.


mungkin masuk angin mas. gak apa kok, nanti juga baik sendiri.


apa keracunan gado-gado semalam sayang?


tanya nya yang tampak khawatir.


seperti nya gak deh mas. kalau keracunan kita ya sama-sama. mas juga makan kan?


Habibi diam. kemudian ia ingat, bahwa semalam ia juga membeli kan para pengawal nya.


adek mau makan apa?


biar mas bawak kan.


gak ada, Arum belum selera mas.


Arum mau teh hangat aja.


ya udah , tunggu ya.


ucap Nya dan kemudian pergi dari ruangan tersebut namun sebelum pergi, ia mencium kening istrinya.


***********


saat ia turun ke bawah,. tampak para art di rumah nya terkejut. saat melihat Habibi yang berada di dapur. dan bagaimana mungkin majikan nya itu turun duluan ke bawah. biasanya yang turun lebih awal, nyonya mudanya.


bik,


iya tuan. ucap wanita yg berusia 45 tahun tersebut.


bik, buat teh hangat ya.


untuk istri saya. ucap nya.


baik tuan, akan saya langsung antara kan ucap wanita tersebut


nanti saya yang bawak naik.


ia pergi meninggalkan dapur tersebut.


art itu tampak ingin bertanya tentang kondisi nyonya muda nya. yang biasa sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan.


Habibi keluar dari rumah nya. menuju posko penjaga keamanan di rumah nya.


Rio yang melihat kedatangan bos nya, langsung berdiri dari posisi duduk nya. iya menghampiri Habibi.


ada apa pak, tanya nya sambil membungkuk kan sedikit tubuhnya.


pria yang bertubuh tegap tersebut, tidak pernah nampak tertidur. entah kapan ia tidur.


semalam, apa kamu jadi beli tambahan gado-gado, tanyanya.


jadi pak. saya beli 5 bungkus lagi. soalnya gado-gadonya enak banget pak.


jawab pria yang berstatus pengawal pribadi nya itu.


apa ada yang keracunan setelah memakan gado-gado?


tanya habibi lagi.


yang membuat wajah Rio Tampak pucat dan panik saat mendapat pertanyaan tersebut.


saya makan 2 bungkus pak. begitu juga dengan yang lain. seperti nya tidak ada yang keracunan pak. maksudnya keracunan seperti apa pak?


tanya nya lagi.


pusing-pusing dan juga muntah-muntah?


gak ada pak.


apa bapak gak makan gado-gadonya.


tanya rio.

__ADS_1


siapa yang keracunan pak?


tanya nya panik.


saya juga makan. tapi gak apa-apa.


kenapa Arum habis makan gado-gado pusing dan muntah-muntah ya


tanpak senyum tipis dari wajah Rio saat mendengar perkataan Habibi senyum tipis bahkan sangat tipis sekali sehingga tidak terlihat jelas.


apa karena dia perempuan jadi daya tahan tubuhnya lebih lemah daripada kita?


Ya sudah kalau gitu lanjutin aja kerja kamu.


dia pun berjalan meninggalkan posko tersebut.


memandang punggung bosnya, tampak ia tersenyum geli, pusing dan muntah-muntah bukan berarti keracunan. bisa aja hamil, lagian mana ada orang normal yang minta gado-gado jam 2 malam ucap pria tersebut. sambil memandang cctv di setiap sudut rumah tersebut.


heri yang baru datang dari papilion belakang melihat Rio yang sedang berbicara sendiri, ia sempat berpapasan jalan dengan Habibi.


ada apa bro, tanya nya kemudian saat di lihat nya temannya tersebut berbicara sendiri.


pak bos


jawap rio.


kenapa dengan pak bos?


pak bos nanya masalah gado-gado yg kita makan semalaman. apa ada yang keracunan.


mata Heri terbuka sempurna mendengar kalimat tersebut.


ya gak ada jawabnya.


emang kenapa?


Arum setelah makan gado-gado semalam. pagi ini muntah-muntah dan pusing jawab Rio


hamil lah,


jawab pria tersebut spontan.


itu dia pak bos bilang istrinya keracunan makan gado-gado dan mereka pun terkekeh berdua.


***********


Habibi kembali ke dapur mengambil teh yang sudah di siapkan oleh art nya. iya juga meminta roti serta biskuit. berharap istri nya mau mencoba untuk makan.


art tersebut, memberikan apa yang di minta oleh majikannya. ingin sekali ia bertanya, namun di urungkan nya. ya namanya juga pengantin baru. barangkali lagi pengen berdua-duaan dan romantis-romanisan pikir art tersebut yang bernama bik rini.


bik na yang berusia 37 tahun tersebut,. tidak berani memberikan pertanyaan.


ia tampak panik saat melihat kondisi istri nya yang tampak sangat lemah.


ia masuk ke dalam kamar dengan membawa Napan di tangan nya. di lihatnya Arum yang sedang duduk dengan menyandarkan punggungnya.


ini sayang teh nya.


sambil memberikan teh dalam gelas tersebut.


Arum mengambil teh tersebut dan meminum nya. tenggorokan nya terasa pahit, pedas dan asam. teh manis hangat tersebut, mampu membuat rasa tidak enak di tenggorokan nya, menjadi jauh lebih enak.


pria itu kembali menyodorkan piring yang berisi biskuit dan roti.


Arum memakan biskuit beberapa keping dan kemudian meneguk teh nya kembali.


mas, mau sarapan apa?


tanya nya.


nanti aja dek, mas belum selera. jawab pria tersebut. ya gimana dia bisa selera makan kalau lihat kondisi istri nya seperti itu. iya berencana membawa istrinya ke rumah sakit. agar mendapatkan penanganan serius.


********


like dan komen nya ya reader.


please jangan lupa. 😃


vole nya juga. makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2