
hari ini Habibi memutuskan untuk tidak masuk ke kantor. Ia tidak memiliki agenda penting untuk bertemu dengan kliennya.
semalam Ia tidak tidur saat istrinya muntah-muntah tengah malam. Ia menemani istrinya yang tidak tidur dan mengeluh perutnya sakit. Ia berencana untuk istirahat di rumah. setelah sholat subuh Ia dan istrinya baru bisa tidur.
Matanya terbuka saat mendengar istrinya merintih kesakitan dan di lihat nya jam menunjukkan pukul 9 pagi.
" Kenapa sayang," Ucap nya sambil mengusap kepala istrinya
" Perut Arum sakit mas," ucap istrinya yang tampak menahan sakit.
"Apa sudah mau melahirkan dek?" tanyanya.
" Tadi Arum ke kamar mandi, sudah ada tanda-tanda mas," ucapnya dengan suara yang sangat pelan.
" Bentar ya, mas coba pangil Mami, Ucap nya sambil berdiri dari tempat tidur.
Arum berbaring sambil miring. ia memejamkan matanya ketika rasa sakit itu kembali datang. pinggang nya serasa akan lepas.ingin rasaya ia menangis.
Ia tidak henti-hentinya membaca jus 30
***
Anita dan bidan Sari masuk ke dalam kamar Arumi. bidan tersebut langsung melakukan pemeriksaan.
" Baru buka satu buk," ucap bidan tersebut.
" Gimana mi?" tanya Habibi. pria itu tampak begitu cemas.
" Paling cepat tengah Malam baru melahirkan, jawab Anita.
" Lama banget Mi, kasihan Arum. gimana caranya biar bisa cepat melahirkan nya," ucap nya yang duduk di pinggir tempat tidur sambil memegang tangan istrinya.
" Anak pertama itu lebih lama," Ucap Anita.
"Apa gak bisa di cepatin mi?" ucapnya lagi.
" Kalau di rangsang sakit nya bisa 2 hingga 3 kali lipat,". ucap Anita.
" Arum gak mau di rangsang," ucap nya.
Siti masuk ke dalam kamar tersebut. Ia langsung menuju ke tempat tidur.
" Gimana nak,? tanya nya
" Bu sakit," Ucap nya sambil memegang tangan ibunya.
" Makan ya nak biar ada tenaga untuk melahirkan," Ucap Siti mengingit putri nya yang belum sarapan sejak pagi.
" Arum udah gak bisa nelan Bu. Arum mau susu aja. pintanya.
" Bu, pinggang Arum rasa mau lepas Bu.
" Memang seperti itu rasaya nak. muda-mudahan lahirnya lebih cepat," ucapnya.
" Percaya tidak percaya tapi kalau sudah sakit pasti kita lakuin. kalau kami orang kampung bila akan melahirkan, pintu-pintu harus di buka tidak boleh ada yang di tutup biar jalannya lebih cepat," ucap Siti
Habibi menghubungi bik Ani dan meminta dua ART nya yang lain untuk datang.
" Ada apa Tuan?" tanya bik Ani.
"Bik, cepat pintu-pintu jangan ada yang di kunci," ucap Habibi.
"Baik tuan," ucap bik Ani dan langsung pergi untuk menjalankan perintah majikannya.
" Apa lagi Bu," tanyanya.
__ADS_1
" kunci di rendam pakai air hangat terus airnya diminum biar pintunya cepat terbuka ," ucap Siti.
" bik ija cepat cari kunci yang paling bersih Cuci dan kemudian di sterilkan dan rendam pakai air hangat bawa ke sini, " perintah nya.
"Baik, tuan," ucap bik ija.
Anita hanya diam tanpa melarang.' Bila hal tersebut bisa menjadi sugesti bagi minantunya. rasanya tidak masalah. terkadang apa yang di ucapkan orang tua itu ada juga yang benar," pikirnya.
Apa lagi Bu," tanya Habibi.
" Makan minyak goreng sekitar 2 atau 3 sendok. biar anak lebih licin dan Mudah keluar," ucap Siti
" Mi boleh ya," Ucap nya memandang Anita.
Anita mengangukan kepalanya.
setelah mengikuti anjuran dari Siti Anita meminta putra nya untuk langsung ke rumah sakit.
" Adek mas gendong aja ya ke mobil," ucap Habibi
" Arum jalan aja Mas, ucap nya sambil berusaha duduk
" Tapi adek lagi sakit sayang. biar mas gendong aja ya," ucap nya
" Gak apa Mas biar bukanya lebih cepat," jawab Arum.
Anita berdiri di sebelah minantunya Ia kemudian memegang tangan minantu nya.
sebagai calon seorang dokter. minantu nya pasti sudah tau sedikit banyak tentang persalinan.
" Lebih bagus Arum jalan" ucap Anita.
Pria itu tampak frustasi, Ia tidak mengerti melihat istrinya yang sudah sangat kesakitan namun tetap harus memaksakan diri tetap berjalan.
****
Ia selalu di sebelah istrinya. tangan nya selalu memegang tangan istrinya. setiap kali istrinya mengeluh kesakitan, Ia mengusap perut istrinya dan kemudian memberikan istrinya semangat. rasanya Ia sudah tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti saat ini.
" Bi makan dulu, kamu tuh harus ada tenaga Nemani istri kamu melahirkan. ini melahirkan nya belum tau kapan jam pasti nya. bisa jadi besok pagi," Ucap Anita saat mereka duduk dt luar kamar, agar Arum tidak mendengarkan percakapan mereka.
" Iya nak, makan dulu kamu harus kuat, " ucap Jhoni.
" Tapi aku udah gak selera pi," jawab Habibi
" Walaupun gak selera wajib makan," ucap Jhoni kembali.
" Iya Pi, aku Mau kasih Arum makan dulu. siapa tau Arum udah mau makan," ucapnya yang mengingat istrinya belum makan sama sekali. bagaimana mungkin ia bisa makan bila melihat istrinya merintih kesakitan, bagaimana mungkin ia bisa menelan nasi bila istri nya tidak makan sama sekali.
" Dek makan ya mas suapin," ucapnya sambil memegang nasi yang di sediakan rumah sakit.
Arum mengangukan kepalanya. Mas udah makan belum?" ucapnya .Ia mulai makan nasi yang di suapi suaminya.
Selesai adek makan. mas baru makan," ucapnya. Arum setelah Ia menyuapi istrinya, Ia kemudian makan.
bila rasa sakit kembali datang. Ia akan memegang tangan suaminya dengan sangat erat. Ia juga memeluk suaminya, seakan Ia meminta di beri tambahan tentang.
rasa sakit kontraksi senakin lama semakin bertambah kuat. setiap satu jam sekali tim medis akan datang untuk mengecek bukannya. dokter Dina Sudah di kamar tersebut untuk memantau kondisi Arum .
" Mas sakit, ucapnya sambil memegang tangan suaminya dengan eratnya.
" Dek tahan ya sayang. adek harus kuat demi anak kita demi mas sayang," ucapnya sambil mencium kening istrinya.
" Mas doain Arum," ucap istri.
" Iya dek, mas pasti doain," Ucap nya.
__ADS_1
****
"Buk, air ketuban sudah pecah dan saat ini sudah bukaan 7," ucap Dokter Dina saat jam 2 malam.
"Kontraksi nya bagaimana?" tanya Anita .
" Sudah semakin kuat buk," ucap Dina.
Dina salah satu mantan mahasiswa Anita.
Anita yang baru saja merebahkan tubuhnya di kamar rawat vvip yang sudah di sediakan rumah sakit, langsung berdiri dan berjalan menuju ruang persalinan.
Siti masih berada di dalam ruangan tersebut, Ia berusaha untuk mengusap punggung putrinya. dan memijat-mijat pinggang putri nya bila putri nya mengatakan pinggang nya sakit. terkadang ia berganti-gantian untuk memijat pinggang putri nya dengan minantunya.
" San, tunggu di luar aja. nanti san gak sanggup lihat nya," ucap Anita kepada besannya.
" Apa gak apa-apa aku di luar san?" ucap Siti.
" Ada aku disini, lagi pula kamu butuh istirahat. kamu harus menjaga kesehatan san. ucap Anita sambil mengusap punggung tangan Siti.
Siti tampak diam dan berfikir, Ia juga tidak sanggup untuk melihat persalinan.
dan pada akhirnya Siti mendengarkan ucapan Siti.
Dokter Dina yang sudah siap di Bantu 4 bidan.
Ia mengajari cara mengejan. di saat sudah pembukaan sempurna. Ia memandu Arum untuk mengejan.
Habibi yang ada sebelah istrinya mengengam tangan istrinya dengan sangat erat.
Air mata nya menetes saat melihat bagaimana istrinya berjuang melahirkan buah cinta mereka. berulang kali ia mengejan.
" Sedikit lagi, rambutnya sudah terlihat bu," ucap dokter Dina.
" sayang sedikit lagi," ucapnya. sambil mengelus rambut istri nya.
Sakit banget mas", ucapnya
" Sayang sedikit lagi Mas yakin adek bisa," ucapnya.
" Mas, Arum gak tahan arum udah gak sanggup. ," ucapnya.
" Adek pasti bisa sedikit lagi," ucapnya.
Ia melihat istrinya yang sudah mulai kehabisan tenaga.
"kita bantu saja buk? " ucap Dokter Dina.
Anita mengangukan kepalanya. asisten Dina datang dengan membawa alat vakum dan juga berbagai seperti pisau gunting dan sebagainya.
melihat barang yang di bawah para tim medis tersebut, membuat tubuhnya melemas. Ia semakin mempererat tangan istrinya.
seorang bidan yang bertubuh besar sudah duduk di samping tempat tidur Arum. bidan tersebut menghapus keringat Arum .
" bila terasa kontraksi ngejan ya Bu, ucap Dina.
saat Arum merasa kontrasi ia kembali mengejan. bidan yang duduk di samping nya langsung mendorong.
suara tangisan bayi tersebut seakan menghilangkan rasa sakit nya. air mata kebahagiaan dan penuh haru menetes dengan sendirinya.
wajah penuh bahagia terlihat jelas. di wajah pria tersebut. berulang kali ia mencium kening istrinya. " terimakasih sayang." ucapnya sambil mencium kening istrinya.
Anita menyambut kelahiran cucu pertama nya.
******
__ADS_1
like, komen dan votenya ya reader
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊😊🙏🙏🙏🙏